Ascariasis pada Balita: Tinjauan Faktor Lingkungan, Perilaku Orang Tua, dan Manajemen Kesehatan

Authors

  • Ahmadin Widya Wibowo Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Alya Nabila Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Andini Febri Astuti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Anggun Syahfira Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Erlina Gultom Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Erwina Rizky Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Fahira Aqmaliyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Hilsa Ananta Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Revalina Etika Ananda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Shindika Andraini Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zahraini Rhossy Sembiring Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zuhra Nazwa Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Dewi Agustina Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7237

Keywords:

Ascariasis, Balita, Lingkungan, Perilaku Orang Tua, Manajemen Kesehatan

Abstract

Infeksi Ascaris lumbricoides masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada balita di wilayah sosial ekonomi rendah. Kerentanan balita dipengaruhi sistem imun yang belum matang, kebiasaan bermain di tanah, dan keterbatasan menjaga kebersihan. Artikel ini meninjau faktor lingkungan dan perilaku orang tua yang berhubungan dengan prevalensi ascariasis, serta menganalisisnya dari perspektif organisasi dan manajemen kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel nasional dan internasional terbit 2015–2025. Hasil menunjukkan sanitasi tidak memadai, lantai tanah, dan keterbatasan air bersih berkontribusi pada tingginya infeksi. Pengetahuan orang tua yang tidak disertai praktik higienis konsisten meningkatkan risiko penularan. Program obat cacing massal bermanfaat, namun dampaknya terbatas bila tidak disertai perbaikan lingkungan. Dari sudut manajemen kesehatan, pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui puskesmas, posyandu, sekolah, dan peran orang tua sebagai pengelola kesehatan rumah tangga. Dengan demikian, intervensi terpadu berbasis perbaikan lingkungan, edukasi perilaku sehat, dan penguatan organisasi kesehatan masyarakat diperlukan untuk menurunkan angka ascariasis pada balita.

References

BMC Infectious Diseases. (2025). Prevalence and associated factors of Ascaris lumbricoides among children under five in Rukiga District, Uganda. BMC Infectious Diseases, 25(2), 145–156.

BMC Public Health. (2024). Knowledge, attitudes, and practices regarding soil- transmitted helminths among communities in sub-Saharan Africa. BMC Public Health, 24(3), 512–523.

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Parasites – Ascariasis. Morbidity and Mortality Weekly Review, 71(4), 110–115.

Freeman, M. C., Clasen, T., Brooker, S. J., Akoko, D., & Rheingans, R. (2020). The impact of sanitation and hygiene on the control of soil-transmitted helminths: Results from a multicountry trial. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(5), e0008318.

Gyorkos, T. W., Maheu-Giroux, M., Blouin, B., & Casapia, M. (2020). Impact of health education on soil-transmitted helminth infections in schoolchildren of the Peruvian Amazon. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(5), e0007962.

Humphrey, J. H., Mbuya, M. N., Ntozini, R., Moulton, L. H., Stoltzfus, R. J., & Tavengwa, N. V. (2019). Independent and combined effects of improved water, sanitation, and hygiene, and improved complementary feeding, on child stunting and anaemia in rural Zimbabwe: A cluster-randomised trial. The Lancet Global Health, 7(1), e132–e147.

Kandahar Study. (2023). Prevalence of Ascaris lumbricoides and associated factors among school-age children in Kandahar, Afghanistan. Journal of Global Infectious Diseases, 15(1), 25–34.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Maqfirah, N., Halim, R., & Pratama, R. A. (2024). Prevalensi infeksi cacing usus pada anak panti asuhan di Kecamatan Medan Sunggal. Jurnal Ilmiah Gizi, 2(1), 225– 234.

Phillips, A. E., Zeleke, A. J., Abate, A., Tadesse, Z., & Freeman, M. C. (2022). Soil- transmitted helminth infections and access to water, sanitation and hygiene in Wolayita, Ethiopia. Parasites & Vectors, 15(1), 321–330.

Pullan, R. L., Smith, J. L., Jasrasaria, R., & Brooker, S. J. (2024). Global numbers of infection and disease burden of soil-transmitted helminth infections in 2020: A meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases, 24(3), 304–312.

Strunz, E. C., Addiss, D. G., Stocks, M. E., Ogden, S., Utzinger, J., & Freeman, M. C. (2014). Water, sanitation, hygiene, and soil-transmitted helminth infection: A systematic review and meta-analysis. PLoS Medicine, 11(3), e1001620.

Suparni, & Hayunisaq. (2019). Hubungan infeksi kecacingan dengan kondisi lingkungan masyarakat peternakan Kecamatan Hamparan Perak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 45–53.

Vaz Nery, S., Traub, R. J., McCarthy, J. S., Clarke, N. E., & Gray, D. J. (2019). WASH for worms: A review of the impact of water, sanitation, and hygiene on soil- transmitted helminth infections. Parasites & Vectors, 12(1), 571.

World Health Organization. (2021). Soil-transmitted helminth infections: Key facts. WHO Bulletin, 99(4), 234–236.

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Wibowo, A. W., Putri, A. N., Astuti, A. F., Syahfira, A., Gultom, E., Rizky, E., … Agustina, D. (2025). Ascariasis pada Balita: Tinjauan Faktor Lingkungan, Perilaku Orang Tua, dan Manajemen Kesehatan. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 1242–1246. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7237

Citation Check