Sentralisme Leksikografi Indonesia: Analisis Hambatan dan Problematika Penyusunan Kamus Bahasa Daerah Minoritas yang Terancam Punah

Authors

  • Erika Cyntia P Silitonga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mieke A Siburian Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tasya A Saragi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sri Syahputri Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sani Hutabarat Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurul Azizah Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8212

Keywords:

Sentralisme Leksikografi, Kamus Bahasa Daerah Minoritas, Terancam Punah, Pendokumentasian Bahasa, Revitalisasi Bahasa

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hambatan dan problematika penyusunan kamus bahasa daerah minoritas yang terancam punah melalui pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka dan kajian praktik penyusunan kamus, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi masalah, penyebab, dampak, dan merumuskan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masalah tersebut adalah sentralisme leksikografi, keterbatasan korpus data, pergeseran bahasa, serta lemahnya integrasi teknologi digital. Sentralisme menyebabkan distribusi sumber daya tidak merata, sementara pergeseran bahasa mengurangi ketersediaan data autentik. Berdasarkan evaluasi alternatif solusi, disimpulkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan revitalisasi sosial dan penguatan teknis dokumentasi (seperti leksikografi partisipatif, pengembangan korpus digital, dan pemanfaatan teknologi) adalah solusi yang paling relevan. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan leksikografi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan linguistik di Indonesia, sehingga penyusunan kamus dapat bertransformasi menjadi lebih partisipatif dan berfungsi sebagai instrumen strategis menjaga keberagaman linguistik nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arimi, S., Kantor Bahasa Sultra, Hanafi, M., Nur, A. H., Nofrianto, N., Huzaena, M., Ghazali, F., Utari Azim, N. S., Nurwulan, Z., Fatonah, A., & Mailawati (2025). Assistance in editing a bilingual dictionary (Indonesia–Ciacia): Pendampingan penyuntingan kamus dwibahasa (Indonesia–Ciacia). Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(5), 1697–1708.

Arimi, S., Kantor Bahasa Sultra, Hanafi, M., Nur, A. H., Nofrianto, N., Huzaena, M., Ghazali, F., Utari Azim, N. S., Nurwulan, Z., Fatonah, A., & Mailawati (2025). Menggali potensi bahasa Cia-Cia: Dokumentasi untuk menghidupkan kembali dan memberdayakan warisan linguistik. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 31(4).

Inun, A. A. (2022). Revitalisasi bahasa minoritas di Indonesia. Etnolingual, 6(2), 113–134.

Siregar, dkk. (2025). Perkembangan leksikografi digital di Indonesia: Analisis literatur inovasi dan tantangan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 37467–37471.

Suandi, I. N., Putrayasa, I. B., & Wisnu, I. W. (2015). Penyusunan Kamus Serapan Dalam Bahasa Bali. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 675–690.

Sugiyono. (2016). Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah Di Indonesia (26—29 Juli).

Suhassatya, G. K. (2023). Kepunahan bahasa daerah di Indonesia dalam perspektif bahasa sebagai identitas budaya. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(1), 90–99.

Sujarno. (2016). Leksikografi Indonesia: Konsep dasar, fungsi, isi, dan jenis kamus. Jurnal Inovasi, 10(2), 1–10.

Turnip, P. F., dkk. (2024). Permasalahan ketidakjelasan definisi dalam penyusunan entri Kamus Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 160–168.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Silitonga, E. C. P., Siburian, M. A., Saragi, T. A., Syahputri, S., Hutabarat, S., & Azizah, N. (2026). Sentralisme Leksikografi Indonesia: Analisis Hambatan dan Problematika Penyusunan Kamus Bahasa Daerah Minoritas yang Terancam Punah. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 104–108. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8212

Issue

Section

Articles

Citation Check