Analisis Laju Penurunan Suhu Air Pada Termos Vs Wadah Biasa: Studi Komparatif Efisiensi Isolasi

(1) * Adelyna Oktavia Nasution Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Siti Annisa Pulungan Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(3) Jiyan Agustin Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(4) Elsa Shalsabilla Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(5) Arum Lailan Safitri Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(6) Fatimah Az Zahra Hanifah Isma Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(7) Aidina Seisila Yanti Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(8) Triana Adelika Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(9) Nurul Fitria Miraza Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(10) Indah Mayanisyah Putri Tanjung Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(11) Nadila Nadila Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(12) Eka Syam Setiawan Lubis Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(13) Dedek Sibuea Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(14) Anisa Ananda Putri Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kalor selalu bergerak dari benda dengan suhu lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah sesuai dengan Hukum II Termodinamika, kemampuan sebuah wadah untuk menahan laju perpindahan panas sangat penting untuk mempertahankan suhu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, 250 ml air dengan suhu awal 100°C digunakan untuk memeriksa laju penurunan suhu air panas dalam termos dan wadah plastik dengan pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit. Menurut hasil pengamatan, suhu air dalam termos menurun lebih lambat dibandingkan dengan suhu air dalam wadah plastik. Suhu air dalam wadah plastik menurun menjadi 44,2°C pada akhir pengamatan, sementara suhu air dalam termos tetap pada 79,5°C. Perbedaan ini menunjukkan bahwa isolasi termos lebih efektif dalam mencegah perpindahan panas. Hasil penelitian kuantitatif, yang menunjukkan bahwa termos kehilangan panas lebih lambat dibandingkan wadah plastik, mendukung hal ini. Menurut konsep sistem tertutup dalam termodinamika, termos lebih efektif dalam menjaga suhu air.


Keywords


Laju Kehilangan Kalor, Penurunan Suhu, Termos, Wadah Plastik, Termodinamika

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7734
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7734 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Fisafah, I. N., dkk. (2024). Analisis perpindahan panas terhadap penurunan suhu air panas pada gelas dengan material yang berbeda. Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik, 3(1), 5–6.

Jamila, dkk. (2021). Pengaruh material yang berbeda terhadap laju perpindahan panas. Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (Jupiter), 3(1), 1–2.

Lamanja, R., & Nadila, D. (2025). Suhu dan kalor (perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi), eksperimen sederhana. Jurnal Pendidikan Mosikolah, 4(2), 643.

Putra, A. W. S., dkk. (2024). Sistem dinamik model perubahan suhu di media terisolasi pada termos air panas. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Seri 02, 1(2), 57.

Ramadhan, S. S., dkk. (2023). Analisis kinetik molekuler perubahan wujud zat akibat transfer kalor. Jurnal Fisika Terapan Indonesia, 15(2), 120–135.

Sampelawang, P., dkk. (2024). Termodinamika untuk teknik mesin. CV. ZT Corpora.


Refbacks



Copyright (c) 2025 Adelyna Oktavia Nasution, Siti Annisa Pulungan, Jiyan Agustin, Elsa Shalsabilla, Arum Lailan Safitri, Fatimah Az Zahra Hanifah Isma, Aidina Seisila Yanti, Triana Adelika, Nurul Fitria Miraza, Indah Mayanisyah Putri Tanjung, Nadila Nadila, Eka Syam Setiawan Lubis, Dedek Sibuea, Anisa Ananda Putri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.