Klasifikasi Hadits Tarbawi Tentang Pendidikan Emosi (Kecerdasan Emosional)
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7693Keywords:
Hadits Tarbawi, Pendidikan Emosi, Kecerdasan Emosional (EQ), Sabar, Pengendalian Diri.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan analisis terhadap hadits-hadits tarbawi (pendidikan) yang berfokus pada pendidikan emosi, atau kecerdasan emosional (Emotional Quotient - EQ). Penelitian kualitatif studi literatur ini berupaya mengidentifikasi landasan normatif Islam dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik serta metode-metode praktis yang relevan. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain. Dalam kerangka Islam, EQ yang paripurna diidentikkan dengan perilaku sabar dan pengendalian diri yang didasari tawakal. Lima indikator EQ modern (kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial) dihubungkan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hasil analisis syarah hadits menunjukkan bahwa kekuatan sejati (al-syadid) terletak pada pengendalian amarah (self-regulation) dengan solusi praktis berbasis sunnah (seperti duduk atau berwudu); larangan hasad (dengki) esensial untuk memelihara keterampilan sosial dan ukhuwah; keharusan mengelola rasa takut menjadi khashya kepada Allah (self-awareness); serta menyikapi kesedihan/kekecewaan dengan sabar dan tawakal sebagai sumber motivasi spiritual. Metode pendidikan emosi yang efektif dalam Islam meliputi pembiasaan ibadah rutin, pengajaran Al-Qur'an dan zikir (tazakkur/tafakkur), sosialisasi, kisah teladan, dan penggunaan nasyid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menyediakan kerangka kerja holistik untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional, menjadikannya relevan dan mendesak untuk mengatasi krisis moral, seperti kasus perundungan (bullying) di institusi pendidikan.
Downloads
References
Amaryllia Puspasari. (2009). Emotional Intelligent Parenting. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Cooper, Robert K & Sawaf, A. (2002). Executive EQ: Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Darajat, Z. (1993). Peranan Agama dalam Kesehatan Mental. Jakarta: CV Haji Msagung.
Eri Satria Bin Sanusi, & Mohamed, R. (2017). Analisis Terhadap Peranan Nasyid dalam Dakwah. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 16(2), 238.
Goleman Daniel. (1994). Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia Utama.
Kistoro, H. C. A. (2014). Kecerdasan Emosional Dalam Pendidikan Islam. Tesis. Pendidikan Agama Islam.
Khozinatin Luluk. (2017). Keutamaan Puasa Sunnah dalam Prespektif Hadis (Kajian Tematik). Jakarta: FK Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah.
Muhammad Abdurrasyid Ridlo, Susanti Vera, & Ismail, E. (2022). Studi Tematik Hadis tentang Keutamaan Membaca Al-Quran. Gunung Djati Conference Series, 8, 98.
Mulyanto. (2004). Kisah-Kisah Teladan untuk Keluarga. Jakarta: Gema Insani Press.
Rasyid, M. Ainur. (2017). Hadits-hadits Tarbawi. Yogyakarta: Diva Press.
Ronggo Astungkoro. (2023). KPAI: Dunia Pendidikan Indonesia Darurat Kekerasan. Republika.co.id. [Diakses 12 Oktober 2023].
Saifudin Zuhri. (2019). Tarbiyah Ruhiyah (Pendidikan Ruhani) Bagi Anak Didik dalam Perspektif Pemikiran Pendidikan Islam. Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar, 2(1), 43.
Tarmizi. (2016). Pendidikan Rohani dalam Al-Quran. Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 2(2), 133.
Ulwan, N. (2005). Pendidikan Anak dalam Islam. (I. Al ‘Utaibi, Tahqiq).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















