Klasifikasi Hadits Tarbawi Tentang Pendidikan Emosi (Kecerdasan Emosional)

(1) * Maslani Maslani Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
(2) Fahren Sepujan Nasution Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
(3) Moch Ardia Putra Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
(4) Zahra Nur Azizah Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan analisis terhadap hadits-hadits tarbawi (pendidikan) yang berfokus pada pendidikan emosi, atau kecerdasan emosional (Emotional Quotient - EQ). Penelitian kualitatif studi literatur ini berupaya mengidentifikasi landasan normatif Islam dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik serta metode-metode praktis yang relevan. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain. Dalam kerangka Islam, EQ yang paripurna diidentikkan dengan perilaku sabar dan pengendalian diri yang didasari tawakal. Lima indikator EQ modern (kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial) dihubungkan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hasil analisis syarah hadits menunjukkan bahwa kekuatan sejati (al-syadid) terletak pada pengendalian amarah (self-regulation) dengan solusi praktis berbasis sunnah (seperti duduk atau berwudu); larangan hasad (dengki) esensial untuk memelihara keterampilan sosial dan ukhuwah; keharusan mengelola rasa takut menjadi khashya kepada Allah (self-awareness); serta menyikapi kesedihan/kekecewaan dengan sabar dan tawakal sebagai sumber motivasi spiritual. Metode pendidikan emosi yang efektif dalam Islam meliputi pembiasaan ibadah rutin, pengajaran Al-Qur'an dan zikir (tazakkur/tafakkur), sosialisasi, kisah teladan, dan penggunaan nasyid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menyediakan kerangka kerja holistik untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional, menjadikannya relevan dan mendesak untuk mengatasi krisis moral, seperti kasus perundungan (bullying) di institusi pendidikan.


Keywords


Hadits Tarbawi; Pendidikan Emosi; Kecerdasan Emosional (EQ); Sabar; Pengendalian Diri.

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7693
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7693 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amaryllia Puspasari. (2009). Emotional Intelligent Parenting. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Cooper, Robert K & Sawaf, A. (2002). Executive EQ: Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Darajat, Z. (1993). Peranan Agama dalam Kesehatan Mental. Jakarta: CV Haji Msagung.

Eri Satria Bin Sanusi, & Mohamed, R. (2017). Analisis Terhadap Peranan Nasyid dalam Dakwah. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 16(2), 238.

Goleman Daniel. (1994). Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia Utama.

Kistoro, H. C. A. (2014). Kecerdasan Emosional Dalam Pendidikan Islam. Tesis. Pendidikan Agama Islam.

Khozinatin Luluk. (2017). Keutamaan Puasa Sunnah dalam Prespektif Hadis (Kajian Tematik). Jakarta: FK Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah.

Muhammad Abdurrasyid Ridlo, Susanti Vera, & Ismail, E. (2022). Studi Tematik Hadis tentang Keutamaan Membaca Al-Quran. Gunung Djati Conference Series, 8, 98.

Mulyanto. (2004). Kisah-Kisah Teladan untuk Keluarga. Jakarta: Gema Insani Press.

Rasyid, M. Ainur. (2017). Hadits-hadits Tarbawi. Yogyakarta: Diva Press.

Ronggo Astungkoro. (2023). KPAI: Dunia Pendidikan Indonesia Darurat Kekerasan. Republika.co.id. [Diakses 12 Oktober 2023].

Saifudin Zuhri. (2019). Tarbiyah Ruhiyah (Pendidikan Ruhani) Bagi Anak Didik dalam Perspektif Pemikiran Pendidikan Islam. Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar, 2(1), 43.

Tarmizi. (2016). Pendidikan Rohani dalam Al-Quran. Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 2(2), 133.

Ulwan, N. (2005). Pendidikan Anak dalam Islam. (I. Al ‘Utaibi, Tahqiq).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Maslani Maslani, Fahren Sepujan Nasution, Moch Ardia Putra, Zahra Nur Azizah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.