Illegal Fishing dan Pertanggungjawaban Pidana: Studi atas Sengketa Maritim Indonesia-Vietnam
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7770Keywords:
Illegal Fishing, Pertanggungjawaban Pidana, Undang-Undang Perikanan, Zona Ekonomi Eksklusif.Abstract
Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana illegal fishing melalui kajian terhadap pendekatan hukum antara Indonesia dan Vietnam serta implikasinya terhadap sengketa maritim di Laut Natuna Utara. Fokus analisis diarahkan pada penegakan hukum perikanan nasional Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 jo. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dan Vietnam melalui Law on Fisheries No. 18/2017/QH14. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif-komparatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan hukum internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan hukum pidana sebagai primum remedium melalui sanksi represif, sedangkan Vietnam menempatkan pidana sebagai ultimum remedium dengan penekanan pada sanksi administratif dan pengawasan preventif. Dalam kerangka UNCLOS 1982, efektivitas hukum nasional terbukti terbatas tanpa kerja sama bilateral dan regional. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan sinergi Indonesia–Vietnam melalui mekanisme ASEAN dan RPOA-IUU guna mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.
Downloads
References
Alonso, G., & Marschke, M. (2023). Blue boats in deep waters: how aspects of IUU policy impact Vietnamese fish workers. Maritime Studies, 22(2), 2. https://doi.org/10.1007/s40152-023-00303-7
Ambarsari, K. T., Rahmansyah, I., Fajar, M. A., & Putri, A. D. A. (2023). Concept of Illegal Fishing for Indonesian Regulations and UNCLOS. Yuridika, 38(1), 7–8. https://doi.org/10.20473/ydk.v38i1.38045
Anom, S. (2020). Yurisdiksi Kewenangan Relatif Pengadilan Perikanan dalam Memutus Perkara Perikanan di Indonesia. Nurani Hukum, 3(2), 64. https://doi.org/10.51825/nhk.v3i2.8564
Asrori, F., Kusumaning Jati, I., & Andi Fitriono, R. (2021). Penanggulangan Tindak Pidana Perikanan Illegal Fishing Di Laut Natuna. Jurnal Gema Keadilan, 8(3), 14–17. https://doi.org/10.51370/jhpk.v3i1.49
Choiro, U., Lindasari, U. Q., & Al Faruq, U. (2025). Dampak Penenggelaman Kapal Illegal Fishing di Wilayah Indonesia Ditinjau dari Perspektif Hukum Internasional. Begawan Abioso, 15(2), 57. https://doi.org/10.37893/abioso.v15i2.1000
Darmawijaya, A. S., Ras, A. R., & Wardoyo, B. (2022). ILEGAL FISHING DI LAUT NATUNA UTARA: UPAYA PENANGANAN ILLEGAL FISHING SERTA PARA PELAKU SETELAH TERTANGKAP. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1), 65–67.
Della, R. H., & Kuntasa, T. (2022). Conflict of Maritime Delimitation in Exclusive Economic Zone (EEZ) between Indonesia and Vietnam. JMSNI (Journal of Maritime Studies and National Intergration), 6(2), 117–123.
Fajardo, T. (2022). To criminalise or not to criminalise IUU fishing: The EU’s choice. Marine Policy, 144(July), 3–4. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2022.105212
Fuad, M. (2025). Susi Pudjiastuti: Perempuan Berani di Pusaran Laut dan Kebijakan. Solusi Saluran Informatif. https://solutif.id/susi-pudjiastuti-perempuan-berani-di-pusaran-laut-dan-kebijakan/#:~:text=Selama masa jabatannya%2C Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan penenggelaman,paling tegas dalam sejarah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Indonesia, K. K. dan P. R. (2025). KP Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp774,3M Imbas Illegal Fishing Periode Januari-Mei 2025. Kementerian Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia. https://kkp.go.id/news/news-detail/kp-selamatkan-potensi-kerugian-negara-rp7743-m-imbas-ilegal-fishing-periode-januari-mei-2025-lRV1.html?utm
Indonesia Seas Large Marine Acosystem (ISLME). (2024). Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/in-action/indonesian-seas-large-marine-ecosystem/en
Jayawibawa, M. H. (2024). Empowering Archipelago Regional Laws: A Legal Analysis of Their Role in Promoting Equal Development and Enhancing the Well-being of People in Indonesia. PENA LAW: International Journal of Law, 2(2), 1. https://doi.org/10.56107/penalaw.v2i2.175
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2025). KKP Selamatkan Kerugian Negara Rp13 T dari Praktik IUUF Sejak 2020. Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan.
