Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC,) Sebagai Obat Kumur Herbal (Herbal Mouthwash)

Authors

  • Sinta Wulida Mustasfa Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Aina Mardiah Dalimunthe Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Diska Qolbu Mutia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Melfa Romanna Elisabet Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Putri Fransiska Saragih Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Endang Sulistyarini Gultom Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurbaity Situmorang Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7325

Keywords:

Andaliman, Zanthoxylum Acanthopodium, Ekstraksi, Antibakteri, Obat Kumur Herbal

Abstract

Tanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan rempah asli Sumatera Utara yang kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi ekstrak andaliman dalam pembuatan obat kumur berbasis herbal. Ekstraksi bahan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap mikroorganisme penyebab bau mulut seperti Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak andaliman mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara efektif dengan terbentuknya zona hambat yang jelas. Formulasi obat kumur dari ekstrak andaliman juga menunjukkan keamanan penggunaan serta memberikan efek penyegaran alami di rongga mulut. Oleh karena itu, andaliman dapat dijadikan sebagai alternatif bahan alami yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat kumur herbal yang efektif dan ramah lingkungan.

References

Arbi, D., Nasution, F., & Nasution, R. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) dan Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Biologi dan Sains, 12(1), 45–52.

Damaris, R., Simatupang, E., & Silaban, D. (2024). Analisis Kandungan Minyak Atsiri Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) dan Aktivitas Antibakterinya. Jurnal Fitokimia Tropis, 9(2), 98–105.

Karo-Karo, S. U., Nabila, N., Hartini, P. T., Andry, M., Ligo, A., & Rezaldi, F. (2024). Potential use of Andaliman fruit as an antibacterial. Jurnal Biologi Tropis, 24(3), 441–456. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i3.7423

Nahidha, S., Prasetyo, A., & Handayani, T. (2020). Efektivitas Obat Kumur Herbal terhadap Penurunan Jumlah Koloni Staphylococcus aureus di Rongga Mulut. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut Indonesia, 5(1), 23–29.

Nurrachmania, M., Rozalina, & Sihombing, B. H. (2023). Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) sebagai Obat Kumur Herbal (Herbal Mouthwash). Jurnal Akar, 2(2), 77–83.

Sepriani, R., Nirhamidah, & Handayani, A. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tanaman Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Indonesia, 8(3), 221–229.

Shasti, H., & Siregar, F. (2017). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan dan Sains, 5(2), 101–108.

Syaputri, S. M., Girsang, W., & Chiuman, M. (2022). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 9(1), 55–62.

Wulandari, F., Rahmawati, I., & Nursalam, A. (2022). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(2), 89– 95

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Mustasfa, S. W., Dalimunthe, A. M., Mutia, D. Q., Elisabet, M. R., Saragih, P. F., Gultom, E. S., & Situmorang, N. (2025). Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC,) Sebagai Obat Kumur Herbal (Herbal Mouthwash). QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 1475–1483. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7325

Citation Check