Analisis Metakognitif dan Strategic Thinking Competency Murid pada Pembelajaran Biologi Dalam Education for Sustainable Development: Explanatory Sequential Design

Authors

  • Fitry Della Andriani Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia
  • Retni Sulistiyoning B Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia
  • Lely Mardiyanti Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jpa.v5i2.9083

Keywords:

Education for Sustainable Development; metakognitif; mixed methods; pembelajaran biologi; strategic thinking competency

Abstract

Penerapan Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran biologi menuntut peserta didik memiliki kemampuan metakognitif dan strategic thinking competency untuk menghadapi permasalahan secara kritis, reflektif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil kemampuan metakognitif dan strategic thinking competency murid pada pembelajaran biologi berbasis ESD serta menjelaskan temuan kuantitatif melalui data kualitatif. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain Explanatory Sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 108 murid kelas XII Fase F SMAN 1 Kota Jambi menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang diadaptasi dari Schraw dan Dennison serta Strategic Thinking Questionnaire (STQ) yang diadaptasi dari Pisapia dkk. Tahap kualitatif melibatkan delapan murid yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan rendah, sedang, dan tinggi melalui wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan komparatif menggunakan ANOVA, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik pengkodean, crosscheck, dan visualisasi menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif memiliki nilai rata-rata 59,30 ± 9,20, sedangkan strategic thinking competency memiliki nilai rata-rata 60,71 ± 8,50. Sebagian besar murid berada pada kategori sedang, baik pada kemampuan metakognitif (75,00%) maupun strategic thinking competency (69,44%). Pada kemampuan metakognitif, indikator Planning dan Monitoring menunjukkan capaian tertinggi pada kelompok berkemampuan tinggi, sedangkan Information Management merupakan indikator yang relatif paling rendah. Pada strategic thinking competency, indikator System Thinking memperoleh capaian tertinggi pada kategori tinggi, sedangkan Reflecting memiliki capaian relatif paling rendah. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif berbeda secara signifikan berdasarkan etnis, sedangkan strategic thinking competency tidak menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, etnis, maupun usia. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif memperlihatkan bahwa kemampuan metakognitif berperan sebagai landasan berkembangnya strategic thinking competency melalui proses perencanaan, monitoring, evaluasi, refleksi, dan pengambilan keputusan dalam pembelajaran biologi berbasis ESD.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Haycock, K., Cheadle, A., & Bluestone, K. S. (2015). Strategic Thinking. Library Leadership & Management, 26(3), 1–23.

Kaufman, R., Browne, H. O., Watkins, R., & Leigh, D. (2003). Strategic Planning for Success.

Kumalasari, S. F., Pujiadi, N., Utami, B., Santoso, A. M., & Primandiri, P. R. (2022). Analisis Pengembangan Keterampilan Metakognitif Siswa Kelas X-10 pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Kediri. Seminar Nasional Sains, Kesehatan, Dan Pembelajaran, 146–152.

Lederman, N., Zeidler, D., & Lederman, J. (2023). International Handbook of Research. https://doi.org/10.4324/9780367855758

Listiana, L., Daesusi, R., & Soemantri, S. (2019). Peranan metakognitif dalam pembelajaran dan pengajaran biologi di kelas. Symposium of Biology Education (Symbion), 2(September 2022). https://doi.org/10.26555/symbion.3504

Paul R. Pintrich. (2002). The Role of Metacognitive Knowledge in Learning , Teaching , and Assessing. Taylor & Francis, Ltd, 41(4), 219–225. http://www.jstor.org/stable/1477406

Pisapia, J., Morris, J. D., Cavanaugh, G., & Ellington, L. (2011). The Strategic Thinking Questionnaire: Validation and Confirmation of Constructs. Annual International Conference, 3(November 2019), 1–17.

Rahmawati, S., Roshayanti, F., Nugroho, A. S., & Hayat, M. S. (2021). Potensi implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran IPA di MTs Nahdlatul Ulama Mranggen Kabupaten Demak. Jurnal Kualita Pendidikan, 2(1), 15–27. https://doi.org/10.51651/jkp.v2i1.27

Schraw, G., Crippen, K. J., & Hartley, K. (2006). Promoting Self-Regulation in Science Education: Metacognition as Part of a Broader Perspective on Learning Gregory. Research in Science Education, 36, 111–139. https://doi.org/10.1007/s11165-005-3917-8

Stanton, J. D., Sebesta, A. J., & Dunlosky, J. (2021). Fostering Metacognition to Support Student Learning and Performance. CBE: Life Sciences Education, 20(2), 37–55. https://doi.org/https://doi.org/10.1187/cbe.20-12-0289

Tilbury, D. (2011). Education for Sustainable Development. An expert Review of Development. In UNESCO.

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Fitry Della Andriani, Retni Sulistiyoning B, & Lely Mardiyanti. (2026). Analisis Metakognitif dan Strategic Thinking Competency Murid pada Pembelajaran Biologi Dalam Education for Sustainable Development: Explanatory Sequential Design. Jurnal Pendidikan Amartha, 5(2), 155–163. https://doi.org/10.57235/jpa.v5i2.9083

Citation Check