Makna Kesulitan Guru Sejarah Dalam Merancang Asesmen Autentik pada Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Perspektif Fenomenologi

(1) * Gabriel Joey Febriand Sinurat Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Gema Persada Tarigan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Rifka Ariani Lubis Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Ruth Debora Rumahorbo Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Tatiah Anisah Lumbangaol Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Pretty Pakpahan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Nelman Wisabla Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(8) Eben Ezer Silitonga Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(9) Ammar Zhafran Ryanto Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Perubahan paradigma evaluasi pada Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen autentik sebagai komponen inti dalam pembelajaran sejarah, sehingga guru dituntut mampu merancang instrumen yang menilai proses berpikir historis peserta didik secara komprehensif. Artikel ini berupaya menelaah makna kesulitan yang dialami guru sejarah dalam merancang asesmen autentik pada modul ajar melalui pendekatan fenomenologis. Kajian konseptual dilakukan dengan menelaah literatur mengenai kurikulum, pedagogi sejarah, asesmen autentik, serta perspektif fenomenologi untuk mengungkap dinamika subjektif yang dialami guru dalam proses penyusunan penilaian. Analisis menunjukkan bahwa kesulitan guru tidak hanya muncul dari aspek teknis penyusunan instrumen, tetapi juga bersumber dari tekanan profesional, ketidakpastian konsep, dan keterbatasan pendampingan teknis dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Temuan tersebut menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan aplikatif, kolaborasi profesional, serta dukungan perangkat asesmen yang praktis agar asesmen autentik dapat diterapkan secara konsisten dan bermakna dalam pembelajaran sejarah.

 


Keywords


asesmen autentik, modul ajar, Kurikulum Merdeka, sejarah, fenomenologi

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7585
      

Article metrics

10.57235/jerumi.v3i2.7585 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aisyah, S., Sholeh, M., Lestari, I. B., Yanti, L. D., Nuraini, N., Mayangsari, P., & Mukti, R. A. (2024). Peran Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran IPS di Era Digital. Jurnal Inovasi, Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(1), 44–52. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i1.382

Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. (2023). Kurikulum Merdeka: Rangkuman kebijakan dan implementasi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. (2025). Panduan pembelajaran dan asesmen. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Chairunisa, E. D., & Zamhari, A. (2017). Penyusunan modul evaluasi pembelajaran sejarah berbasis authentic assessment portofolio. Jurnal Candrasangkala, 3(1), 20–25.

Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.

Education, G. P. for. (2025). Teacher professional development: Research synthesis. GPE KIX Global Observatory. https://www.globalpartnership.org/node/document/download?file=document%2Ffile%2F2025-06-gpe-kix-teacher-professional-development-research-synthesis.pdf&utm

Fajri, S., Ulaini, N., & Susantri, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sejarah. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 6(2), 387–397. https://pdfs.semanticscholar.org/9400/a9e118533e8213a8a6798c5af25393a43f08.pdf

Griffin, P., Care, E., & McGaw, B. (2015). Assessment and teaching of 21st century skills: Methods and approaches. Springer. https://s2pnd-matematika.fkip.unpatti.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Assessment-and-Teaching-of-21st-Century-Skills_-Methods-and-Approach.pdf

Irawan, A. (2024). Model penilaian autentik arah Kurikulum Merdeka. Al-Mujaddid: Jurnal Ilmu-Ilmu Agama, 6(1), 9–20.

Jazimah, I., Septianingsih, S., & Hartanti, R. (2025). Asesmen pembelajaran pada buku panduan guru dan buku siswa mata pelajaran sejarah Kurikulum Merdeka. Keraton: Journal of History Education and Culture, 7(1), 9–17.

Marwa, N. W. S., Pitria, P. R., & Madani, F. (2024). Development of authentic assessment of 21st-century skills in Kurikulum Merdeka. Inovasi Kurikulum, 21(2), 635–646. https://doi.org/10.17509/jik.v21i2.67273

Mawardani, S. I., Arif, S., & Perdana, Y. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2022/2023. PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah), 11(2), 38–47.

Nuraini, N., Tejasukmana, L. S., Yahtadi, F., & Nadya, M. T. (2023). Principles of curriculum development to improve the quality of learning with Kurikulum Merdeka. Curricula: Journal of Curriculum Development, 2(1), 87–100. https://doi.org/10.17509/curricula.v2i1.52058

Purnomo, A., Sodiq, S., Amri, M., & Jatmiko, H. T. P. (2025). Studi fenomenologi: Pengalaman guru dalam menerapkan penilaian portofolio digital pada pembelajaran teks biografi kelas XI SMA. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 9(2), 133–140.

Rosidah, C. T., Pramulia, P., & Susiloningsih, W. (2025). Analisis kesiapan guru mengimplementasikan asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka Belajar. JPD: Jurnal Pendidikan Dasar, 12(8), 87–103.

Van Manen, M. (2023). Phenomenology of practice: Meaning-giving methods in phenomenological research and writing. Routledge.

Villarroel, V., Bruna, D., Bruna, C., Brown, G., & Boud, D. (2024). Authentic assessment training for university teachers. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 31(2), 116–134. https://doi.org/10.1080/0969594X.2024.2350395

Zebua, E. N. K., & Zebua, N. (2024). Analisis prinsip dan peran asesmen autentik pada proses dan hasil belajar peserta didik. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(2), 128–136. https://doi.org/10.62383/edukasi.v1i2.133


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Gabriel Joey Febriand Sinurat, Gema Persada Tarigan, Rifka Ariani Lubis, Ruth Debora Rumahorbo, Tatiah Anisah Lumbangaol, Pretty Pakpahan, Nelman Wisabla, Eben Ezer Silitonga, Ammar Zhafran Ryanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.