Mitologi Penamaan Masjid 60 Kurang Aso Dalam Perspektif Roland Barthes, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan

(1) * Divani Fadilah Putri Mail (Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia)
(2) Fanesya Putri Amelya Mail (Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia)
(3) Rugayah Rugayah Mail (Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia)
(4) Azlin Resiana Mail (Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Nama adalah sebuah tanda linguistik, yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sebuah makna. Yang selalu terjalin dengan konteks budaya, sejarah, dan nilai-nilai yang melingkupinya. Dalam studi Semiotika, nama menjadi sebuah jembatan pemahaman bagi masyarakat, dalam mengontruksi dan memaknai sebuah realitas. Masjid merupakan pusat peribadatatan dan sebagai sebuah simbol keagamaan. Di Solok Selatan tepat nya di Nagari Pasir Talang,terdapat sebuah masjid yang sangat mencuri perhatian. Masjid ini bernama “Masjid 60 kurang Aso”. Dari segi literatur nama ini berarti “Masjid Enam Puluh Kurang Satu”. Penamaan ini sekilas tampak sistematis, namun konon menyimpan berbagai lapisan makna serta terdapat sebuah mitos yang diyakini oleh masyarakat sekitar, tentang asal-usul penamaan masjid tersebut. Untuk mengupas makna di balik nama ini, penelitian ini akan menerapkan semiotika Roland Barthes, khususnya konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Melalui kerangka Barthes, kami akan menganalisis bagaimana nama "60 Kurang Aso" tidak hanya merujuk pada fisik bangunan, tetapi juga membangun dan mereproduksi sistem makna, nilai, serta mitos yang signifikan bagi masyarakatnya. Analisis ini diharapkan memperkaya pemahaman semiotika nama tempat, khususnya dalam konteks keagamaan dan warisan budaya Indonesia.


Keywords


Nama, Semiotika, Masjid, mitos, makna

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7627
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7627 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bagus, L. (2000). Kamus Filsafat. Gramedia Pustaka Utama.

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.

Kris, M. (2004). Semiotika Budaya: Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.

Saussure, F. de. (1988). Course in General Linguistics. Open Court.

Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Ghalia Indonesia.

Bandala Kun. (n.d.). KAPARATAIAN ADAT DAN LIMBAGO PADA MASYARAKAT MINANGKABAU. https://bandalakun.wordpress.com/

https://www.kompasiana.com/gapey-sandy

https://halaltourism.visitbeautifulwestsumatra.id/masjid-60-kurang-aso/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Divani Fadilah Putri, Fanesya Putri Amelya, Rugayah Rugayah, Azlin Resiana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.