(2) Dini Dara Arifia
(3) Mayfa Dwi Arfi
(4) Sania Siregar
(5) Selfa Raya Hadi Kesuma
(6) Sanimah Sanimah
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan jamur Trichoderma harzianum terhadap proses pengomposan daun kering pohon saga Adenanthera pavonine sebagai upaya pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan. Daun saga kering dikumpulkan dari area parkiran Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan total massa 2 kg, kemudian dicacah dan dicampur dengan tanah hitam dalam perbandingan 2:1. Campuran tersebut dibagi menjadi empat perlakuan, yaitu P0 (tanpa T. harzianum), P1 (3 g), P2 (6 g), dan P3 (9 g). Proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dalam wadah tertutup yang diberi aerasi, dengan pengamatan suhu, pH, dan karakteristik organoleptik setiap tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan T. Harzianum mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Perlakuan P3 dengan dosis 9 g T. harzianum mencapai suhu maksimum 34 °C, menandakan fase termofilik awal yang menunjukkan aktivitas mikroba tinggi. Nilai pH mengalami penurunan dari netral (pH 7) menjadi sedikit asam (pH 6), mengindikasikan terbentuknya asam organik hasil aktivitas dekomposer. Secara organoleptik, kompos menunjukkan perubahan warna dari coklat muda menjadi coklat tua hingga hampir hitam, disertai bau fermentasi khas dan tekstur lebih halus, terutama pada perlakuan dengan dosis mikroba lebih tinggi. Kesimpulannya, penambahan T. Harzianum terbukti efektif dalam mempercepat proses pengomposan daun saga, meningkatkan aktivitas dekomposisi, dan mempercepat pencapaian fase termofilik pada sistem berskala kecil. Kompos yang dihasilkan menunjukkan ciri kematangan yang lebih baik dibanding kontrol. Pemanfaatan daun saga sebagai bahan dasar pupuk organik dengan bantuan T. harzianum berpotensi mendukung pengelolaan limbah organik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan. KeywordsTrichoderma harzianum; Adenanthera pavonina; Kompos; Sampah Organik
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/arrumman.v2i2.7736 |
Article metrics10.57235/arrumman.v2i2.7736 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Agustina, R., Rahma, S., & Sandhira, A. C. (2022). Karakteristik trayek pH indikator alami dan aplikasinya pada titrasi asam dan basa. Bivalen: Chemical Studies Journal, 5(2), 51–56.
http://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/bivalen
Agustinus Mangungsong, Soemarsono, & Zudri, F. (2020). Pemanfaatan mikroba tanah dalam pembuatan pupuk organik serta peranannya terhadap tanah aluvial dan pertumbuhan bibit tanaman kakao. Jurnal Agronomi Indonesia, 47(3), 318–325.
https://doi.org/10.24831/jai.v47i3.24721
Akmal, A., Sapareng, S., & AR, T. S. A. (2021). Pengaruh dekomposer Trichoderma harzianum dan Pleurotus ostreatus (Tri-Po) terhadap pengomposan tandan kosong kelapa sawit. Journal TABARO Agriculture Science, 5(2), 610–618.
Damayanti, R., & Riyanto, R. (2019). Analisis pengaruh kelembaban terhadap aktivitas mikroba dalam proses pengomposan limbah organik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 55–62.
https://doi.org/10.14710/jil.17.2.55-62
Edi, D. N. (2022). Potensi biji dan daun saga pohon (Adenanthera pavonina L.) sebagai alternatif bahan pakan ternak unggas dan ruminansia (ulasan). Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 7(2), 489–502.
Finore, I., Feola, A., Russo, L., Cattaneo, A., Di Donato, P., Nicolaus, B., Poli, A., & Romano, I. (2023). Thermophilic bacteria and their thermozymes in composting processes: A review. Chemical and Biological Technologies in Agriculture, 10(7).
https://doi.org/10.1186/s40538-023-00381-z
Fitria, E., Kesumawaty, E., Basyah, B., & Asis. (2021). Peran Trichoderma harzianum sebagai penghasil zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan produktivitas varietas cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 45–52.
https://doi.org/10.24831/jai.v49i1.34341
Gajalakshmi, S., & Abbasi, S. A. (2008). Solid waste management by composting: State of the art. Critical Reviews in Environmental Science and Technology, 38(5), 311–400.
Hariri, A. M., et al. (2016). Pengaruh suhu terhadap kematangan kompos. Jurnal Agrotek Tropika, 12(2), 259–269.
