Analisis Yuridis Penyalahgunaan Hak (Abuse of Rights) dalam Tindakan Penetapan Harga Sepihak pada Perjanjian Jual Beli dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum

Authors

  • Imelda Martinelli Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Jannah Desiree Pabeangi Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Jeanette Dwisca Oktaviani Universitas Tarumanagara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8467

Keywords:

Kepastian Hukum; Penyalahgunaan Hak; Perjanjian Jual Beli; Wanprestasi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik penetapan harga secara sepihak dalam pelaksanaan perjanjian jual beli yang berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan hak (abuse of rights). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara yuridis apakah tindakan penetapan harga sepihak pasca-tercapainya kesepakatan dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum, wanprestasi, atau penyalahgunaan hak, serta mengkaji implikasinya terhadap kepastian hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) yang bertumpu pada analisis Putusan Pengadilan Negeri Malang Nomor 155/Pdt.G/2023, Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 34/PDT/2023/PT SBY, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 4199 K/Pdt/2024. Hasil penelitian menemukan bahwa tindakan penetapan harga sepihak yang diikuti penolakan pemenuhan pelunasan bukan merupakan wanprestasi dari pihak pembeli, melainkan suatu bentuk penyalahgunaan hak (abuse of rights) dari pihak penjual karena secara nyata bertentangan dengan asas konsensualisme dan itikad baik objektif. Kekosongan norma yang secara eksplisit mengatur batasan penyalahgunaan hak dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) memicu inkonsistensi peradilan dan melemahkan asas pacta sunt servanda, sehingga berimplikasi pada timbulnya ketidakpastian hukum dalam ranah keperdataan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan doktrin abuse of rights ke dalam legislasi nasional untuk menjamin perlindungan hukum yang berkeadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aan Handriani. (2018). Keabsahan perjanjian jual beli secara tidak tertulis berdasarkan hukum perdata. Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 275–276.

Agus Sofian, Andi Tira, & Abdurrifai. (2025). Akibat hukum perjanjian jual beli tanah yang tidak dilakukan di hadapan PPAT. Clavia: Journal of Law, 23(1), 13.

Ahmad Farhan Nindya Praja & Rifandy Ritonga. (2025). Urgensi perlindungan hukum terhadap para pihak dalam sengketa wanprestasi jual beli tanah. AHKAM, 4(3), 970–971.

Allan Mustafa Umami & Aryadi Almau Dudy. (2023). Realisasi hukum perjanjian dalam dinamika hukum di Indonesia. Jurnal Parhesia, 1(2), 136.

Alpian Mega Nugraha et al. (2024). Implementation of good faith principles in trade contracts in Indonesia. International Journal of Science and Research, 3(9), 1–4.

Andi Listiana. (2020). Kekuatan klausula pengaman diri dalam akta bagi notaris. LEX Renaissance, 5(3), 750–760.

Andryawan et al. (2024). Akibat hukum penyalahgunaan surat kuasa melampaui kewenangan. Ranah Research Journal, 7(1), 134.

Apriyodi Ali, Achmad Fitrian, & Putra Hutomo. (2022). Kepastian hukum penerapan asas kebebasan berkontrak. SENTRI, 1(2), 270–271.

Ariyanto. (2023). Pengaturan penipuan dalam hukum perdata: Studi perbandingan KUHPerdata dan NBW Belanda. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(4), 457–458.

Asti Inayah et al. (2025). Doktrin misbruik van omstandigheden dalam sistem hukum perjanjian di Indonesia. Soedirman Law Review, 7(4), 343–344.

Besty Habeahan & Aurelius Rizal Tamba. (2021). Perlindungan hukum pembeli dalam perjanjian jual beli. Nommensen Journal of Legal Opinion, 2(1), 50–52.

Chelsia Yap et al. (2025). Analisis perbuatan melawan hukum penyalahgunaan wewenang. Locus, 5(3), 354–355.

Deby Armanda. (2024). Analisis kepastian hukum pentingnya perjanjian tertulis. Al-Dalil, 2(2), 62.

Dhira Utari Umar. (2020). Penerapan asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli. Lex Privatum, 8(1), 38–39.

Eko Iswahyudi. (2025). Human rights and legal reforms in Indonesia. Journal of Academic Science, 2(2), 734–736.

