(2) Supsiloani Supsiloani
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk memahami proses serta makna yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna pada etnis Batak Toba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana semua data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data-data disusun dengan reduksi, kemudian merumuskan kesimpulan setelah dianalisis dengan cara kualitatif. Adapun makna dari pelaksanaan tradisi Masihol tu Tulangna yaitu untuk menghormati tulang selaku pihak yang memiliki peran penting di dalam kehidupan masyarakat etnis Batak Toba. Tradisi Masihol tu Tulangna tidak hanya ritual adat semata, tetapi menjadi ajang dalam mempererat ikatan sosial, kekeluargaan, dan gotong royong yang merupakan ciri khas masyarakat Batak Toba. KeywordsMasihol tu Tulangna, Tradisi, Anak
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.7420 |
Article metrics10.57235/mesir.v3i1.7420 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amarullah, Z. (2018). Tradisi Cukuran Bayi Masyarakat Muslim Seberang Kota Jambi Menurut Hukum Islam. UIN Sulthan Thaha Saifuddin.
Bungin, Burhan., 2017, Metodologi Penelitian Kualitatif, Depok: PT RajaGrafindo Persada.
Butar-butar, C., Isman, M., & Syamsuryurnita, S. (2021). Peran Tradisi Lisan Mitos Tona dan Pola dalam Mewariskan Budaya dan Kearifan LokaL Pada Masyarakat Batak Toba. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1).
Geertz, C., 1992. TAFSIR KEBUDAYAAN. 1 ed. Yogyakarta: Kanisius.
Gusnanda, G., Wendry, N. & Hakim, L., 2020. Mambadakan Paja: Pergumulan Islam dan Tradisi Lokal di Nagari Kamang Mudiak Kabupaten Agam Sumatera Barat.. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 6(2), pp. 261-275.
Haloho, O. (2022). Konsep Berpikir Suku Batak Toba: Anakkon Hi Do Hamoraon di Au. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(3), 747-752. doi:10.32884/ideas.v8i3.896
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (H. Abadi (ed.). CV Pustaka Ilmu Group.
Hasan, et al, (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Sukoharjo: Tahta Media Group
Isla, I. M. & Fatimah, S., 2019. TRADISI TURUN MANDI DI DUSUN PENGHIJAUAN DESA PASAR BARU KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI RIAU. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8(2), pp. 430-434.
Nanda, A. A. N., 2020. Pendidikan Moral Pada Tradisi Bayi Digendong Saat Maghrib Di Desa Regunung-Jawa Tengah.. Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(1), pp. 72-81.
Prihantari, L., & Sabardila, A. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Memasukkan Kaki Ke Pawon dalam “Tilik Bayi”. Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 22(1), 26-32. doi:10.24843/PJIIB.2022.v22.i01.p04
Sahir, Syafrida Hafni (2021). Metodologi Penelitian. Bantul: Penerbit KBM Indonesia
Sanjaya, E., O. & Kwartanti, H., 2018. Tradisi Satu Bulan Bayi Pada Pasangan Campuran Etnis Tionghoa Dan Etnis Jawa Di Surabaya. Century, 5(2), pp. 47-58.
Sarinastiti, A. (2018). Tradisi Pengalungan Jimat Kalung Benang Pada Bayi Di Dukuh Mudalrejo Desa Kedungsari Kecamatan Gebong Kabupaten Kudus (Kajian Living Hadis). Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora: UIN Walisongo Semarang.
Simanjuntak, B. A., 2009. KONFLIK STATUS DAN KEKUASAAN ORANG BATAK TOBA: Bagian Sejarah Batak. 3 ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Simanjuntak, B. A., 2016. STRUKTUR DAN SISTEM POLITIK BATAK TOBA HINGGA 1945: Suatu Pendekatan Antropologi Budaya dan Politik. II ed. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sirait, L. (2022). Kajian Sosio-Teologis terhadap “Pasu-pasu Ni Tulang dalam Pesta Adat Pernikahan Masyarakat Batak Toba di desa Palas”. Tugas Akhir Universitas Kristen Satya Wacana: Salatiga
Spradley, James. A. (2006). Metode Etnografi. Terjemahan Mizbah Zulfa Elizabeth. Yogyakarta. Tiara Wacana
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: CV. ALFABETA
Taqwin, A., 2022. Tradisi Potong Rambut Gimbal Dalam Perspektif Dakwah Masyarakat Desa Tlogojati. Jurnal Komunikasi dan Media, 1(1), pp. 43-60.
Thakur, R. & Singh, . S., 2022. The Pangwala People of Pangi Region: Ethnography of Rituals and Ceremonies. The Scientific Temper, 13(2), pp. 229-236.
Widyanita, A. R., & Sudrajat, A. (2023). Tradisi Selapanan Sebagai Simbol Kelahiran Bayi Bagi Masyarakat Jawa . Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 27(1), 1–7. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/866
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Yosie Magdalena Sihombing, Supsiloani Supsiloani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download