Pengembangan Model Manajemen Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Guru Sekolah Dasar

(1) * Ade Sastrawijaya Mail (Institut Prima Bangsa, Indonesia)
(2) Cici Situmorang Mail (Institut Prima Bangsa, Indonesia)
(3) M Febrian Adi Guna Mail (Institut Prima Bangsa, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi digital yang memadai untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Manajemen Pembelajaran Digital yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan: analisis kebutuhan, perancangan model, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba implementasi, evaluasi, dan revisi model. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kompetensi digital guru, lembar validasi ahli, dan instrumen observasi. Subjek penelitian berjumlah 90 guru sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan. Model dikembangkan berdasarkan kerangka DigCompEdu dan terdiri atas lima domain utama: literasi informasi dan data, pedagogi digital, asesmen digital, kolaborasi dan komunikasi digital, serta etika-keamanan digital. Hasil uji validitas ahli menunjukkan model sangat layak digunakan (S-CVI/Ave = 0.97), sedangkan reliabilitas instrumen kompetensi digital berada pada kategori sangat tinggi (Cronbach Alpha = 0.89). Implementasi model melalui pelatihan berbasis blended learning menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru yang terlihat dari perbedaan skor pre-test dan post-test. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa guru merasa model ini praktis, relevan, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, model manajemen pembelajaran digital yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar dan potensial untuk diimplementasikan secara lebih luas di sekolah-sekolah. Model ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung percepatan transformasi digital pendidikan dasar di Indonesia.


Keywords


kompetensi digital, guru sekolah dasar, manajemen pembelajaran digital, DigCompEdu, penelitian R&D

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7527
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7527 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Almpanis, T. (2021). Learning technologies and digital literacy: Teacher perspectives. Research in Learning Technology, 29, Article 1–16. https://doi.org/10.25304/rlt.v29.

Bond, M. (2020). Facilitating student engagement through blended learning. Educational Technology Research and Development, 68(2), 653–678. https://doi.org/10.1007/s11423-019-09703-3

Branch, R. M. (2018). Instructional design: The ADDIE approach (updated ed.). Springer.

Cabero-Almenara, J., Gutiérrez-Castillo, J. J., Palacios-Rodríguez, A., & Barroso-Osuna, J. (2022). Comparative European digcompedu framework (JRC) and common framework for teaching digital competence (INTEF) through expert judgment. Texto Livre, 14, e25740.

Ciptaningrum, D. S. (2021). Evaluation of ICT integration in Indonesian teaching practice (REID/UNY).

Domínguez-González, M. Á., et al. (2025). Digital Teaching Competence: recent systematic reviews and implications for teacher development. (CEDTECH / Edunesia).

Domínguez-González, MÁ. (2025). Teacher digital competence: Keys for an educational future — systematic review (2019–2024). CEDTECH.

European Commission, Joint Research Centre. DigCompEdu — The Digital Competence Framework for Educators. (JRC website).

Farwati, S. (2023). Manajemen Sekolah Digital melalui Program Smart School. Munaddhomah Journal.

Foster, N. (2023). Teacher digital competences: Formal approaches to their development.

Ghomi, M., & Redecker, C. (2019). Digital competence of educators: DigCompEdu framework. Conference Proceedings / European Commission JRC. (DigCompEdu resources). https://joint-research-centre.ec.europa.eu

Graham, C. R. (2019). Current research in blended learning. In Handbook of Distance Education (4th ed.). Routledge.

Hodges, C., Moore, S., Lockee, B., Trust, T., & Bond, A. (2020). The difference between emergency remote teaching and online learning. EDUCAUSE Review, 1–12. https://er.educause.edu/articles/2020/3/the-difference-between-emergency-remote-teaching-and-online-learning

Hrastinski, S. (2019). What do we mean by blended learning? TechTrends, 63(5), 564–569. https://doi.org/10.1007/s11528-019-00375-5

Khalil, M., & Ebner, M. (2020). The use of learning analytics in digital assessment: A systematic review. Smart Learning Environments, 7(1), Article 1–19. https://doi.org/10.1186/s40561-020-00127-2

Marnita, M. (2025). Manajemen Pembelajaran Guru Berbasis Teknologi (laporan/jurnal lokal).

Molenda, M. (2015). In search of the elusive ADDIE model. Performance Improvement, 54(2), 40–42. https://doi.org/10.1002/pfi.21461

OECD. (2023). Teacher digital competences: formal approaches to their development. OECD Digital Education Outlook 2023.

Parida, L. (2024). Manajemen Transformasi Digital Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. JPDP.

Rahayu, A. (2025). Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D): Tinjauan model Borg & Gall, ADDIE, 4D. Jurnal Diajar.

Redecker, C. (2017). European framework for the digital competence of educators (DigCompEdu). Publications Office of the European Union. https://doi.org/10.2760/159770

Supianto et al. (2024). The Elementary School Teachers Adoption of Learning Management System: A UTAUT Model Analysis. IIETA/ISI proceedings.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Ade Sastrawijaya, Cici Situmorang, M Febrian Adi Guna

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.