Studi Perbandingan Teknologi Persenjataan Strategi Gerilya Perang Revolusi Kemerdekaan 1945–1949 dengan Strategi Perang Modern

Authors

  • Farhan S R Lubis Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Novky Asmoro Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/motekar.v4i2.8809

Keywords:

Perang asimetris, Perang gerilya, Perang revolusi kemerdekaan, Strategi perang semesta, Teknologi Persenjataan

Abstract

Setelah memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia menghadapi agresi militer dari Belanda yang ingin kembali menjajah. Keterbatasan dalam persenjataan dan logistik mendorong munculnya strategi perang gerilya sebagai bentuk perlawanan asimetris yang efektif. Jenderal Sudirman bersama Kolonel A.H. Nasution merancang perang gerilya dengan melibatkan kekuatan rakyat, penguasaan medan, dan pembentukan satuan tempur kecil yang lincah. Strategi ini terbukti efektif dalam menghambat pergerakan pasukan Belanda yang unggul dalam teknologi militer. Namun, perkembangan teknologi persenjataan modern seperti drone, rudal presisi, hingga senjata elektromagnetik menimbulkan pertanyaan tentang relevansi perang gerilya di masa kini. Melalui metode studi literatur, jurnal ini menganalisis efektivitas strategi perang gerilya masa kemerdekaan jika dihadapkan pada konteks perang modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun filosofi dasar perang gerilya tetap relevan dalam kondisi inferior, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penguasaan teknologi dan adaptasi terhadap medan perang digital. Diperlukan integrasi antara pendekatan gerilya dengan pengembangan teknologi pertahanan modern agar tetap efektif dalam menghadapi ancaman kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, T., Widodo, P., & Anwar, S. (2020). Potential Asymmetrical Threats from Foreign Fighter Returnees in Indonesia [Potensi Ancaman Asimetris Pada Foreign Fighter Returnees di Indonesia]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 11(2), 183–202. https://doi.org/10.22212/jp.v11i2.1770.

Dwicahyo, S. (2023). Bapak Jang Telah Mendahului ke Alam Baka: Kemangkatan Jenderal Sudirman dalam Kenangan Tentara, Publik, dan Rezim. Lembaran Sejarah, 18(1), 95–117. https://doi.org/10.22146/lembaran–sejarah.80456.

Iman, K. F., Triharjanto, R. H., Wibowo, H. B., Asmoro, N., Wulandari, T. (2023). Analysis of Weapon Technology and Defense Resources Used in The Indonesian Guerrilla War 1945–1949. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora, 7(2), 669–675. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.

Lubis, A. F. (2021). TNI Bersama Rakyat Mewujudkan Sikap Bela Negara dalam Denyut Nadi Rakyat Indonesia. JIHAD: Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi, 3(1). https://doi.org/10.58258/jihad.v3i1.323 9.

Mitrović, M. (2017). Hybrid warfare and asymmetric security threats. Vojno Delo, 69(7), 333–347. https://doi.org/10.5937/vojdelo1705333.

Nurbantoro, E., Midhio, W., Risman, H., Prakoso, L. Y., Widjayanto, J. (2021). Perang Kemerdekaan Indonesia (1945–1949) dalam Perspektif Strategi Perang Semesta. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3). https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2658.

Prakoso, L. Y., Yulivan, I., Sutanto, R., Iwa Soemantri, A., Eko Saputo, G., & Prasetyo, H. (2025). Strategi Menghadapi Perang Asimetris. Jakarta: CV Widina Media Utama.

Suciati, Zaini, A., Aritonang, S. (2024). Peran Perang Gerilya dalam Menghadapi Tantangan Kedaulatan Negara: Tinjauan atas Empat Konflik Bersejarah. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 1109–1132.

Suspurwanto, J. (2020). Kepemimpinan Jenderal Sudirman Strategis Dalam Pengabdiannya Sebagai Prajurit Tentara Nasional Indonesia. Jurnal Strategi Perang Semesta, 6(1).

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Farhan S R Lubis, & Novky Asmoro. (2026). Studi Perbandingan Teknologi Persenjataan Strategi Gerilya Perang Revolusi Kemerdekaan 1945–1949 dengan Strategi Perang Modern. Jurnal Multidisiplin Teknologi Dan Arsitektur, 4(2), 355–360. https://doi.org/10.57235/motekar.v4i2.8809

Citation Check