Penerapan Model Replacement–Amplification–Transformation (RAT) dalam Integrasi Teknologi pada Mata Pelajaran IPA Materi Wujud Zat untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Negeri 091288 Sibaganding

Authors

  • Jowito Sitinjak Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Ripka Simangungsong Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Gresia Situmorang Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Sri Mita Yeni Girsang Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Andini Hutahean Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Irawaty Damanik Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Ribka Sihotang Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Elsi Haloho Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Yuli Hasibuan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia
  • Melvin Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7885

Keywords:

Model RAT, Integrasi Teknologi, Hasil Belajar, Sekolah Dasar

Abstract

Penelitian ini diteliti bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model integrasi teknologi berbasis Replacement–Amplification–Transformation (RAT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi Wujud Zat di kelas IV SD Negeri 091288 Sibaganding. RAT adalah sebuah kerangka evaluatif yang membantu guru mengkaji tingkat penggunaan teknologi dalam pembelajaran — dari sekadar mengganti media tradisional (Replacement), meningkatkan efektivitas pembelajaran (Amplification), hingga menciptakan pengalaman belajar yang benar-benar baru (Transformation). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experimental design dengan pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen yang diterapkan RAT dalam pembelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang terstruktur sesuai tahapan RAT secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Hal ini tampak dari peningkatan persentase ketuntasan belajar dan nilai rata-rata post-test dibanding pre-test. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tingkat transformasi teknologi harus menjadi fokus guru untuk memperoleh dampak paling besar terhadap pemahaman konsep abstrak seperti wujud zat dengan banyak siswa berjumlah 31 orang didalam satu ruangan kelas tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Depdiknas. (2006). Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kerlinger, F. N. (2006). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudjana, N. (2016). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Sitinjak, J., Simangungsong, R., Situmorang, G., Girsang, S. M. Y., Hutahean, A., Damanik, I., … Simanjuntak, M. (2026). Penerapan Model Replacement–Amplification–Transformation (RAT) dalam Integrasi Teknologi pada Mata Pelajaran IPA Materi Wujud Zat untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Negeri 091288 Sibaganding. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 2735–2739. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7885

Citation Check