Pengaruh Pencegahan FOD oleh Petugas AMC terhadap Keselamatan Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang

Authors

  • Christina Rachel BR Manurung Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia
  • Eny Sri Haryati Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/hemat.v3i2.8994

Keywords:

Pencegahan FOD, Apron Movement Control (AMC), Keselamatan Operasional

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran unit Apron Movement Control (AMC) dalam mengawasi dan memitigasi bahaya Foreign Object Debris (FOD) guna menjamin keselamatan operasional penerbangan di area sisi udara (airside) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang. Jenis objek FOD yang berpotensi membahayakan penerbangan di area apron meliputi material teknis/mekanis, logistik, hingga sampah akibat faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pencegahan FOD oleh petugas AMC terhadap keselamatan operasional serta mengukur besarnya tingkat kontribusi pengaruh tersebut. Landasan teori yang digunakan dibangun atas teori manajemen risiko (human error) dari Reason serta indikator keselamatan operasional airside. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan sampel jenuh berukuran 70 personel AMC dari seluruh terminal operasional. Hasil penelitian dan pengujian hipotesis secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara tindakan pencegahan FOD oleh petugas AMC terhadap Keselamatan Operasional (t hitung= 13,204 > t tabel = 1,997; p-value = 0,000 < 0,05). Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh adalah Y = 7,435 + 1,795X, yang menunjukkan hubungan searah di mana peningkatan kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu pencegahan FOD akan meningkatkan keselamatan operasional di apron. Selanjutnya, perhitungan Koefisien Determinasi (R²) menghasilkan nilai R Square sebesar 0,719 (71,9%), yang mengindikasikan bahwa tindakan pencegahan FOD oleh petugas AMC memberikan kontribusi dominan dalam menentukan tingkat keselamatan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, sementara 28,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Findarsih, A., & Widagdo, S. (2023). Pengaruh kinerja Apron Movement Control terhadap keselamatan operasional penerbangan di Bandar Udara Haluoleo. Jurnal Transportasi Udara.

International Civil Aviation Organization. (2018). Annex 19 to the Convention on International Civil Aviation: Safety management (2nd ed.). ICAO. https://store.icao.int/en/annex-19-safety-management

International Civil Aviation Organization. (2022). Aerodrome design and operations (Annex 14 to the Convention on International Civil Aviation, Volume I) (9th ed.). ICAO. https://store.icao.int/

Rahmandhani, A., & Hodi, M. (2023). Analisis penanganan Foreign Object Debris (FOD) oleh Apron Movement Control dalam mendukung keselamatan operasional di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali. Jurnal Transportasi Udara.

Reason, J. (2017). Managing the risks of organizational accidents. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315543543

Republik Indonesia. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. https://peraturan.bpk.go.id/

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. https://peraturan.bpk.go.id/

Rizaldi, R., & Setiawan, A. (2016). Keselamatan operasional penerbangan. Deepublish.

Sjafrizal. (2021). Manajemen operasional bandar udara. Penerbit Deepublish.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D).Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-08-07

How to Cite

Christina Rachel BR Manurung, & Eny Sri Haryati. (2026). Pengaruh Pencegahan FOD oleh Petugas AMC terhadap Keselamatan Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 3(2), 88–95. https://doi.org/10.57235/hemat.v3i2.8994

Citation Check