Strategi Politik Devide et Impera Pemerintah Kolonial Belanda Dalam Memperkuat dan Mempertahankan Kekuasannya di Indonesia pada Abad Ke-17 Hingga Ke-19

Authors

  • Riyanty Ruth Melaty Angel Simanungkalit Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elina Sianturi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mhd Annoer Rafiq Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elman Wira Selamat Lafau Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Jeremy Arif Gonzales Tarigan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Flores Tanjung Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/motekar.v4i1.8121

Keywords:

Divide et Impera, Kolonialisme Belanda, Kerajaan Nusantara

Abstract

Penelitian ini membahas strategi politik divide et impera yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam memperkuat dan mempertahankan kekuasaannya di Nusantara pada abad ke-17 hingga abad ke-18. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk penerapan serta dampak dari strategi politik tersebut terhadap kekuatan kerajaan-kerajaan lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi kepustakaan), yang memanfaatkan berbagai sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi divide et impera dilakukan dengan memanfaatkan konflik internal kerajaan, membangun aliansi dengan penguasa lokal yang bersedia bekerja sama, serta memanfaatkan perbedaan sosial dan politik dalam masyarakat. Penerapan strategi ini dapat dilihat dalam beberapa peristiwa sejarah penting, seperti konflik suksesi di Kerajaan Mataram Islam yang berujung pada Perjanjian Giyanti, persaingan antara Kerajaan Bone dan Kesultanan Gowa dalam Perang Makassar, konflik kekuasaan di Kesultanan Banten antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji, serta perpecahan kekuatan politik di Kesultanan Aceh antara pihak kesultanan dan para uleebalang. Melalui strategi tersebut, Belanda berhasil melemahkan kekuatan politik kerajaan-kerajaan lokal dan memperluas pengaruhnya di berbagai wilayah Nusantara. Dampak dari kebijakan ini tidak hanya terlihat pada melemahnya kekuatan kerajaan lokal, tetapi juga pada meningkatnya ketergantungan politik dan ekonomi terhadap Belanda serta munculnya konflik sosial yang berkepanjangan dalam masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, J., Agama Islam Negeri Kerinci, I., Yudha, G., & Islam Negeri Raden Intan gesityudha, U. (n.d.). Strategi Politik Devide Et Impera Belanda Dan Relevansinya Dengan Polarisasi Agama Pasca Pilpres 2019 Di Indonesia. 18(2), 2022. Retrieved https://ejounal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/index

Arifin, F., Tinggi, S., Adab, I., Islam, B., & Ulum, R. (n.d.). Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan………| 1 Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan di Nusantara: Strategi Politik Daendels Meruntuhkan Kesultanan Banten Tahun 1808-1811.

Fadira Masbait, S. (2025). The Influence Of Dutch Colonialism On The Development Of The Islamic Mataram Kingdom In Java, 1749-1755. In Journal of Historical Education Studies (Vol. 3, Number 1). https://fahruddin.org/satmata

Sitorus, O., Gurusinga, S., Sinaga, R., & Pendidikan Sejarah, J. (2024). AR RUMMAN-Journal of Education and Learning Evaluation Devide Et Impera: Kebijakan Politik Belanda Dalam Memecah Persatuan di Nusantara. Desember, 1(2), 315.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Simanungkalit, R. R. M. A., Sianturi, E., Rafiq, M. A., Lafau, E. W. S., Tarigan, J. A. G., & Tanjung, F. (2026). Strategi Politik Devide et Impera Pemerintah Kolonial Belanda Dalam Memperkuat dan Mempertahankan Kekuasannya di Indonesia pada Abad Ke-17 Hingga Ke-19. Jurnal Multidisiplin Teknologi Dan Arsitektur, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.57235/motekar.v4i1.8121

Issue

Section

Articles

Citation Check