Model Pendidikan Karakter pada Keluarga Batak: Studi Kasus Petani Inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot Kecamatan Garoga Tapanuli Utara

Authors

  • Hidayat Hidayat Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rismauli Ritonga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sarah Kholijah Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dwi Indah Anneke Putri Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8472

Keywords:

Orientasi Nilai, Petani Inang, Pendidikan Karakter, Kemandirian Dan Kerja Keras

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi nilaidasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakter yang diterapkan oleh petani perempuan (inang Batak Toba dalam membentuk karakter anak. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualititatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Orientasi nilai dasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakternya diekspolrasi melalui 15 informan inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot. Data yang yang terkumpul dianalisis melalui pendekatan dan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi dasar nilai budaya Batak Toba mencakup hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon. Ketiga nilai taradisi ini menjadi dasar dan arah orientasi hidup dalam dalam relasi sosial dan kehidupan masyarakat Batak Toba. Tradisi nilai budaya hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon diterapkan dalam proses internalisasi dan sosialisasi dalam keluarga termasuk dalam pendidikan karakter pada keluarga petani inang Batak. Model pendidikan pendidikan karakter dalam keluarga petani inang Batak Toba dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan dan pelibatan anak dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Karakter utama yang secara terus menerus diinternaliasai dan sosialiasasi pada pada-anak dari petani inang Batak Toba adalah kemandirian, tanggung jawab, dan kerja keras. Karakter kemandirian dibentuk melalui pembiasaan anak membantu pekerjaan rumah dan mengurus dirinya sendiri sejak usia dini. Karakter tanggung jawab ditanamkan melalui pengawasan terhadap pendidikan anak, pembagian tugas rumah tangga dan pelibatan anak-anak dalam kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, karakter kerja keras dibentuk melalui pelibatan anak dalam aktivitas pertanian, pemberian nasihat dan teladan dari orang tua yang bekerja sebagai petani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baiduri, R. (2014). The meaning and dimensions of work: Women traders Toba-Batak (Inang-Inang) in Medan, North Sumatera, Indonesia. International Journal of Humanities and Social Science.https://www.academia.edu/download/106631307/8df

Butar-butar, G. M. (2021). Eksistensi perempuan Batak Toba dalam budaya dan agama. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(3), 10288–10296.https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/JurnalGender/article/view/4551

Faizal, A. A., Afrizal, S., & Hardiansyah, M. A. (2023). Peran ganda perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga di pojok usaha mikro kecil dan menengah di wilayah kantor kecamatan Ciledug. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 857 866.http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/ES/article/view/1475

Firmando, H. B. (2021). Eksistensi Perempuan Batak Toba Ditengah Kemelut Gender Di Tapanuli Bahagian Utara (Analisis Sosiologis). Jurnal Kajian Gender dan Anak, 5(2), 81–98. https://core.ac.uk/download/pdf/543115839.pdf

Gunawan, H. (2014). Pembentukan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung:Alfabeta.https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/download/109/93

Haloho, O. (2022). Konsep Berpikir Suku Batak Toba: Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya,8(3).https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/896

Harahap, H., & Siahaan, R. (1987). Falsafah Hidup Batak Toba: Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon. Medan: Penerbit Universitas Sumaterautara., 135. https://Jurnal.Uinsyahada.Ac.Id/Index.Php/Jurnalgender/Article/View/4551

Imamia, Q., & Jannah, S. (2024). Peran Gender dalam Pembagian Tugas Rumah Tangga Perspektif Konseling Feminis di Desa Polagan Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Kabillah: Journal ofSocialCommunity,9(1),379–389.https://core.ac.u k/download/pdf/328163937.pdf.

Irmando, H. B. (2021). Eksistensi perempuan Batak Toba di tengah kemelut gender di Tapanuli Bahagian Utara (Analisis sosiologis). Jurnal Kajian Gender dan Anak, 5(2), 90–102. https://www.bircujournal.com/index.php/birci/article/view/7134

Malau, O. 2022). Analasis Pendampingan Pastoral Dengan Perspektif Gender Terhadap Petani Perempuan dengan Peran Ganda di Kampung Lumban Sibotik Desa Sibarani Nasampulu/Namungkup Kecamatan Laguboti Tahun 2021. Areopagus: Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen,20(1),129–139. https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/365

Marpaung, C., & Ambarita, T. F. A. (2024). Gambaran Parenting Self Efficacy Ibu Suku Batak Toba yang Bekerja di Kota Medan. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research,4(3),11644–11657. https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/PSSA/article/view/2038

Maulana Rambe, Y. M., & Nugraha, M. A. (2025). Perempuan dan budaya Batak: Feminisme dalam Dalihan Na Tolu masyarakat Batak Angkola. Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan,12(1),1. https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/article/view/11746

Megawangi,R.(2004). Pendidikan Karakter untuk Membangun Masyarakat Madani. Bogor: Indonesia Heritage Foundation. https://pdfs.semanticscholar.org/ad08/eb347ec95f9660e4265d1582ff6bef3dcd49.pdf

Naibaho, Y. P., Bakhtiar, Y., Dewi, S. F., & Zatalini, R. (2024). Kontribusi Pendidikan terhadap Peningkatan Kedudukan Perempuan Batak Toba Pedesaan dalam Keluarga dan Masyarakat. Universitas Negeri Padang. https://repository.unsri.ac.id/53641/

Napitupulu, E. (2011). Anakkon hi do hamoraon di au: Pendidikan anak dalam budaya Batak Toba. Medan: Penerbit Akademika. https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/365

Prawitasari, S. A., Sinaga, H., & Viajar, V. D. Q. (2025). Claiming land, sustaining life: Feminist political ecology of women’s collective action in Pari Island. GENDER EQUALITY: International Journal of Child and Gender Studies, 11(2), 214-230.https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/equality/article/view/30752

Revida, D. (2006). Nilai-nilai Didikan Leluhur Etnik Batak Toba. https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/365

Rohimi, S. (2020). Peran Perempuan dalam Perekonomian Rumah Tangga di Sumatera Utara. https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/buanasains/article/view/198

Siahaan, N. (2022). Peran Ibu dalam Pendidikan Anak di Masyarakat Batak Toba. https://pdfs.semanticscholar.org/ad08/eb347ec95f9660e4265d1582ff6bef3dcd49.pdf

Silaban, S. T., Dewi, A. M., Shafira, R., Salsabila, T., & Syahputra, T. H. (2026). Phenomenology subjektif well being dan kearifan lokal pada budaya Batak suku Batak Toba studi: Hamoraon, hagabeon, hasangapon. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(2), 2086–2102. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i2.5868

Simanjuntak, M. (2015). Umpasa Batak Toba sebagai Pedoman Hidup dan NilaiPendidikan.https://jecco.ppj.unp.ac.id/index.php/jecco/article/download/507/113

Siregar, S. F., & Amal, B. K. (2024). Peranan Filosofi Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon Perempuan Etnik Batak Toba dalam Kehidupan Rumah Tangga. JAHE: Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi, 1(2), 607–622. https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/52121/1/Book.pdf

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Hidayat, H., Rismauli Ritonga, Sarah Kholijah, & Dwi Indah Anneke Putri. (2026). Model Pendidikan Karakter pada Keluarga Batak: Studi Kasus Petani Inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot Kecamatan Garoga Tapanuli Utara. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 292–303. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8472

Issue

Section

Articles

Citation Check