(2) Deni Dadang
(3) Dwi Hartono
*corresponding author
AbstractRuang siber kini menjadi elemen penting dalam pertahanan modern. Perang Rusia-Ukraina periode 2014-2023 menunjukkan bahwa serangan siber dapat terintegrasi dengan operasi militer untuk merusak infrastruktur vital, mengganggu sistem komando dan komunikasi, serta menyebarkan disinformasi. Di Indonesia, berbagai anomali dan insiden siber terjadi pada instansi strategis, termasuk TNI AD, seperti kebocoran data, serangan malware, website defacement, dan serangan siber lainnya, menunjukkan bahwa ancaman terhadap pertahanan nasional semakin nyata dan perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, TNI AD perlu memperkuat pertahanan siber yang adaptif dan berlapis guna menjaga jaringan komando, sistem informasi, dan kesiapsiagaan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan TNI AD dalam menghadapi ancaman siber, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pembangunan pertahanan siber, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan menggunakan kerangka Ends, Ways, dan Means. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus Perang-Ukraina periode 2014-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNI AD telah memiliki satuan siber dan infrastruktur teknologi dasar. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan infrastruktur teknologi antar satuan, keterbatasan personel ahli yang tersertifikasi, implementasi regulasi yang belum konsisten, serta koordinasi lintas lembaga yang perlu diperkuat. Pembelajaran dari perang Rusia–Ukraina menekankan pentingnya struktur komando siber yang kuat, SDM profesional, pertahanan berlapis, integrasi C5ISR, serta kemandirian teknologi. Kesimpulannya, pertahanan siber TNI AD masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan penguatan organisasi, SDM, infrastruktur teknologi, serta tata kelola. Diperlukan pemerataan kapasitas siber, peningkatan profesionalisme personel, modernisasi infrastruktur teknologi, serta kolaborasi nasional untuk mewujudkan pertahanan siber yang adaptif dan tangguh. KeywordsRusia–Ukraina, Pertahanan Siber, Kerangka Ends, Ways, Means
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7769 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7769 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amalia, A. F., & Atman, W. (2025). Strategi deterrence siber Indonesia terhadap ancaman proxy state actor. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 15(1), 262–277.
Anjelina, D. (2023). Fenomena serangan siber Rusia terhadap Ukraina sebagai pembelajaran bagi Indonesia dalam pengembangan pertahanan siber. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 13(3), 231–241.
Arreguín-Toft, I. (2001). How the weak win wars: A theory of asymmetric conflict. International Security, 26(1), 93–128. https://doi.org/10.1162/016228801753212868
Bakrie, R. C., et al. (2022). The influence of the Russian and Ukrainian wars on the economy of Southeast Asia. Caraka Prabu: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 65–86.
Budiman, D. W., et al. (2023). Perang Rusia–Ukraina dalam perspektif siber: Sebuah literasi. Politeknik Siber dan Sandi Negara Press.
Budiman, I., et al. (2023). Cybersecurity analysis in the context of the Russia–Ukraine conflict. Jurnal Ekonomi, 12(2), 50–65.
Clausewitz, C. v. (1984). On war (M. Howard & P. Paret, Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1832)
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Erickson, J. V. (2021). Clausewitz’s perspective on deterring Russian malign activities in cyberspace. Military Review, September–October, 6–11.
Gray, C. S. (2010). The strategy bridge: Theory for practice. Oxford University Press.
Imma, K., & Burhanuddin, A. (2023). Signifikansi perang siber dalam konflik modern Rusia–Ukraina. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 800–817. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i4.155
Itzhak, A., & Ferri, U. (2023). Russian–Ukraine armed conflict: Lessons learned on the digital ecosystem. International Journal of Critical Infrastructure Protection, 43, 100637. https://doi.org/10.1016/j.ijcip.2023.100637
Khoirunnisa, K., & Sugiati, C. (2024). Cyber warfare strategies in the Russia–Ukraine conflict (2021–2022). Jurnal Public Policy, 10(2), 138–150. https://doi.org/10.35308/jpp.v10i2.9026
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Miron, M., & Thornton, R. (2024). The use of cyber tools by the Russian military: Lessons from the war against Ukraine. Applied Cybersecurity and Internet Governance, 3(1), 147–169. https://doi.org/10.60097/ACIG/190142
Nye, J. S., Jr. (2011). Power and national security in cyberspace. In K. M. Lord & T. Sharp (Eds.), America’s cyber future: Security and prosperity in the information age (Vol. II, pp. 5–23). Center for a New American Security.
Rid, T. (2012). Cyber war will not take place. The Journal of Strategic Studies, 35(1), 5–32. https://doi.org/10.1080/01402390.2011.608939
Sarjito, A. (2024). Formation of the TNI cyber force: A strategic and policy analysis. Defense and Security Studies, 5(2), 74–83. https://doi.org/10.37868/dss.v5.id272
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Whitman, M. E., & Mattord, H. J. (2018). Principles of information security (6th ed.). Cengage Learning.
Widjajanto, A. (2020). Strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman non-tradisional. Jurnal Pertahanan.
World Economic Forum. (2023). Global cybersecurity outlook 2023. https://www.weforum.org
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Suwanda Suwanda, Deni Dadang, Dwi Hartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download