Analisis Penanganan Bagasi Hilang oleh Petugas Unit Lost and Found pada PT Global Sky Aviasi di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende

Authors

  • Afrina Yurniarlis Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia
  • Yulia Aji Puspitasari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jclhr.v1i2.5443

Keywords:

PT Global Sky Aviasi, Unit Lost And Found, Penanganan Bagasi Hilang

Abstract

Bagasi penumpang merupakan harta benda berharga atau barang-barang pribadi milik penumpang yang di izinkan oleh maskapai penerbangan untuk diangkut ke dalam pesawat dan merupakan kebutuhan penumpang selama melakukan perjalanan dengan transportasi udara. Unit lost and found di PT Global Sky Aviasi adalah unit khusus dalam penanganan bagasi dari kegiatan loading and loading sampai penyerahan bagasi kepada penumpang. Fokus penanganan unit lost and found ini ketika penumpang mendapat masalah seperti bagasi hilang, rusak, tertukar dan tertinggal. Apabila terjadi hal tersebut, maka penumpang dapat membuat laporan kepada unit lost and found. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penanganan bagasi hilang oleh unit lost and found PT Global Sky Aviasi, kendala yang dihadapi petugas serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yaitu pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dilapangan, sedangkan data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung seperti foto-foto, dokumen, benda-benda dan lain sejenisnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prosedur penanganan bagasi hilang oleh unit lost and found PT. Global Sky Aviasi di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende telah mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, namun belum terlaksana secara efektif karena masih terjadi penyimpangan bagasi penumpang. Proses penanganan bagasi hilang ini mencakup penerimaan laporan, pengisian dokumen PIR, pencarian bagasi melalui sistem pelacakan dan pemberian kompensasi sesuai ketentuan. Kendalanya bahwa masih perlunya peningkatan kompetensi SDM, keterbatasan fasilitas dan sistem pelacakan serta interaksi dengan penumpang oleh petugas lost and found. Upaya yang dilakukan yaitu kerja sama dengan maskapai Wings Air di berbagai cabang bandara dan juga bekerja sama dengan Operasional Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende. Kemudian meningkatkan efisiensi dalam menangani bagasi hilang melalui perbaikan sistem pelacakan, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan rutin. Selain itu, penerapan prosedur penanganan yang lebih ketat, edukasi kepada penumpang serta peningkatan fasilitas di unit lost and found untuk mendukung efektivitas layanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daud, Mohamad Ca’nur (2022). Analisis Pengawasan Keamanan Dan Keselamatan Penerbangan Oleh Unit Aviation Security Di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende. Jurnal Publikasi Manajemen Informatika, 1(3), 102-107.

Data PIR (Property Irregularity Report) PT. Global Sky Aviation Tahun 2024.

Diana, Nining Aryanti (2022). Analisis Pelaksanaan Unit Avsec Maskapai Dalam Penanganan Security Item Bawaan Penumpang Pada Maskapai Wings Air di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende. Tugas Akhir, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Angkutan Udara.

Putra, Nanda Bayu Anggara (2022). Analisis Penanganan Bagasi Bermasalah Oleh PT. Kokapura di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Tugas Akhir, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-03-12

How to Cite

Yurniarlis, A., & Puspitasari, Y. A. (2026). Analisis Penanganan Bagasi Hilang oleh Petugas Unit Lost and Found pada PT Global Sky Aviasi di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende. Journal of Constitutional, Law and Human Rights, 1(2), 421–426. https://doi.org/10.57235/jclhr.v1i2.5443

Citation Check