Organisasi dan Manajemen Kesehatan Sebagai Kunci Inovasi Pelayanan
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7235Keywords:
Organisasi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Inovasi Pelayanan, Mutu LayananAbstract
Organisasi dan manajemen kesehatan memegang peran strategis dalam meningkatkan kualitas serta efektivitas pelayanan kesehatan. Tantangan global, perkembangan teknologi, dan perubahan pola penyakit menuntut adanya inovasi berkelanjutan, baik melalui penerapan teknologi maupun tata kelola organisasi, strategi manajemen, dan kepemimpinan adaptif. Inovasi pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh efektivitas organisasi, perencanaan, pengelolaan sumber daya, koordinasi, serta evaluasi program. Artikel ini membahas peran organisasi dan manajemen kesehatan sebagai penggerak utama inovasi, dengan menyoroti teori, bentuk inovasi, tantangan, peluang, serta studi kasus di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa organisasi yang terstruktur dan manajemen yang efektif mampu meningkatkan efisiensi, mutu, dan daya saing layanan kesehatan, sehingga penguatan keduanya menjadi pilar utama dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, berkualitas, dan berkelanjutan.
References
Amir, A., Lesmana, O., Noerjoedianto, D., & Subandi, A. (2021). Peran Kepemimpinan di Puskesmas terhadap Kinerja Organisasi dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Journal of Telenursing (JOTING), 3(2), 526–537. https://doi.org/10.31539/joting.v3i2.2208
Burgess, M., Enzle, M. E., & Morry, M. (2000). The social psychological power of photography: Can the image-freezing machine make something of nothing? In European Journal of Social Psychology (Vol. 30, Issue 5, pp. 613–630). https://doi.org/10.1002/1099-0992(200009/10)30:5<613::aid-ejsp11>3.3.co;2-j
Dewi, M. P. (n.d.). Layanan Industri Kesehatan Digital.
Fahrner, R. (2014). Ishak. Lyrische Dramen Nach Orientalischen Quellen, 161–230. https://doi.org/10.7788/boehlau.9783412217785.161
Hafizh, D. A. (2016). Inovasi Pelayanan Publik Studi Deskriptif tentang Penerapan Layanan e-Health dalam meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pucangsewu Kota Surabaya. 4.
Machmud, R. (2008). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 2(2), 186–190. https://doi.org/10.24893/jkma.v2i2.31
Manurung, H., Sianturi, H. M., Isnanul, O., & Sahbudi. (2024). Implikasi Hukum Atas Penggunaan Teknologi dalam Pelayanan Kesehatan Telemedicine. Judge: Jurnal Hukum, 05(03), 91–97.
Mindarti, L. I., & Juniar, A. P. A. (2019). Inovasi Layanan Kesehatan Berbasis E-Government (Studi pada Puskesmas Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang). JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 3(1), 19. https://doi.org/10.26740/jpsi.v3n1.p19-27
Suyatno, E., & Tukiran, M. (2024). Navigating the World of Healthcare in Organizational Culture: A Systematic Literature Review. International Journal of Social and Management …, 03(03), 35–54. https://www.ijosmas.org/index.php/ijosmas/article/view/411%0Ahttps://www.ijosmas.org/index.php/ijosmas/article/download/411/301
Wahidmurni. (2017). Inovasi Dan Tantangan Dalam Manajemen Strategi Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Literatur. 2024-10-04, 4(5), 2588–2593. https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/8685/6809
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















