Stratifikasi Sosial dan Ketimpangan Dalam Olahraga

Authors

  • Yan Indra Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Putra Arima Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Alfarido Haloho Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Cindy Ketrina Br Ketaren Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dewilda Rangkuti Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Halim Hasibuan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Evitamaria Simbolon Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ely yusup Haloho Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Amartua Pangidoan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Gollen Naibaho Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Teuku Ryan Rizki Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8496

Keywords:

Stratifikasi Sosial, Ketimpangan Sosial, Olahraga, Akses Olahraga, Keadilan Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stratifikasi sosial terhadap munculnya ketimpangan dalam bidang olahraga. Olahraga yang pada dasarnya menjadi sarana pengembangan potensi dan interaksi sosial, dalam praktiknya masih menunjukkan adanya perbedaan akses, fasilitas, dan kesempatan berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan analisis berbagai fenomena sosial dalam dunia olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stratifikasi sosial memberikan dampak yang signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam olahraga, terutama dalam hal akses terhadap fasilitas, pelatihan, pendidikan olahraga, serta peluang untuk mencapai prestasi. Kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi tinggi cenderung memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan kelompok masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, ketimpangan juga terlihat dalam distribusi sarana olahraga dan dukungan institusi terhadap atlet dari berbagai latar belakang sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan dalam olahraga tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh faktor sosial dan ekonomi yang membentuk struktur masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif dan pemerataan akses olahraga guna menciptakan keadilan sosial dalam bidang olahraga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bourdieu, p. (1978). Sport and social class. Social science information, 17(6), 819–840. Diakses dari sage journals

Coakley, j. (2017). Sports in society: issues and controversies. New york: mcgraw-hill education. Diakses dari mcgraw hill education

Jarvie, g. (2006). Sport, culture and society: an introduction. London: routledge.

Lutan, r. (2001). Olahraga dan etika fair play. Jakarta: direktorat pemberdayaan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.

Scraton, s. (2002). Gender and sport: a reader. London: routledge. Diakses dari routledge

Soekanto, s. (2013). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: rajawali pers.

Stempel, c. (2005). Adult participation sports as cultural capital: a test of bourdieu’s theory of the field of sports. International review for the sociology of sport, 40(4), 411–432. Diakses dari researchgate

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan r&d. Bandung: alfabeta.

Wheeler, s. (2012). The significance of family culture for sports participation. International review for the sociology of sport, 47(2), 235–252. Diakses dari sciencedirect

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Yan Indra Siregar, Putra Arima, Alfarido Haloho, Cindy Ketrina Br Ketaren, Dewilda Rangkuti, Halim Hasibuan, … Teuku Ryan Rizki. (2026). Stratifikasi Sosial dan Ketimpangan Dalam Olahraga. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 500–504. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8496

Issue

Section

Articles

Citation Check