Hidup Selibat (Suatu Tinjauan Dogmatis Tentang Hidup Selibat Diperhadapkan Dengan Adat Batak Toba, Khususnya di Desa Matio)

Authors

  • Felix Sander Boligat Panjaitan Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan, Indonesia
  • Pardomuan Munthe Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/motekar.v4i1.8461

Keywords:

Hidup Selibat, Adat Batak Toba, Teologi Kristen, Pernikahan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung selibat dalam konteks Kerahipan tapi tidak konteks adat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan kuantitatif dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidup Selibat telah dikenal dan dipahami sebagai pilihan hidup, namun penerimaannya masih terbatas karena kuatnya tuntutan adat yang menekankan pernikahan. Kesimpulannya adalah bahwa Selibat merupakan panggilan rohani yang sah dalam kekristenan, tetapi sering dipandang kurang sesuai dalam konteks adat Batak toba. Oleh karena itu, disarankan agar gereja memberikan pemahaman teologis yang kontekstual dan masyarakat lebih terbuka dalam menghargai pilihan hidup selibat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Butar-butar, Marlon & Sri Wahyuni. “Membaca Ulang Status Paulus Dalam 1 Korintus 7:7-9: Perspektif Biblika Terhadap Pria Lajang Dalam Masyarakat Batak Toba.” Jurnal Pendidikan Agama Kristen, Vol. X, No. 2, Juli 2024.

Eminya, Maurice. Teologi Keluarga. Jakarta: Kanisius, 2007.

Fitriyana, Nur. “Selibat Dalam Paham Keagamaan Gereja Katolik.” Jurnal Intizar, Vol. 20, No. 2, 2014.

Gonzalez, Justo L. Sejarah Gereja Umum Jilid 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2013.

Harsanto, Yohanes Dwi, dkk. YOUCAT Indonesia Katekismus Populer. Yogyakarta: Kanisius, 2012.

Heuken, A. Ensiklopedi Gereja. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 1994.

Kaleb Manurung. Adat Batak Toba dan Etika Kristen. Medan: Anggota IKAPI, 2021.

Lane, Tony. Runtut Pijar: Tokoh dan Pemikiran Kristen dari Masa ke Masa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Latourette, Kenneth Scott. Sejarah Kekristenan Jilid 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.

McGrath, Alister E. Sejarah Pemikiran Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Nehemia Utomo, Dinka. “Seksualitas Dalam Bingkai Teologi dan Implikasinya Bagi Keluarga Kristen.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, Vol. 10, No. 1, Oktober 2025.

Nggame, Agustinus L. Kecerdasan Emosional Dalam Hidup Kaum Selibat. Semarang: Kanisius, 2022.

Nugraha, Yan Wira. “Penerapan Pandangan Jhon Calvin Tentang Disiplin Gereja Dalam Kasus Perzinahan Dalam Konteks Gereja Masa Kini.” Jurnal Verbum Christi, Vol. 2, No. 2, Oktober 2015.

Silalahi, Parasdy. Panduan Perkawinan Adat Dalihan Na Tolu. Jakarta: Papas Sinar Sinanti, 2016.

Siska, Ramoti. Gambaran Masyarakat Batak Toba Mengenai Kepuasan Pernikahan Pada Suku Batak Toba Yang Menikah dengan Suku Lain (Mengangkat Marga). Skripsi. Pekanbaru: Universitas Islam Riau, 2019.

Sitanggang, Jan Pieter. Raja Na Pogos. Jakarta: PT Gramedia, 2010.

Tambun, R. Hukum Adat Dalihan Na Tolu. Medan: MITRA.

Tarigan, Jacobus. Dari Keluarga Untuk Gereja. Jakarta: Grasindo, 2007.

Wawancara dengan Pdt. Edward Simon Sinaga melalui WhatsApp pada 17 April 2026 pukul 16.05 WIB.

Wawancara dengan Pdt. Felisa Silaban melalui WhatsApp pada 9 April 2026 pukul 12.28 WIB.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Felix Sander Boligat Panjaitan, & Pardomuan Munthe. (2026). Hidup Selibat (Suatu Tinjauan Dogmatis Tentang Hidup Selibat Diperhadapkan Dengan Adat Batak Toba, Khususnya di Desa Matio). Jurnal Multidisiplin Teknologi Dan Arsitektur, 4(1), 330–340. https://doi.org/10.57235/motekar.v4i1.8461

Issue

Section

Articles

Citation Check