Kolaborasi Pentahelix Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Pekanbaru Tahun 2023-2025
DOI:
https://doi.org/10.57235/motekar.v4i1.8416Keywords:
Kolaborasi Pentahelix, Pengelolaan Lalu Lintas, Collaborative Governance RegimeAbstract
Kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru merupakan permasalahan perkotaan yang kompleks dan melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang beragam. Penanganan permasalahan ini tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif melalui model pentahelix. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kolaborasi pentahelix dalam penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru pada periode 2023–2025 dengan menggunakan perspektif Collaborative Governance Regime (CGR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan aktor pemerintah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor telah terbentuk dan berjalan dalam praktik, namun belum berkembang secara optimal sebagai suatu sistem kolaborasi yang terintegrasi. Pada aspek system context dan drivers, keterlibatan aktor dipengaruhi oleh kebutuhan situasional dan ketergantungan antaraktor. Pada aspek collaborative dynamics, proses kolaborasi telah berlangsung namun masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya inklusif. Pada tahap collaborative actions, tindakan kolaboratif telah dilakukan dalam berbagai bentuk, tetapi masih bersifat responsif dan sektoral. Sementara itu, pada aspek collaborative outcomes, terdapat peningkatan kepatuhan masyarakat, respons penanganan kemacetan yang lebih cepat, serta akses informasi yang lebih luas, meskipun hasil tersebut masih terbatas dan belum konsisten. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru berada pada tahap berkembang dan belum sepenuhnya terlembaga. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi antaraktor, peningkatan konsistensi koordinasi, serta pelibatan aktif seluruh aktor pentahelix untuk mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan.
Downloads
References
Azhari, A. V., & Fitriati, R. (2023). Membangun Model Kolaborasi Penta Helix Pada Mass Rapid Transit Jakarta Building A Penta Helix Collaboration Model On Mass Rapid Transit Jakarta. Jurnal Inovasi Aparatur, 5(2).
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative Governance Regimes (N. putens, Ed.; 1st ed.). Georgetown University Press.
Miles, M. B. , H. A. M. , & S. J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.).
Pane, R. P., Nasution, H. F., Susanto, A., Yusri, A., Rafi, M., Asrida, W., & Alby, S. (2025). Desain Sinergitas Pentahelix Untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia. Penamuda Media.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajamen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajamen Kebutuhan Lalu Lintas.
Putra, R. K. B. (2019). Kolaborasi Stakeholders dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas melalui Pendekatan Pentahelix Model (pp. 1–256).
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jurnal Akuntansi, 3.
Syarifudin Yahya, A., Kusmana, D., & Rahmawati Sururama, dan. (n.d.). Collaborative Governance dalam Penanganan Kemacetan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. https://doi.org/10.33701/jmb.v6i1.4151
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Undang-undang yang mengatur tentang lalu lintas, termasuk penanganan kemacetan yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Arizta Zita Vebrinda, Auradian Marta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.











.png)
.png)