Transformasi Sosial dan Perdagangan dalam Proses Islamisasi di Maluku

Authors

  • Dicky Sanjaya Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elsadai Valencia Hutagaol Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sofia Andira Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tania Alexandra Tambunan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tiwi Yoselin Simanjuntak Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Pristi Suhendro Lukitoyo Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8213

Keywords:

Islamisasi, Perdagangan, Transformasi Sosial, Ternate, Maluku

Abstract

Proses Islamisasi di Maluku merupakan fenomena historis yang berkaitan erat dengan dinamika perdagangan dan perubahan struktur sosial masyarakat pesisir. Wilayah Maluku yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dan agama, termasuk Islam yang masuk melalui jalur perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara aktivitas perdagangan, transformasi sosial, serta proses penyebaran dan penerimaan Islam di Maluku dengan menekankan pada peran Ternate sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait Islamisasi, perdagangan, dan sejarah sosial masyarakat Maluku. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis untuk memahami hubungan antara faktor ekonomi, politik, dan sosial dalam proses Islamisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi di Maluku berlangsung secara bertahap melalui interaksi sosial ekonomi antara pedagang Islam dan masyarakat lokal. Perdagangan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi medium penyebaran nilai dan ajaran Islam. Di sisi lain, penerimaan Islam oleh elite politik mempercepat proses Islamisasi melalui legitimasi kekuasaan berbasis religius. Transformasi sosial yang terjadi mencakup perubahan struktur kekuasaan, sistem nilai, serta integrasi ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Islamisasi di Maluku dapat dipahami sebagai proses adaptif yang melibatkan interaksi antara perdagangan, kekuasaan politik, dan perubahan sosial yang secara bersama-sama membentuk tatanan masyarakat baru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I. (2023). Maritime trade networks and Islamization in Eastern Indonesia. Journal of Southeast Asian Studies, 54(2), 201–218.

Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara. Kencana.

Hakim, L., & Rahman, F. (2022). Perdagangan rempah dan Islamisasi di Maluku Utara. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 7(2), 115–130.

Hidayat, T., & Nuraini, S. (2021). Peran pedagang Muslim di pesisir Nusantara. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 33–47.

Iskandar, D. (2023). Transformasi sosial dalam Kesultanan Ternate. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 25(1), 45–60.

Karim, A. (2024). Islamization, trade, and cultural transformation in Maluku. Heritage of Nusantara, 13(1), 25–44.

Latif, A., & Yusuf, M. (2020). Islamisasi dan politik kekuasaan di Maluku. Paramita: Historical Studies Journal, 30(2), 210–222.

Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: silang budaya jilid 2. Gramedia.

Pratama, R. (2022). Transformasi sosial di Indonesia Timur. Jurnal Sejarah dan Budaya, 16(2), 155–170.

Rahman, S. (2024). Trade, religion, and power in Eastern Indonesia. Indonesia and the Malay World, 52(1), 89–105.

Reid, A. (2011). Southeast Asia in the age of commerce 1450–1680. Yale University Press.

Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia modern 1200–2008. Serambi.

Yusuf, M. (2021). Jaringan perdagangan dan penyebaran Islam. Jurnal Masyarakat Maritim, 15(2), 77–95.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Sanjaya, D., Hutagaol, E. V., Andira, S., Tambunan, T. A., Simanjuntak, T. Y., & Lukitoyo, P. S. (2026). Transformasi Sosial dan Perdagangan dalam Proses Islamisasi di Maluku. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 109–114. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8213

Issue

Section

Articles

Citation Check