Integrasi Deiksis Dalam Komunikasi Informal Antar Mahasiswa di Lingkungan Kampus: Suatu Kajian Pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7199Keywords:
Deiksis, Komunikasi Informal, Mahasiswa, Pragmatik, KampusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam komunikasi informal antar mahasiswa di lingkungan kampus. Deiksis sebagai salah satu kajian pragmatik berperan penting dalam menunjukkan hubungan antara bahasa, penutur, pendengar, dan konteks tuturan. Mahasiswa, sebagai kelompok sosial yang aktif dalam interaksi sehari-hari, sering menggunakan deiksis secara variatif sesuai dengan situasi percakapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi percakapan langsung, perekaman interaksi, dan wawancara singkat kepada partisipan. Data dianalisis berdasarkan kategori deiksis yang meliputi deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona mendominasi dalam percakapan, terutama penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua, yang menegaskan kedekatan hubungan sosial antar mahasiswa. Deiksis tempat dan waktu digunakan untuk memperjelas konteks lokasi dan durasi kegiatan kampus, sedangkan deiksis sosial tampak dalam pemilihan sapaan yang merefleksikan hierarki akademik. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis bukan hanya sekadar penunjuk dalam bahasa, tetapi juga merefleksikan hubungan sosial, kedekatan, serta budaya komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian pragmatik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa lisan di ranah pendidikan tinggi.
References
Astuti, S. R., & Wahyudi, E. (2024). Penggunaan Deiksis dalam Komunikasi Sehari-hari Mahasiswa di Era Digital. Jurnal Linguistik Terapan, 15(2), 85-98.
Dewi, N. P., & Hapsari, R. (2023). Analisis Kuantitatif Deiksis dalam Percakapan Informal Mahasiswa Universitas Negeri. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 45-59.
Febriani, T., & Putra, M. Y. (2022). Validitas dan Reliabilitas Angket dalam Penelitian Komunikasi Informal Mahasiswa. Jurnal Metodologi Penelitian Pendidikan, 8(1), 34-40.
Hartono, D., & Lestari, A. (2021). Statistik Deskriptif: Teknik Analisis Data Kuantitatif untuk Penelitian Bahasa. Jurnal Statistik dan Pendidikan, 6(3), 102-110.
Laia, W. (2023). Analisis Deiksis Pada Percakapan Mahasiswa Semester Vi Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Nias Raya Tahun 2022. Faguru: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 2(2), 181-191.
Nurlatu, J. dkk. (2020). Penggunaan Dieksis Sopan Santun Mahasiswa Universitas Iqra Buru. Jurnal ilmiah fenomena edukasi bahasa dan sastra Indonesia, 3(2), 54-164.
Oktaviani, R. & Ramdhani, I. S. (2023). Analisis Deiksis Percakapan Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Tangerang Pada Pendidikan Bahasa Indonesia. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(1), 43-51.
Putri, M. S., & Rahman, F. (2020). Pengaruh Deiksis dalam Membangun Identitas Sosial Mahasiswa: Studi Kuantitatif di Perguruan Tinggi. Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 10(4), 75-88.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