Fajar Satriyawan Wahyudi & May Shinta Retnowati. (2024). Kebebasan berkontrak dan itikad baik. Journal of International Multidisciplinary Research, 2(7), 307.

Indi Millatul Aula & Akhmad Budi Cahyono. (2023). Pembatalan perjanjian secara sepihak akibat wanprestasi. Lex Patrimonium, 2(2), 2–4, 18.

Jesica Debora Panjaitan et al. (2025). Praktik penetapan harga dalam jual beli gabah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(10B), 97–98.

Jihaan Nabila Zula. (2024). Transaksi peralihan hak atas tanah dalam PPJB. UNES Journal of Swara Justisia, 8(2), 340.

Komang Rama Agastya. (2025). Analisis pembuktian dalam sengketa wanprestasi. Semarang Law Review, 6(2), 345–346.

Kristin Atihuta et al. (2023). Analisa pertimbangan hakim terhadap gugatan salah objek. TATOHI, 3(4), 333–334.

Lenny Verawaty Siregar & Adi Mansar. (2023). Kajian asas pacta sunt servanda. Jurnal Notarius, 2(2), 2–3, 8–9.

M. Ilham F. Putuhena. (2013). Politik hukum perundang-undangan. Jurnal RechtsVinding, 2(3), 375–377, 393.

Martinelli, I., Manggal, A. T., Mulia, A. Y., Priyanto, I., & Kusniawan, J. F. (2024). Implementasi Hukum Perikatan Dalam Masyarakat. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 821-828.

Masrofah et al. (2026). Perkembangan doktrin perbuatan melawan hukum oleh penguasa. Al-Zayn, 4(1), 3046.

Musa Taklima. (2018). Aspek PMH dan itikad tidak baik. Et-Tijarie, 5(1), 30–31, 38–39.

Nelly Pinangkaan. (2010). Penyalahgunaan hak dan PMH menurut KUHPerdata.

Ni Made Cahya Kirana Dewi et al. (2025). Pelanggaran asas itikad baik Pasal 1338 KUHPerdata. Al-Zayn, 3(6), 10712–10714.

Niru Anita Sinaga. (2018). Peranan asas itikad baik. Jurnal M-Progress, 54.

Novi Eka Saputri & Eny Kusdarini. (2021). Kontribusi sistem hukum Eropa kontinental. Masalah-Masalah Hukum, 50(4), 366.

Nugrah Gables Manery. (2025). Analisis yuridis pemutusan perjanjian sepihak. Referendum, 2(4), 110–114.

Olivia Ramadhani Dezytasari. (2021). Perlindungan hukum penjual dalam perjanjian jual beli. Indonesian Notary, 3(4), 249–251.

Raysah Afdila Fachriah & Nuzul Rahmayani. (2026). Penyalahgunaan keadaan dalam hukum perjanjian. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, 5(2), 864–865.

Sandrarina Hertanto & Gunawan Djajaputra. (2024). Penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian jual beli. UNES Law Review, 6(4), 10372–10373.

Saparwadi. (2017). Penerapan asas itikad baik dalam perjanjian jual beli tanah.

Sedyo Prayogo. (2016). Batas wanprestasi dan PMH dalam perjanjian. Jurnal Pembaharuan Hukum, 3(2), 280–281.

Sharon Clarins. (2022). Doktrin penyalahgunaan keadaan dalam putusan pengadilan. Dharmasisya, 2(2), 539–540.

Susilowardani. (2024). Legal consequences of abuse of circumstances. Unifikasi, 11(2), 74–81.

Tio Fajar Raharjo. (2021). Alasan kasasi dalam perkara akta otentik. Jurnal Verstek, 9(2), 299–300.

Wasti Emma Mandacan et al. (2024). Akibat hukum wanprestasi dalam kontrak.

Welda Aulia Putri & Anjar Sri Nugraheni. (2024). Penyalahgunaan keadaan dalam pertimbangan hakim. Aliansi, 1(2), 81–85.

Zulfirman. (2017). Hak dasar manusia dalam hukum kontrak Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(2), 158–160.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Martinelli, I., Jannah Desiree Pabeangi, & Jeanette Dwisca Oktaviani. (2026). Analisis Yuridis Penyalahgunaan Hak (Abuse of Rights) dalam Tindakan Penetapan Harga Sepihak pada Perjanjian Jual Beli dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 241–256. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8467

Issue

Section

Articles

Citation Check