Cahaya Dalam Islam dan Fisika: Dari Ayat Cahaya Hingga Teori Elektromagnetik

Authors

  • Ade Ayu Lestari Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • M Fadly Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nadyne Zarlyza Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Novia Novia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Putri Najwa Sabrina Nst Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Septya Yulandari Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rizki Salsabila Batubara Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ramadhan Saleh Lubis Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jclhr.v1i2.5728

Keywords:

Cahaya, Gelombang, Partikel, Dualisme, Al-Qur'an, Hidayah, Sains, Teknologi

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep cahaya dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi: sudut pandang ilmiah dan perspektif Al-Qur'an. Dalam sains, cahaya dipahami sebagai kuantitas fisik fundamental yang memiliki kecepatan tertinggi di alam semesta, menjadi konstanta penting dalam berbagai teori dan perhitungan. Pemahaman ilmiah tentang cahaya telah berkembang secara signifikan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia, dari teori partikel hingga konsep dualisme gelombang-partikel. Sifat dualistik cahaya ini telah memungkinkan pengembangan teknologi transformatif, seperti laser, serat optik, dan sel surya, yang berdampak luas pada kehidupan modern. Sementara itu, Al-Qur'an memandang cahaya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar fenomena fisik. Dalam konteks spiritual, cahaya sering kali diasosiasikan dengan petunjuk, kebijaksanaan, dan kebenaran. Al-Qur'an menyebutkan bahwa cahaya dapat menjadi penuntun bagi manusia menuju jalan yang lurus dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensi. Lebih lanjut, Al-Qur'an menyatakan bahwa cahaya hakiki berasal dari Allah SWT, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya sebagai rahmat dan hidayah. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman ilmiah dan spiritual tentang cahaya, menyoroti bagaimana kedua perspektif tersebut dapat memberikan wawasan yang berharga tentang peran dan makna cahaya dalam kehidupan kita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, H. (2007). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Alfiah, S., & Dwikoranto. (2022). Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Laboratorium Virtual PhET Untuk Meningkatkan HOTs Siswa SMA. JP2F (Jurnal Pendidikan Fisika), 13(1), 9–18.

Azizah, D. N. (2020). Konsep Cahaya Dalam Al-Qur'an (Kajian Semantik Al-Qur'an). Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 11(2), 293-304.

Dalimunthe, D. B. (2017). Manfaat Matahari Menurut al-Qur'an dan Kaitannya dengan Sains $$Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru].

Giancoli, D. C. (2001). Fisika dasar, Jilid 2 Edisi Kelima. Erlangga.

Kaunia. (2008). Konsep Cahaya dalam Al-Qur'an dan Sains. Kaunia, 4(2), 147-158.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. (2016). Cahaya Dalam Perspektif Al-Qur'an dan Saint. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Mulyono, A., & Abtokhi, A. (2006). Fisika dan al-Qur'an. UIN Malang Press.

Mustaqim, A. (2014). Dinamika Sejarah tafsir Al-Qur'an. Adab Press.

Downloads

Published

2026-03-12

How to Cite

Lestari, A. A., Fadly, M., Zarlyza, N., Novia, N., Nst, P. N. S., Yulandari, S., … Lubis, R. S. (2026). Cahaya Dalam Islam dan Fisika: Dari Ayat Cahaya Hingga Teori Elektromagnetik. Journal of Constitutional, Law and Human Rights, 1(2), 771–775. https://doi.org/10.57235/jclhr.v1i2.5728

Citation Check