Sextion: Sex Education for Civic Disposition (Sex Education as an Effort to Prevent Free Sex for College Students)
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v2i1.541Keywords:
Sex Education, Citizenship Education, Civic DispositionAbstract
The rapid development of technology and information can affect adolescent behavior patterns, especially sexual behavior. The influence of social media is one of the causes of free sex behavior, easy access to videos with pornographic content and no supervision. Sex education should be obtained from the family, school and community. Sex education instills religion, character and norms in it so that children are always in accordance with religious teachings, norms and character demands as Indonesian citizens. With this understanding, they can be more careful in associating and dealing with the opposite sex. Sex education in civic education can be directed based on the social and moral components.
References
Bella, S. M., & Istianah, F. (2017). Pendidikan Seksualitas Sejak Dini sebagai Upaya Menghindarkan Anak-Anak Usia Sekolah Dasar dari Penyimpangan Seksualitas. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(3), 254539.
Bruess, CE., Greenberg, JS., 1994, Sexuality Education: Theory and Practice, Indiana: Brown & Benchmark
Datu, A. A. J., Nugrahadi, A., & Nelwan, Y. I. (2022). Sex education for teenager with visual art therapy podcast. Journal of Technology and Science, 3(1), 1–7.
Febrika, A., Indaryati, S., & Pranata, L. (2021). Perilaku Berisiko HIV/AIDS: Seks Bebas dan Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di SMK X Kota Palembang. Pengabdian Masyarakat, 02(01), 25–31.
Gaol, S. M. Marbun. L., & Stevanus, K. (2019). Pendidikan Seks Pada Remaja. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 325-343.
Giri, M. K. W. (2013, July). Pendidikan Seks Berbasis Karakter Sebagai Upaya Menekan Kasus Aborsi Di Kalangan Pelajar. In Prosiding Seminar Nasional MIPA.
Irmayanti, N., & Zuroida, A. (2019). Pengembangan Model Pengetahuan Perilaku Seks Education Untuk Siswa SMA. Journal of Urban Sociology.
Khosibah, S. A., & Dimyati, D. (2021). Bahasa Reseptif Anak Usia 3-6 Tahun di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1860-1869.
Kusumastuti, F. A. D. (2010). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap seksual pranikah remaja.
Lidayni, A., Arnidah, & Anwar, C. R. (2022). Pengembangan E-Modul Sex Education Sebagai Penguatan Pendidikan. ejournal.upi.
Muarifah, A., Wati, D. E., & Puspitasari, I. (2020). Identifikasi Bentuk dan Dampak Kekerasan Pada Anak Usia Dini di Kota Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 757-765
Nurlaeli, H. (2020). Pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja santri putri Pondok Pesantren Watu Ringkel Darussalam-Karangpucung. In Wijayakusuma Prosiding Seminar Nasional (Vol. 1, No. 1, pp. 204-215)
Purwanza, S. W., Wulandari, I., Wicaksono, K. E., & Enofani, D. A. (2022). Edukasi Penyalahgunaan Seks Bebas Pada Remaja. Jurnal Abdi Masyarakat, 5(2)
Putra, A. M. (2018). Remaja dan pendidikan seks. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(2), 61-68.
Ratnasari, R. F., & Alias, M. (2016). Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini. Jurnal Tarbawi Khatulistiwa, 2(2).
Retnawati, H. (2015). Perbandingan Estimasi Kemampuan Laten Antara Metode Maksimum Likelihood Dan Metode Bayes. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 19 (2), 145–155
Santrock, J. W., Sumiharti, Y., Sinaga, H., Damanik, J., & Chusairi, A. (2002). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup Jilid 1.
Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasi: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25–32.
Sarwono, S.W. (2006). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Solehati, T., Septiani, R. F., Muliani, R., Nurhasanah, S. A., Afriani, S. N., Nuraini, S., Fauziah, S., Pratiwi, S. D., Alam, S. P., Hermayanti, Y., Kosasih, C. E., & Mediani, H. S. (2022). Intervensi Bagi Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan Seksual Anak di Indonesia: Scoping Review. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2201-2214.
Suryoputro, A. Ford, N. J., & Shaluhiyah, Z. (2006). Faktor-Faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di Jawa Tengah: Implikasinya terhadap kebijakan dan layanan ke. Jurnal Makara Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Makara kesehatan, 10(1), 29-40
Tafonao, T. (2019). Dampak Seks Bebas Terhadap Perilaku Generasi Millenial. Teologi Seks Di Era Milenial, 47.
Vagni, M., Maiorano, T., & Pajardi, D. (2015). Immediate and Delayed Suggestibility Among Suspected Child Victims of Sexual Abuse. Personality and Individual Differences, 79(25), 129-133.
Wiradimadja, A. (2020). Parenting Education: Building Characters and Holding in Millennial Mental Problems. 145–149.
Yuniarni, D. (2021). Pengembangan Busy Book Berbasis Neurosains dalam Rangka Pengenalan Seks untuk Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 513-525.
Zubaedah, S. (2016). Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Kota Yogyakarta. Al Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 62.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















