Analisis Gaya Hidup Tidak Sehat Pada Mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara: Potensi dan Hambatan dalam Mewujudkan Perilaku Hidup Sehat
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i1.6191Keywords:
gaya hidup tidak sehat, mahasiswa, kesehatan masyarakat, perilaku, FKM UINSUAbstract
Gaya hidup tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko utama yang berdampak terhadap kualitas hidup dan kesehatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek gaya hidup tidak sehat yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU), serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden mahasiswa FKM UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan makan tidak teratur, kurang berolahraga, kurang tidur, dan memiliki tingkat stres yang cukup tinggi. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan dan konsumsi makanan cepat saji juga menjadi pola yang dominan dalam keseharian mahasiswa. Faktor penyebab utama gaya hidup tidak sehat ini antara lain beban akademik, kurangnya kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat, serta pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan dukungan lingkungan kampus yang mendorong perilaku hidup sehat di kalangan mahasiswa.
References
Departemen Kesehatan RI. 2007. Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Berbagai Tatanan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah.
Luthfia, D. (2017). Pengaruh gaya hidup sehat terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada mahasiswa pendidikan biologi Universitas Negeri Jakarta (Skripsi, Universitas Negeri Jakarta).
Muflihah, A. (2015). Uji validitas konstruk instrumen Health Belief Model dan dukungan sosial dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA). JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia), 4(2), 97–112.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurdin, A. E. (2010). Pendekatan Psikoneuroimunologi. Majalah Kedokteran Andalas, 34(2), 90–101.
Rachmawati, F., & Ariani, M. D. (2017). Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Perkotaan dan Dampaknya terhadap Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan, 12(1), 11–20.
Wardhana, M. (2010). Psikoneuroimunologi di Bidang Dermatologi. MDVI, Edisi IV(20).
Diantha, I. K., Sya'baniyah, N., Agustin, R. R., Zhafira, F. A., Safinatunnajah, A., Fadhilah, S. N., Lestari, S., & Gobai, J. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi perilaku pola makan tidak teratur pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang Program Studi Gizi Angkatan 2023. Jurnal Angka, 1(1), 162-172.
Tsamra, D. I., & Zahra, S. N. (2023). Hubungan tingkat stres mahasiswa dengan pola hidup tidak sehat. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 12(2), 173-181.
Sulistiarini, S., & Hargono, R. (n.d.). (2018). Hubungan perilaku hidup sehat dengan status kesehatan masyarakat Kelurahan Ujung. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.Vo;. 6 (1).
Adventus, Jaya M M I, Mahendra Donny. “Buku Ajar Promosi Kesehatan”. Jakarta. 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















