(2) Nia Adelina Br Sembiring
(3) Eka Grisanna Sihite
(4) Putri Kemala Dewi Lubis
(5) Khairani Alawiyah Matondang
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan pendekatan Value for Money (VFM) yang mencakup aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Sebagai salah satu kabupaten dengan APBD terbesar di Sumatera Utara yang mencapai Rp4,8 triliun pada tahun 2024, Deli Serdang menghadapi tantangan dalam optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana diberitakan media lokal mengenai realisasi PAD yang hanya mencapai 61,61% hingga awal Desember 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Deli Serdang tahun 2022–2024 yang diperoleh dari portal DJPK Kemenkeu. Teknik analisis menggunakan perhitungan rasio ekonomis (perbandingan realisasi belanja dengan anggaran belanja), rasio efisiensi (perbandingan realisasi belanja dengan realisasi pendapatan), dan rasio efektivitas (perbandingan realisasi PAD dengan target PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Deli Serdang mengalami fluktuasi. Dari aspek ekonomis, tahun 2022 tergolong tidak ekonomis (103,44%), namun membaik menjadi sangat ekonomis pada tahun 2023 (83,58%) dan 2024 (85,49%). Dari aspek efisiensi, tahun 2022 tidak efisien (100,04%), sedangkan tahun 2023 (99,06%) dan 2024 (96,21%) telah mencapai kategori efisien. Adapun dari aspek efektivitas PAD, selama tiga tahun berturut-turut berada pada kategori kurang efektif, yakni 70,41% (2022), 63,98% (2023), dan 71,00% (2024). Temuan utama penelitian ini adalah adanya paradoks antara keberhasilan penghematan belanja (ekonomis dan efisien) dengan kegagalan pencapaian target pendapatan (efektivitas rendah). Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan daerah lebih terfokus pada sisi belanja, sementara optimalisasi potensi PAD belum berjalan optimal. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang disarankan untuk mengevaluasi metode penetapan target PAD agar lebih realistis serta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan retribusi daerah. KeywordsValue For Money, Ekonomis, Efisiensi, Efektivitas, Kinerja Keuangan Daerah, APBD, Deli Serdang
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.8160 |
Article metrics10.57235/mesir.v3i1.8160 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Depdagri. 1996. Kepmendagri No.690.900.327, 1996. Pedoman Penilaian dan Kinerja Keuangan. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. CV Alfabet. Bandung
Halim, A. (2012). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Mahmudi. (2015). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2002). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Nordiawan, D. dan Hertianti, A. (2010). Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Prasetyo, A. (2021). Analisis Value for Money pada Pemerintah Kota Semarang Tahun 2017-2019. Jurnal Akuntansi Publik, 8(2), 112-125.
Purnama, I G. A. dan Wirasedana, I W. (2020). Pengaruh Penerapan Value for Money terhadap Akuntabilitas Publik di Provinsi Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 28(3), 1456-1475.
Sari, N. K. dan Dwirandra, A. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Badung dengan Pendekatan Value for Money. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 14(1), 88-97.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tjiptono, F. 2007. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. ANDI OFFSET. Yogyakarta.
Tribun Medan. (2024, 6 Desember). Realisasi PAD Deli Serdang Baru 61,61 Persen, Ancam Defisit Anggaran. Tribun Medan.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Wijaya, K. dan Suputra, I D. (2022). Penerapan Konsep Value for Money dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Bali. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 14(1), 45-58.
World Bank Institute. (2013). Value for Money Analysis in Public-Private Partnerships. Washington DC: World Bank.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Restania Oktavia, Nia Adelina Br Sembiring, Eka Grisanna Sihite, Putri Kemala Dewi Lubis, Khairani Alawiyah Matondang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download