(2) Juliani Sihombing
(3) Rosmaida Sinaga
(4) Mutiara Hidayah
(5) Rahmi Asyifa Hidayah Sembiring
(6) Alya Fakhriza
(7) Selvia Andriani Putri Damanik
(8) Ririn Ivanka
(9) Ronald Gemsar Simbolon
*corresponding author
AbstractPenelitian ini menganalisis kebijakan Sistem Kontingen dan Penyerahan Wajib yang diterapkan oleh Herman Willem Daendels selama masa pemerintahannya di Jawa (1808-1811). Penelitian ini berargumen bahwa kedua kebijakan tersebut bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan instrumen pemiskinan sistematis terhadap rakyat Jawa. Kebijakan ini lahir dari konflik geopolitik Eropa, di mana Jawa dijadikan benteng pertahanan Prancis untuk menghadapi ancaman Inggris. Melalui metode penelitian sejarah, penelitian ini menemukan bahwa Daendels memberlakukan sistem eksploitasi ganda: Sistem Kontingen merampas hasil pangan pokok rakyat, sementara Sistem Penyerahan Wajib memaksa petani menjual komoditas ekspor dengan harga murah. Untuk melancarkan sistem ini, Daendels mengubah para bupati menjadi alat pemerintah kolonial dengan memberikan target ketat dan ancaman sanksi. Dampaknya, rakyat Jawa mengalami pengurasan kekayaan, beban ganda (menyerahkan hasil bumi dan tenaga untuk kerja rodi), serta krisis kelaparan. Seluruh keuntungan dari sistem ini dialirkan untuk membiayai ambisi militer Prancis, tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat Jawa. Simpulannya, pemerintahan Daendels menandai peralihan menuju negara kolonial yang terpusat dan sangat eksploitatif. KeywordsHerman Willem Daendels, Sistem Kontingen, Sistem Penyerahan Wajib, Pemiskinan Sistematis, Jawa Kolonial, Kepentingan Prancis, Eksploitasi Ekonomi
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7155 |
Article metrics10.57235/jerumi.v3i2.7155 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Boomgaard, P. (1989). Children of the Colonial State: Population Growth and Economic Development in Java, 1795-1880. CASA.
Bosma, U. (2021). The making of a periphery: How island Southeast Asia became a mass exporter of tropical commodities. Columbia University Press.
Bosma, U., & Raben, R. (2008). Being "Dutch" in the Indies: A History of Creolisation and Empire, 1500-1920. NUS Press.
Carey, P. (2007). The Power of Prophecy: Prince Dipanagara and the End of an Old Order in Java, 1785-1855. KITLV Press.
Connelly, O. (2006). The wars of the French Revolution and Napoleon, 1792-1815. Routledge.
Kartodirdjo, S. (1987). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 dari Emporium sampai Imperium. Gramedia.
Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Palgrave Macmillan.
Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200–2008 (Terjemahan). Penerbit Serambi. Sutherland, H. (2007). The Making of a Bureaucratic Elite: The Colonial Transformation of the Javanese Priyayi. Equinox Publishing.
Van Niel, R. (2005). Java under the Cultivation System: Collected Writings. KITLV Press.
Van Niel, R. (2005). Java's Economic Cycle: Seventeenth to Early Twentieth Centuries. Journal of Southeast Asian Studies, 36(1), 45-62.
Ward, K. (2009). Networks of Empire: Forced Migration in the Dutch East India Company. Cambridge University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Siti Khadijah, Juliani Sihombing, Rosmaida Sinaga, Mutiara Hidayah, Rahmi Asyifa Hidayah Sembiring, Alya Fakhriza, Selvia Andriani Putri Damanik, Ririn Ivanka, Ronald Gemsar Simbolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download