Harman, G. E., Howell, C. R., Viterbo, A., Chet, I., & Lorito, M. (2004). Trichoderma species—Opportunistic, avirulent plant symbionts. Nature Reviews Microbiology, 2(1), 43–56.
Imas, S., & Munir, A. (2017). Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap produktivitas tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Jurnal AMPIBI, 2(1), 57–64.
Kakabouki, I., Efthimiadou, A., Folina, A., Zisi, C., & Karydogianni, S. (2020). Effect of different tomato pomace compost as organic fertilizer in sweet maize crop. Communications in Soil Science and Plant Analysis, 51(22), 2858–2872.
Lončarić, Z., Galić, V., Nemet, F., Perić, K., Galić, L., Ragályi, P., Uzinger, N., & Rékási, M. (2024). The evaluation of compost maturity and ammonium toxicity using different plant species in a germination test. Agronomy, 14(11), 2636.
https://doi.org/10.3390/agronomy14112636
Mendes-Pereira, T., et al. (2022). Fungus–insect symbiosis: Diversity and negative ecological role of Trichoderma harzianum. Fungal Ecology, 57–58, 101152.
https://doi.org/10.1016/j.funeco.2022.101152
Nandung, E., Suswanto, I., & Ramadhan, T. H. (2018). Karakterisasi Trichoderma harzianum asal lahan gambut sebagai agens antagonis terhadap penyakit busuk pangkal batang sawit secara in vitro. Perkebunan dan Lahan Tropika, 8(2), 54–60.
Oktafiyanto, F., et al. (2020). Uji empat isolat Trichoderma harzianum pada pengomposan kotoran sapi dan ayam. Agro Bali, 3(1), 52–66.
https://doi.org/10.37637/ab.v3i1.424
Santoso, H., & Nurhayati, I. (2020). Studi suhu dan pH sebagai indikator keberhasilan dekomposisi pada kompos jerami. Jurnal Teknologi Pertanian, 21(1), 22–30.
https://doi.org/10.25077/jtp.21.1.22-30.2020
Siagian, S. W., Yuriandala, Y., & Maziya, F. B. (2021). Analisis suhu, pH, dan kuantitas kompos hasil pengomposan reaktor aerob termodifikasi dari sampah sisa makanan dan buah. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 13(2), 166–176.
Susanti, R., & Kurniawan, D. (2021). Studi karakteristik bau selama pengomposan sebagai indikator kondisi anaerobik. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Kesehatan, 19(2), 105–114.
https://doi.org/10.33369/jilk.19.2.105
Tiquia, S. M., & Tam, N. F. Y. (2000). Microbial activities during composting of spent pig-manure sawdust litter at different moisture contents. Bioresource Technology, 75(3), 149–156.
Utomo, P. B., & Nurdiana, J. (2018). Evaluasi pembuatan kompos organik dengan metode hot composting. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2(1), 28–32.
Wang, L., Li, Y., & Li, X. (2024). Microbe-aided thermophilic composting accelerates manure fermentation. Frontiers in Microbiology, 15, 1472922.
https://doi.org/10.3389/fmicb.2024.1472922
Wijayanti, F., & Subekti, H. (2023). Kandungan lignin tinggi sebagai faktor pembatas pengomposan daun keras. Jurnal Riset Biologi Terapan, 10(1), 45–53.
https://doi.org/10.21776/bioapplres.2023.10.1.5
Zhai, S., Wang, K., Yu, F., Gao, Z., Yang, X., Cao, X., Shaghaleh, H., & Hamoud, Y. A. (2025). Effects of Trichoderma harzianum combined with Phanerochaete chrysosporium on lignin degradation and humification during chicken manure and rice husk composting. Frontiers in Microbiology, 16, 1515931.
https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmicb.2025.1515931/full
Zhang, L., & Sun, X. (2016). Influence of bulking agents on physical, chemical, and microbiological properties during composting of spent mushroom substrate and chicken manure. Environmental Technology, 37(7), 836–844.
Zulkarnain, M., & Hidayat, A. (2018). Penurunan efektivitas Trichoderma akibat suhu rendah dan rasio C/N tidak seimbang. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 16(3), 88–96.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Ayyu Rizkia Nasution, Dini Dara Arifia, Mayfa Dwi Arfi, Sania Siregar, Selfa Raya Hadi Kesuma, Sanimah Sanimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download