Sejarah Sosial Peradaban Dinasti Aghlabiyah: Periode Kejayaan Hingga Keruntuhan
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i1.5958Keywords:
Aghlabiyah, Afrika Utara, SosialAbstract
Artikel ini mengkaji sejarah sosial peradaban dalam perjalanan Dinasti Aghlabiyah (800-909 M) dari fase konsolidasi hingga keruntuhan di Afrika Utara. Penelitian ini berfokus pada proses pembentukan dinasti Aghlabiyah hingga keruntuhannya, serta menganalisis dinamika sosial yang terjadi selama masa berdirinya dinasti tersebut. Peneliti menerapkan pendekatan analisis sosial-historis dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan kajian pustaka terhadap sumber-sumber sejarah yang relevan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Aghlabiyah terdiri dari keragaman etnis dan hierarki berlapis yang menghasilkan dinamika yang kompleks. Interaksi antara penguasa dan ulama, serta kaum elit lainnya dan kelompok etnis, sering kali diwarnai oleh ketegangan yang dapat menggerogoti kekuatan rezim dari dalam. Beberapa kebijakan yang diterapkan oleh penguasa cenderung memperburuk ketidakpuasan sosial serta meningkatkan polarisasi di masyarakat. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa elemen-elemen sosial internal, seperti perpecahan di kalangan elit dan ketidakpuasan yang dipicu oleh otoritas keagamaan atau kondisi sosial, memainkan peran penting dalam meningkatkan kerentanan dan pada akhirnya menyebabkan keruntuhan Dinasti Aghlabiyah di hadapan kekuatan Fatimiyah.
References
Abun Nasr, Jamil M. A History of The Maghrib in The Islamic Period. 2nd ed. London: Cambridge University Press, 1975.
Bakri, Syamsul. Sejarah Kebudayaan Islam. Edited by Agus Wahyudi. Surakarta: Efudepress (Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta), 2022.
Bosworth, Clifford Edmund. Islamic Dynasties. Edinburgh: Ediunburgh University Press, 1996.
Hitti, Philip K. History of The Arabs. 10th ed. London: Macmillan Education , 1970.
Imam Fuadi. Sejarah BPeradaban Islam. Yogyakarta: Teras, 2011.
Kartini, Ajeng, and Wahyuni Amalia. History of Islam. Banjarmasin: Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, 2023.
Kennedy, Hugh. “The Origins of The Aghlabids.” In The Aghlabids and Their Neighbors, edited by Maribel Fierro, Renata Holod, M.Sukru Hanioglu, and Florian Schwarz, 122:33–48. Boston: Brill, 2018.
Marzuenda. “Sejarah Perkembangan Peradaban Islam (Islam Di Afrika Utara Dan Afrika Selatan).” Kreatifitas Jurnla Ilmiah Pendidikan Islam 10, no. 1 (March 2021).
Mustaghfirin, Ahmad. “Islamisasi Di Afrika Sub-Sahara.” Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban 14, no. 2 (2019): 129–146.
Nunzairina. “Dinasti Abbasiyah: Kemajuan Peradaban Islam, Pendidikan Dan Kebangkitan Kaum Intelektual.” JUSPI: Jurnal Sejarah Peradaban Islam 3, no. 2 (January 2020): 93–103.
Syahraeni, Andi. “Dinasti-Dinasti Kecil Abbasiyah.” Jurnal Rihlah 4, no. 1 (2016).
W, Montgomery Watt. Kejayaan Islam Kajian Kritis Dan Tokoh Orientalis. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1990.
Zubaidah, Siti. Sejarah Peradaban Islam. Edited by Nurika Khalila Daulay. Medan: Perdana Publishing, 2016.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