Khac Giang, N. (2024). Assessing Vietnam’s Challenges in Fighting IUU Fishing. ISEAS: Yusof Ishak Institute, 18, 3.
KKP Perbarui Data Estimasi Potensi Ikan, Totalnya 12,01 Juta Ton per Tahun. (2022). Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. https://kkp.go.id/djpt/kkp-perbarui-data-estimasi-potensi-ikan-totalnya-1201-juta-ton-per-tahun65c2fc36f3185/detail.html
Kusnadi, L. R. (2025). Penanggulangan Tindak Pidana Illegal Fishing di Wilayah Perairan Indonesia. Lex Privatum, 15(3), 5–8. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Lewerissa, Y. A. (2018). Impersonating Fishermen: Illegal Fishing and the Entry of Illegal Immigrants as Transnational Crime. Journal of Indonesian Legal Studies, 3(2), 276. https://doi.org/10.15294/jils.v3i02.27558
Liliansa, D. (2020). The Necessity of Indonesia’s Measures to Sink Vessels for IUU Fishing in the Exclusive Economic Zone. Asian Journal of International Law, 10(1), 28. https://doi.org/10.1017/S2044251319000183
Marine and Fisheries. (2025). WWF Indonesia. https://www.wwf.id/en/learn/marine-fisheries
Merdekawati, A., Adiyanto, T., & Hasibuan, I. A. T. (2021). UNCLOS 1982 and the Law Enforcement Against Illegal Fishing in Indonesia: Judges’ Diverging Perspectives. Mimbar Hukum, 33(1), 44–47. https://doi.org/10.22146/mh.v33i1.1954
Monateri, P. G. (2012). Methods of Comparative Law. Edward Elgar Publishing Limited.
Okafor-Yarwood, I. (2019). Illegal, unreported and unregulated fishing, and the complexities of the sustainable development goals (SDGs) for countries in the Gulf of Guinea. Marine Policy, 99(May), 2. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2017.09.016
Sahputra, Y. E. (2025). Mengapa Pencurian Ikan oleh Kapal Vietnam Terus Terjadi? Mongabay. https://mongabay.co.id/2025/05/30/mengapa-pencurian-ikan-oleh-kapal-vietnam-terus-terjadi/
Santi, I., & Adhayanto, O. (2019). Tindakan Administrasi Keimigrasian terhadap Pelaku Illegal Fishing. Jurnal Wawasan Yuridika, 3(2), 271–272. https://doi.org/10.25072/jwy.v3i2.262
Sinaga, B. A. B. (2021). Analisis Efektivitas Pidana Denda Terhadap Warga Negara Asing Pelaku Illegal Fishing Di Wilayah Zee Indonesia (Studi Pada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Belawan). Jimhum, 1(4), 4–5. https://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimhum/article/download/922/968
Sodik, D. M. (2009). IUU Fishing and Indonesia’s Legal Framework for Vessel Registration and Fishing Vessel Licensing. Ocean Development and International Law, 40(3), 253. https://doi.org/10.1080/00908320903076797
Thahira, A., Idiani, I., Kaloko, I. F., & Nariyah, A. A. N. (2024). Penyelesaian Ilegal Fishing di Zee Natuna Utara Indonesia Melalui Prinsip Boundry Making oleh Indonesia di Sebelah Utara Zee Maritime Boundry Delimination Indonesia-Vietnam Berdasarkan Unclos. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(6), 5947–5959.
The Coral Triangle. (n.d.). Coraltriangle.Org. https://coraltriangle.org/
Tran, B. (2023). The Vietnam-Indonesia EEZ agreement upholds UNCLOS. East Asia Forum. https://eastasiaforum.org/2023/02/16/the-vietnam-indonesia-eez-agreement-upholds-unclos
Yoga, P. R. A., & Bautista, L. (2025). Legal Analysis of the Establishment of Exclusion Zones for Submarines in Indonesia’s Archipelagic Sea Lanes. Ocean Development and International Law, 56(3), 290. https://doi.org/10.1080/00908320.2025.2529801
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















