Analisis Cerpen "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan" Karya Umar Kayam Menggunakan Pendekatan Struktural dan Relevansi Terhadap Kehidupan Mahasiswa Sebagai Bentuk Pengajaran Sastra Sesuai Realitas

Authors

  • Taufik Kusuma Panjaitan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Muhammad Ripai Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dhea Amalia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Husna Husna Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nadra Amalia Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.4807

Keywords:

Cerpen, Umar Kayam, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, analisis sastra, keterasingan, identitas, relevansi dengan mahasiswa, pengajaran sastra, realitas kehidupan, pemikiran kritis, refleksi sosial

Abstract

Cerpen berjudul “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” karya Umar Kayam, yang menghadirkan gambaran kompleks tentang perjuangan identitas, keterasingan, dan pencarian makna hidup di tengah gemerlap modernitas sebuah kota besar, serta mengeksplorasi relevansi tema-tema tersebut dengan kehidupan mahasiswa, khususnya dalam konteks tantangan yang mereka hadapi dalam menjalani perantauan, beradaptasi dengan lingkungan sosial yang asing, dan mencari jati diri di tengah tekanan akademik serta ekspektasi sosial; analisis ini menggarisbawahi bagaimana cerpen ini dapat dijadikan bahan pengajaran sastra yang tidak hanya memperkenalkan unsur-unsur naratif seperti tokoh, latar, dan alur secara mendalam, tetapi juga menghubungkan pengalaman sastra dengan realitas hidup mahasiswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, reflektif, dan bermakna, karena mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan pemahaman yang lebih luas tentang kondisi manusia, membuat sastra menjadi alat yang relevan untuk mendalami kompleksitas kehidupan modern dan bagaimana individu berjuang untuk menemukan makna dan identitas mereka di dalamnya. mengangkat isu-isu penting seperti keterasingan, identitas, dan perjuangan mencari makna hidup di tengah gemerlap dan kerumitan kota metropolitan, dengan fokus pada bagaimana tema-tema ini relevan dan dapat dihubungkan langsung dengan kehidupan mahasiswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrams, M. H. (1999). A Glossary of Literary Terms (7th ed.). Boston: Heinle & Heinle.

Gudykunst, W. B. (2003). Bridging Differences: Effective Intergroup Communication (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Rohali, M. (2020). Pengajaran Sastra yang Relevan dengan Kehidupan Siswa: Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(1), 45-58.

Seeman, M. (1959). On the Meaning of Alienation. American Sociological Review, 24(6), 783-791.

Tee, J. (2011). Sastra dan Pembelajaran: Menghubungkan Pengalaman Hidup dengan Karya Sastra. Jurnal Sastra dan Pendidikan, 7(2), 12-23.

Kayam, U. (n.d.). Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. [Kumpulan Cerita Pendek)

Downloads

Published

2025-09-04

How to Cite

Panjaitan, T. K., Ripai, M., Amalia, D., Husna, H., & Amalia, N. (2025). Analisis Cerpen "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan" Karya Umar Kayam Menggunakan Pendekatan Struktural dan Relevansi Terhadap Kehidupan Mahasiswa Sebagai Bentuk Pengajaran Sastra Sesuai Realitas. Journal of Citizen Research and Development, 2(1), 582–592. https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.4807

Issue

Section

Articles

Citation Check