Perkembangan Ndikar Sebagai Seni Beladiri Masyarakat Karo di Desa Lingga Tahun 2013 -2025

Authors

  • Syahrul Nizar Saragih Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Amelia Br Karo Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Cinthia Margaretha Simamora Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Duana Angel Simanjuntak Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elisa Sunarti Manurung Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8497

Keywords:

Akulturasi; Identitas Budaya; Komunitas Tamil; Kampung Madras; Masyarakat Multietnis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan Ndikar sebagai seni beladiri tradisional masyarakat Karo di Desa Lingga pada rentang tahun 2013 hingga 2025, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi dan upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi empat tahapan utama: heuristik (pengumpulan sumber), kritik (verifikasi data), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode 2013-2025, Ndikar mengalami transformasi fungsi dari alat pertahanan diri menjadi sarana hiburan dan pertunjukan budaya dalam upacara adat seperti kerja tahun serta festival budaya. Faktor internal yang mendukung perkembangannya meliputi semangat kolektif masyarakat Desa Lingga dalam menjaga warisan leluhur, sementara faktor eksternal melibatkan dukungan pemerintah daerah dalam promosi pariwisata budaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat generasi muda akibat arus modernisasi, sehingga strategi pelestarian dilakukan melalui pembentukan sanggar seni dan integrasi Ndikar ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ndikar tetap menjadi pilar identitas budaya masyarakat Karo di Desa Lingga yang adaptif terhadap perubahan zaman melalui revitalisasi fungsi sosialnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto. (2011). Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.

Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah (Terjemahan Nugroho Notosusanto). Jakarta: UI Press.

Gulo, W. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulasman. (2014). Metodologi Penelitian Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Syahrul Nizar Saragih, Amelia Br Karo, Cinthia Margaretha Simamora, Duana Angel Simanjuntak, & Elisa Sunarti Manurung. (2026). Perkembangan Ndikar Sebagai Seni Beladiri Masyarakat Karo di Desa Lingga Tahun 2013 -2025. Journal of Citizen Research and Development, 3(1), 505–508. https://doi.org/10.57235/jcrd.v3i1.8497

Issue

Section

Articles

Citation Check