Evaluasi Strategi Penanganan Irregular Operations oleh Integrated Operation Control Center (IOCC) Dalam Meminimalkan Keterlambatan Penerbangan Lion Air Group

Authors

  • Mochamad Ryan Ghulam Faturohman Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Triyani Retno Putri Sari Dewi Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Rivandi Hafieza Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/hemat.v3i2.9095

Keywords:

irregular operation, IOCC, strategi penanganan, evaluasi, keterlambatan penerbangan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk irregular operation (IROPS), menganalisis strategi penanganan, dan mengevaluasi efektivitas strategi tersebut yang diterapkan oleh Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group dalam meminimalkan keterlambatan penerbangan, mengingat Lion Air mencatat On-Time Performance (OTP) sebesar 68,71% pada tahun 2024, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 73,78%. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif evaluatif dan strategi studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan, observasi nonpartisipatif di ruang IOCC, dan telaah dokumen Standard Operating Procedure (SOP) IOCC-QS-SOP/OCC-02, yang dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber serta model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IROPS dipengaruhi oleh faktor internal (late incoming aircraft, gangguan teknis, minus aircraft, ketidaksiapan kru) dan faktor eksternal (cuaca buruk, pembatasan Air Traffic Flow Management, unexpected NOTAM, force majeure). IOCC menerapkan koordinasi lintas unit, sembilan opsi pemulihan operasi, prosedur Emergency Response Plan (ERP), dan Minus Aircraft Procedure. Evaluasi terhadap empat dimensi (kecepatan respons, kualitas koordinasi, ketepatan pemilihan tindakan, dan pencegahan delay propagation) menunjukkan strategi tersebut sudah kuat pada level operasional-taktis, namun masih memerlukan peningkatan pada kecepatan pelaporan administratif, integrasi sistem, dan kapasitas prediktif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdelghany, A., & Abdelghany, K. (2026). Addressing the systemic complexity of airline irregular operation: Toward integrated schedule recovery. Journal of Air Transport Management, 131, 102925. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2025.102925

Badan Pusat Statistik. (2026). Perkembangan transportasi Desember 2025. Badan Pusat Statistik.

Bouarfa, S., Müller, J., & Blom, H. (2018). Evaluation of a multi-agent system approach to airline disruption management. Journal of Air Transport Management, 71, 108–118. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2018.05.009

Buchanan, S. (2017). Operational planning and control. In Airline Operations (pp. 116–124). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315566450-10

Erdem, F., & Bilgiç, T. (2024). Airline delay propagation: Estimation and modeling in daily operation. Journal of Air Transport Management, 115, 102548. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2024.102548

Fogaça, L. B., Henriqson, E., Junior, G. C., & Lando, F. (2022). Airline disruption management: A naturalistic decision-making perspective in an operational control centre. Journal of Cognitive Engineering and Decision Making, 16(1), 3–28. https://doi.org/10.1177/15553434211061024

Geske, A. M., Herold, D. M., & Kummer, S. (2024). Integrating AI support into a framework for collaborative decision-making (CDM) for airline disruption management. Journal of the Air Transport Research Society, 3, 100026. https://doi.org/10.1016/j.jatrs.2024.100026

Hassan, L. K., Santos, B. F., & Vink, J. (2021). Airline disruption management: A literature review and practical challenges. Computers & Operations Research, 127, 105137. https://doi.org/10.1016/j.cor.2020.105137

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Tingkat ketepatan waktu (on time performance) badan usaha angkutan udara berjadwal. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Hubnet.

Su, Y., Xie, K., Wang, H., Liang, Z., Chaovalitwongse, W., & Pardalos, P. (2021). Airline disruption management: A review of models and solution methods. Engineering, 7(4). https://doi.org/10.1016/j.eng.2020.08.021

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif (untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif). Alfabeta.

Wu, S., Liu, E., Cao, R., & Bai, Q. (2025). Airline recovery problem under disruptions: A review. Computers & Operations Research, 175, 106915. https://doi.org/10.1016/j.cor.2024.106915

Downloads

Published

2026-08-25

How to Cite

Mochamad Ryan Ghulam Faturohman, Triyani Retno Putri Sari Dewi, & Rivandi Hafieza. (2026). Evaluasi Strategi Penanganan Irregular Operations oleh Integrated Operation Control Center (IOCC) Dalam Meminimalkan Keterlambatan Penerbangan Lion Air Group. Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 3(2), 257–262. https://doi.org/10.57235/hemat.v3i2.9095

Citation Check