Strategi Pelestarian Budaya Adat Simalungun: Tor-Tor, Tarian Huda-Huda, dan Dihar yang Hilang dari Pesta Rondang Bintang di Era Modern

Authors

  • Diana Febrianty Silalahi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mutiara Aprilia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurul Annisa Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sarah Sofyanti Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Welia Sigalingging Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Fitriani Lubis Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.3995

Keywords:

Pelestarian, Budaya, Tarian Huda-Huda, Tor-Tor, Dihar, Simalungun

Abstract

Budaya adat Simalungun merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakatnya. Pesta Rondang Bintang, sebagai salah satu tradisi khas Simalungun, kini mengalami perubahan dengan hilangnya beberapa elemen budaya seperti tarian Tor-tor, Tarian Huda-Huda, dan seni bela diri Dihar. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pelestarian ketiga tradisi tersebut agar tetap relevan dalam konteks modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam untuk memahami tantangan dan strategi pelestarian. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa edukasi, dokumentasi, kolaborasi komunitas, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga adalah langkah-langkah utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Simalungun. Pelibatan generasi muda dan penggunaan teknologi juga dianggap krusial dalam memastikan bahwa warisan budaya ini terus hidup dan dihargai oleh masyarakat masa kini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bawah, S., & Nasution, A. D. Makna Teks Tortor Ilah Bolon Dalam Upacara Rondang Bittang Di Huta I Panambean Nagori Nanggar Bayu Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten.

Damanik, L. M. (2019). Bentuk penyajian dan makna Gonrang Simalungun pada upacara adat rondang bintang di Desa Huta Raja Kecamatan Pematang Purba (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan).

Dewanti Purba, Sara. Rondang Bintang: Pengelolaan Pesta Rakyat vs Pemerintah Kabupaten Simalungun. Diss. Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2023

Harvina. 2012. Huda-Huda/Toping-Toping dalam Masyarakat Simalungun. Nanggroe Aceh Darussalam: BPSNT Banda Aceh.

Liyansyah, M. (2011). Rondang bintang wisata: etnografi tahunan Simalungun No. 28/2011 (No. 28). BPNB Aceh.

Marwan, M. A. (2018). Sejarah Seni Pertunjukan Pesta Rondang Bintang Di Kabupaten Simalungun (Doctoral dissertation, UNIMED).

Simanungkalit, Sari Mega Florensia, Nurwani Nurwani, and Iskandar Muda. "Dihar Sitarlak Pada Masyarakat Simalungun: Kajian Semiotik." Gesture: Jurnal Seni Tari 7 (2017): 6-10.

Takari, M., Deliana, F., Fadlin, T. N., Netriroza, A., & Dewi, H. (2008). Masyarakat Kesenian di Indonesia. Medan, Studi Kultura, Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara.

Zuska, F., Gustanto, G., Wanti, I. D., Harvina, H., & Mulia, H. (2012). Kearifan lokal masyarakat Simalungun di Sumatera Utara (pp. 1-109). Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Downloads

Published

2025-09-04

How to Cite

Silalahi, D. F., Aprilia, M., Annisa, N., Siregar, S. S., Sigalingging, W., & Lubis, F. (2025). Strategi Pelestarian Budaya Adat Simalungun: Tor-Tor, Tarian Huda-Huda, dan Dihar yang Hilang dari Pesta Rondang Bintang di Era Modern. Journal of Citizen Research and Development, 2(1), 8–13. https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.3995

Issue

Section

Articles

Citation Check