*corresponding author
AbstractPertahanan udara merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara di era perang modern. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah udara yang sangat besar menghadapi tantangan serius dari ancaman pesawat tempur, rudal, hingga UAV canggih. Namun, peran Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD masih terbatas pada pertahanan titik akibat keterbatasan jangkauan alutsista. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi rudal Sungur buatan Turki sebagai opsi modernisasi Arhanud serta menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis konseptual, diperkuat dengan studi kasus konflik modern seperti perang Rusia-Ukraina dan Nagorno-Karabakh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rudal Sungur memiliki keunggulan berupa mobilitas tinggi, sistem pemandu inframerah modern, efektivitas menghadapi UAV, serta fleksibilitas integrasi lintas-matra. Meski demikian, keterbatasan jangkauan dan ketergantungan pada line of sight menuntut integrasi dalam sistem pertahanan udara berlapis. Studi kasus membuktikan bahwa pertahanan berlapis dan kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan, bukan sekadar alutsista. Kesimpulannya, integrasi rudal Sungur dapat meningkatkan peran Arhanud dari sekadar pertahanan titik menuju pertahanan terminal dan mobile. Saran yang diajukan meliputi adopsi rudal Sungur dalam Opshanudnas, penguatan radar nasional, adaptasi doktrin Arhanud yang lebih mobile, serta latihan gabungan lintas matra dengan dukungan alih teknologi. Modernisasi alutsista yang diiringi kesiapan SDM akan memperkuat kedaulatan udara Indonesia di masa depan. KeywordsArhanud, Pertahanan Udara, Rudal Sungur, UAV, Modernisasi Alutsista
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7240 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7240 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
BBC News. (2020, October 31). Nagorno-Karabakh conflict: Drones reshape the battlefield. Retrieved from https://www.bbc.com/news/world-europe-54757804
Cordesman, A. H. (2021). The changing character of air and missile threats. Washington, DC: Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Freedberg, S. J. (2022, March 24). Lessons from Ukraine: Air defense in the drone age. Breaking Defense. Retrieved from https://breakingdefense.com
International Institute for Strategic Studies (IISS). (2023). The military balance 2023. Routledge.
Janes Defence Weekly. (2022). Turkey’s Sungur short-range air defence system enters service. Retrieved from https://www.janes.com
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2021). Buku Putih Pertahanan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Pertahanan RI.
North Atlantic Treaty Organization (NATO). (2020). Integrated air and missile defence: NATO’s approach. Brussels: NATO JAPCC.
Panglima TNI. (2022, January 21). Peresmian Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas). Markas Besar TNI.
Roketsan. (2021). SUNGUR air defence missile system. Retrieved from https://www.roketsan.com.tr
Salim, M. (2020). Pertahanan udara nasional dalam konteks geopolitik Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(2), 67–85.
SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute). (2022). Arms transfers database. Retrieved from https://www.sipri.org/databases/armstransfers
Suryono, A. (2019). Modernisasi alutsista dan implikasinya bagi pertahanan nasional. Jurnal Strategi Pertahanan Indonesia, 5(1), 45–62.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Nur Afiad Syamiajaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download