Filsafat Sejarah dan Identitas Lokal: Refleksi Tradisi Ma’lamba Tedong pada Bulan Agustus di Kecamatan Nosu

(1) * Muhammad Hamka Halim Mail (Universitas Negeri Makassar, Indonesia)
(2) Rahma Awalia Mail (Universitas Negeri Makassar, Indonesia)
(3) Muhammad Syukur Mail (Universitas Negeri Makassar, Indonesia)
(4) M Ridwan Said Ahmad Mail (Universitas Negeri Makassar, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini menelaah tradisi Ma’lamba Tedong—ritual pelepasan kerbau setiap bulan Agustus di Kecamatan Nosu—sebagai ekspresi filsafat sejarah dan identitas lokal masyarakat Mamasa. Melalui pendekatan kualitatif berbasis hermeneutika sosial-budaya, tradisi dipahami sebagai teks hidup yang mengandung makna historis, spiritual, dan ekologis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pemuka agama, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ma’lamba Tedong merupakan bentuk reenactment kesadaran historis yang menghidupkan kembali ingatan leluhur melalui tindakan komunal yang berulang. Kerbau berfungsi sebagai simbol kosmologis yang menghubungkan manusia, alam, dan dimensi spiritual, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keseimbangan ekologis. Modernisasi menghadirkan tantangan berupa komersialisasi simbol budaya dan pergeseran nilai pada generasi muda, sehingga revitalisasi tradisi membutuhkan integrasi pendidikan, dokumentasi budaya, dan kolaborasi komunitas. Studi ini menegaskan bahwa Ma’lamba Tedong bukan sekadar warisan adat, tetapi sumber pengetahuan historis-spiritual yang relevan bagi penguatan identitas lokal dan pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal.


Keywords


Ma’lamba Tedong, Filsafat Sejarah, Identitas Lokal, Hermeneutika Budaya, Mamasa

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7553
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7553 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abas, A., Aziz, A., & Awang, A. (2022). A Sistematic Review on the Lokal Wisdom of Indigenous People in Nature Conservation. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 14, Issue 6). https://doi.org/10.3390/su14063415

Atmanti, F. P., & Uekita, Y. (2024). Preserving tradition: the role of community customs and sustainable practices in traditional house preservation on Nias Island, Indonesia. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 1–21.

Collingwood, R. G. (1993). The idea of history. Oxford University Press.

Conroy, S. A. (2003). A Pathway for Interpretive Phenomenology. International Journal of Qualitative Methods , 2(3). https://doi.org/10.1177/160940690300200304

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The Sage handbook of qualitative research. sage.

Eptiana, R., Amir, A., Akhiruddin, A., & Sriwahyuni, S. (2021). Pola Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Mempertahankan Budaya Lokal (Studi Kasus Pembuatan Rumah Di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa). Education, Language and Culture Journal, 1(1), 20–27.

Fitrianto, E. M., & Fahruddin, F. (2024). PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL BERBASIS REENACTMENT. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 9(1), 23–29.

Frans, S. M., & Wardani, L. K. (2015). Makna Simbolik pada Banua Layuk Rumah Tradisional Mamasa, Sulawesi Barat. Dimensi Interior, 13(1), 11–20.

González-González, J. M., Franco-Calvo, J. G., & Español-Solana, D. (2022). Educating in History: Thinking Historically through Historical Reenactment. Sosial Sciences, 11(6). https://doi.org/10.3390/socsci11060256

Hariyono, H. (2017). Sejarah Lokal: Mengenal yang Dekat, Memperluas Wawasan. Sejarah Dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 11(2). https://doi.org/10.17977/um020v11i22017p160

Kistanto, N. H. (2018). TRANSFORMASI SOSIAL-BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 13(2). https://doi.org/10.14710/sabda.13.2.169-178

Koentjaraningrat, R. M. (1994). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan: bungarampai. Gramedia Pustaka Utama.

Mithen, Sampebua, O., Sunardi, & Dirawan, G. D. (2015). Model lokal wisdom to preserve the environment in South Sulawesi and West Sulawesi Indonesia. Man in India, 95(4).

Nasir, M., Danial, M., Azis, A. R., & Adawiah, R. (2024). Lokal Wisdom Values of Malaqbi As the Formation of Mandar Ethnic Character. Al-Qalam, 30(1), 166–175.

Rusnali, A. N. A., Bahfiarti, T., Mau, M., & Faried, M. (2024). Environmental Communication in West Sulawesi: The Role of Media and Technology in Nature Conservation Campaigns. Palakka: Media and Islamic Communication, 5(2), 156–172.

Sukamto, A., Pramono, R., Han, C., & Parulian, S. P. (2022). Mechanical Solidarity as precipitating faktor in establishing Ethnic Churches in Bandung in the first half of the 20th Century. Pharos Journal of Theology, 104(1). https://doi.org/10.46222/PHAROSJOT.10419

Suryaalim, A. M. A., & Fausiah, A. (2023). Persepsi Masyarakat terhadap Perbandingan Kriteria Harga Kerbau di Kabupaten Mamasa Propinsi Sulawesi Barat. AGRIMOR, 8(2). https://doi.org/10.32938/ag.v8i2.1985

Warman, A. T., Atmoko, B. A., Maulana, H., & Baliarti, E. (2022). Slaughtering Buffalo in the “Bantai Adat” Tradition During Eid Before and During the Covid-19 Pandemic in Padang Pariaman Regency West Sumatra Province, Indonesia . Proceedings of the 9th International Seminar on Tropical Animal Production (ISTAP 2021), 18. https://doi.org/10.2991/absr.k.220207.055

Wibowo, S. E. (2022). Hermeneutika: kontroversi kaum intelektual Indonesia. (No Title).

Wijaya, D. N. (2015). RG Collingwood dalam Idealisme Historis. Jurnal Sejarah Dan Budaya, 9(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Muhammad Hamka Halim, Rahma Awalia, Muhammad Syukur, M Ridwan Said Ahmad

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.