Resiliensi Sosial dalam Pola Asuh Ibu Pekerja Seks Komersial di Pasar Kembang Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7429Keywords:
Resiliensi Sosial, Pola Asuh, Pekerja Seks Komersial, IbuAbstract
Fenomena pekerja seks komersial (PSK) merupakan persoalan sosial yang kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap struktur sosial keluarga dan pola asuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resiliensi sosial dalam pola asuh yang diterapkan oleh ibu pekerja seks komersial di Pasar Kembang Yogyakarta. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat ibu pekerja seks komersial yang memiliki anak usia sekolah, serta wawancara dengan pihak Dinas Sosial dan Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pekerja seks komersial tetap berupaya menjalankan tanggung jawab pengasuhan dengan menerapkan pola demokratis, otoriter, maupun persuasif, tergantung pada kondisi psikologis dan sosial masing-masing. Pola pengasuhan tersebut mencerminkan resiliensi sosial, yaitu kemampuan untuk beradaptasi, bertahan, dan menunjukkan kasih sayang keibuan ditengah tekanan sosial dan stigma masyarakat.
References
Baumrind, D. (dalam Suparyanto, 2020). Patologi Sosial dan Perkembangan Anak. Bandung: Alfabeta.
Dahniar N., & Mukramin, S. (2023). Labeling dan Diskriminasi Sosial Terhadap Anak Pekerja Seks Komersial di Pantai Salukaili Pasangkayu. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 3(3), 27-34. https://doi.org/10.58707/jipm.v3i3.492
Fachrunniza & Imam Setyawan. Makna Anak Bagi Ibu Pekerja Seks Komersial. Jurnal Empati, 8(3), 593-604. https://doi:10.14710/empati.201926502
Lutfia Nur ‘Aini. (2024). Pengaruh Latar Belakang Ekonomi Terhadap Pola Asuh Orang Tua di Lingkungan Marginal. Jurnal Sosiologi Keluarga, 6(1), 45-57. https://doi.org/10.25077/jsk.v6i1.2314
Nurhidayah, N., & Hadi P. (2023). Resiliensi Sosial Keluarga Marginal di Perkotaan: Analisis Komunikasi dan Dukungan Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(2), 101-113. https://doi.org/10.31004/jish.v7i2.5432
Norris, F.H., Stevens, S.P., Pfefferrbaum, B., Wyche, K.F., & Pfefferrbaum, R.L. (2008). Community Resilience as a Metaphor, Teory, Set of Capacities, and Strategi for Disaster Readiness. American Journal of Community Psychology, 4(1-2), 127-150. https://doi.org/ 10.1007/s10464-007-9156-6.
Rosalia Indriyati Saptatiningsih, Suharni, T Heru Nurgiansah. 2020. Pentingnya Pendidikan dan Masa Depan Anak dari Persepsi Pekerja Seks Komersial di Parangtritis Bantul Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4515-4215. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2736
Yanny, L.N., & Hendriyani, W. (2021). Pengalaman Anak Mantan Pekerja Seks Komersial dalam Mencapai Resiliensi. Jurnal Insight Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember, 7(1), 169-196. https://doi.org/10.3528/invs.v17i1.4791t
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















