Inovasi Industri Kreatif Kolotik Melalui Kolaborasi Harmoni Nusantara di Bale Budaya Dayak Putra Galuh Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7557Keywords:
Kolotik, Budaya, Kesenian MusikAbstract
Sanggar Bale Budaya Daya Putra Galuh Ciamis merupakan sanggar budaya dan kesenian yang berfokus pada pengembangan inovasi industri kreatif kolotik. Kolotik adalah alat musik tradisional yang berasal dari Kolotok atau identitas yang terpasang di bagian leher sapi maupun kerbau, dan saat ini berinovasi menjadi Kolotik yang digunakan sebagai alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan dengan bentuk mirip seperti lonceng. Melestrarikan dan menciptakan musik Kolotik ternyata mengalami hambatan, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan keterampilan teknis. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat membuat solusi pengembangan inovasi alat musik kolotik yang yang berkolaborasi dengan alat musik lain dan dapat menghasilkan nada dinamai Harmoni Nusantara. Tujuan dari kolaborasi ini menjadi terobosan baru dalam dunia seni, khususnya musik. Menggabungkan kesenian tradisional alat musik kolotik menjadi Harmoni Nusantara akan menciptakan pagelaran baru yang menarik, dengan menggabungkan tradisi dan inovasi yang membuat lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, akan digelar pelatihan produksi alat musik kolotik oleh pengrajin lokal menjadi bagian penting dari program ini. Dengan memberdayakan masyarakat desa yang menjadi mitra sasaran, program ini tidak hanya berfokus pada inovasi musik tetapi juga pada pengembangan ekonomi lokal. Para pengrajin akan mendapatkan pelatihan dan dukungan untuk memproduksi alat musik berkualitas, yang nantinya dapat dipasarkan lebih luas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterampilan dan peluang kerja baru. Metode pendekatan yang dilakukan guna menyelesaikan persoalan dengan cara partisipatif, tim pengabdian masyarakat melibatkan masyarakat aktif dalam setiap tahap program, dimulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Downloads
References
Antara, Made, & Yogantari, Made Vairagya. (2018). Keragaman Budaya Indonesia Sumber Inovasi Industri Kreatif. Senada, 1, 292–301.
Hidayah, Kemal, Kusumaningrum, Mayahayati, Wismono, Fani Heru, & Amarullah, Rustan. (2018). Aktualisasi Budaya Inovasi Pada Organisasi Sektor Publik. Jurnal Borneo Administrator, 14(3), 249–266. https://doi.org/10.24258/jba.v14i3.402
Iqbal, M., Hudaya, C., & Kurnia, A. (2022). Inovasi Musik Sambava Sebagai Media Komunikasi Budaya. Prosiding Seminar Nasional …, 76–83. Retrieved from https://conference.uts.ac.id/index.php/SEMAI/article/download/196/27
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi
Poerwadarminta. W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka; 2003.
Putra, Putiu, Kurniansah, Rizal, Budiatiningsih, Mahmudah, & Yudawisastra, HG. (2024). Warisan Budaya Dalam PariwisataBerkelanjutan Di Era Globalisasi. In Warisan Budaya Sebagai Kekayaan Pariwisata.
Zulfia, Haira, & Frinaldi, Aldri. (2023). the Urgence of Implementing a Culture of Innovation for Asn in Improving the Performance of Public Organizations in Realizing Bureaucracy Reform. JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies), 7(1), 1–11.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















