Analisis Kebutuhan Taxiway Guidance Light dalam Mendukung Keselamatan Penerbangan pada Kondisi Low Visibility

Authors

  • M Candra Tribuana Yuliansyah Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Agoes Soebagio Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Elfi Amir Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/motekar.v4i2.8872

Keywords:

Taxiway Guidance Light; Low Visibility; Keselamatan Penerbangan

Abstract

Dalam kegiatan operasional sisi udara bandar udara, unit Apron Movement Control (AMC) berperan penting dalam memastikan kelancaran dan keselamatan pergerakan pesawat di area apron dan taxiway. Berdasarkan kondisi eksisting di BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata, fasilitas Taxiway Guidance Light belum tersedia sehingga pergerakan pesawat hanya mengandalkan marka, instruksi ATC, dan Follow Me Car. Ketiadaan fasilitas tersebut menyebabkan panduan visual bagi pilot selama taxiing menjadi sangat terbatas pada kondisi low visibility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi operasional taxiing pesawat pada saat low visibility, mengidentifikasi risiko yang timbul akibat belum tersedianya Taxiway Guidance Light, serta menganalisis kebutuhan pemasangannya dalam mendukung keselamatan penerbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi teknis, dan wawancara mendalam terhadap personel operasional terkait. Analisis risiko keselamatan (Safety Risk Assessment) dilakukan dengan mengacu pada matriks toleransi risiko ICAO Document 9859. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional taxiing tanpa pemanduan visual elektronik pada kondisi low visibility menghasilkan tingkat risiko pada zona Tolerable (dapat ditoleransi dengan mitigasi tambahan). Ketergantungan pada Follow Me Car dinilai kurang efisien dan berpotensi meningkatkan beban kerja petugas serta durasi taxi time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengadaan instalasi Taxiway Guidance Light merupakan langkah tepat dalam mendukung keselamatan operasional di sisi udara. Meskipun terdapat kendala terkait tingginya biaya investasi dan potensi gangguan operasional saat instalasi, hal tersebut dapat dimitigasi melalui penganggaran bertahap dan pengerjaan di luar jam operasi penerbangan, guna mencapai tingkat keselamatan operasi penerbangan yang acceptable.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir, E., Helmiadi, M. H., Soebagio, A., Pamurahjo, H., Atmaka, E. W., Lestary, D., Roza, F., & Julpah, N. (2025). Buku Ajar Undang-Undang dan Regulasi Penerbangan Sipil.

Amir, E., Rosmayanti, L., & Adiliawijaya, R. (2023). Budaya Keselamatan, Keamanan, dan Pelayanan Penerbangan.

Annex 19 ICAO Safety Management. (2016).

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal Ihsan.

Arib Rusli, M. F., Ishaq, M., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Strategi Pengumpulan dan Pengelolaan Data dalam Penelitian Pendidikan: Kajian Teoretis dan Praktis. Jurnal Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 3(3), 573–581. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1045

Indriani, J., Lestari, M., Novrikasari, N., & Nandini, R. F. (2023). Analisis Penyebab Kejadian Kecelakaan Pesawat di Indonesia dengan Pendekatan the Shell Model. Warta Penelitian Perhubungan, 35(1), 17–28. https://doi.org/10.25104/warlit.v35i1.2064

International Civil Aviation Organization. (2009). Annex 14 Volume I Aerodrome Design and Operation.

Martha Putri, A., Kurniawati, Z., & Fahroji. (2026). Analisis Kerusakan Untuk Penyusunan Rekomendasi Pemeliharaan Sistem Taxiway Edge Light Di Bandara Pangsuma. Community Development Journal, 7(2).

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2019 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. (2023). BPK RI.

Rahimudin, & Tukan, O. B. D. S. (2023). Peran Petugas Apron Movement Control (AMC) Dalam. Jurnal Mahasiswa, 5(2), 360–373. https://doi.org/10.51903/jurnalmahasiswa.v5i2

Rifa'i, Y. (2023). Analisis Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pengumpulan Data Di Penelitian Ilmiah Pada Penyusunan Mini Riset. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(1).

Salsabila, N. I. (2020). Optimalisasi Fasilitas Airfield Lighting System Sebagai Penunjang Pelayanan Navigasi Dan Keselamatan Penerbangan Di Bandar Udara Tambolaka, 1–9.

Santoso, S., Kusnanto, E., & Saputra, M. R. (2022). Perbandingan Metode Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Serta Aplikasinya dalam Penelitian Akuntansi Interpretatif. Optimal: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 2(3), 351–360. https://doi.org/10.55606/optimal.v4i3.4457

Silitonga, E. P. (2024). Analisis Peningkatan Keselamatan Operasi Penerbangan pada Shoulder Taxiway Strip di Bandara Kualanamu.

SKYbrary. (2026). Taxiway Lighting. https://skybrary.aero/articles/taxiway-lighting

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan RND.

Tampubolon, R. H., B Lesnussa, H. A., & Patiran, A. Z. (2022). Analysis of Feasibility for Taxiway Light (Case Study in Rendani Airport of Manokwari). Journal of Information Science and Technology, 11(2).

Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. (2009). BPK RI.

Wulandari, N. C., & Ulfa, R. (2025). Analisis Koordinasi Petugas Apron Movement Control (AMC) Dalam Menangani Pergerakan Pesawat Udara Di Bandar Udara Mopah Merauke. 7(1), 14–17. https://doi.org/10.56521/attendant-dirgantara.v7i1.1363

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

M Candra Tribuana Yuliansyah, Agoes Soebagio, & Elfi Amir. (2026). Analisis Kebutuhan Taxiway Guidance Light dalam Mendukung Keselamatan Penerbangan pada Kondisi Low Visibility. Jurnal Multidisiplin Teknologi Dan Arsitektur, 4(2), 384–390. https://doi.org/10.57235/motekar.v4i2.8872

Citation Check