Resepsi Audiens TikTok terhadap Representasi Digital Tari Bagurau: Analisis Encoding-Decoding

Authors

  • Mutiah Putri Tresna Asih Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia
  • Sri Meiweni Basra Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia
  • Wahida Wahyun Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia
  • Ariefin Alham Jaya Putra Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i2.8840

Keywords:

Resepsi Audiens; Tari Bagurau; TikTok; Kepekaan Estetik

Abstract

Cuplikan Tari Bagurau yang diunggah di akun TikTok @ayief menampilkan perubahan mendasar dari bentuk aslinya, seperti pergantian komposisi penari dari perempuan menjadi laki-laki, penggunaan kostum yang tidak sesuai, serta koreografi yang tidak utuh, sehingga memunculkan beragam respons audiens pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens TikTok terhadap cuplikan Tari Bagurau di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis resepsi berbasis model encoding-decoding Stuart Hall, yang dipilih karena mampu memetakan variasi posisi pembacaan audiens terhadap teks media secara sistematis. Data berupa 206 komentar pada video tersebut dalam rentang tahun 2024-2025 dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga posisi resepsi, yaitu dominant reading (48 komentar), negotiated reading (35 komentar), dan oppositional reading yang mendominasi (123 komentar) secara konsisten pada kedua periode. Dominasi oppositional reading membuktikan bahwa kepekaan estetik audiens terhadap Tari Bagurau berakar pada sistem nilai budaya Minangkabau yang mengakar kuat, bukan sekadar reaksi spontan, dan mampu melahirkan pembacaan kritis meski tanpa latar belakang formal dalam dunia tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok bukan hanya ruang distribusi karya tari, melainkan juga ruang negosiasi makna antara keterbukaan ekspresi digital dan kekuatan sistem nilai budaya lokal. Penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan platform digital dan memperdalam wawancara audiens guna memahami kerangka kultural yang membentuk resepsi mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alexander, C., Andrew, M., Boswell, D., Braham, P., Calderwood, D., Cooper, J., Feras, M., Hall, S., Hamilton, P., & Morley, D. (1997). Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Ariyanti, R. P., & Iman, A. N. (2025). Analisis resepsi toxic relationship pada remaja perempuan melalui konten TikTok. Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan (KOMASKAM), 7(1), 17-28.

Azkia, N. I., & Indriastuti, Y. (2024). Analisis resepsi audiens tentang akun TikTok @codebluuuu (Review kuliner pada restoran bintang 5). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 2564-2571.

Basra, S. M., Fahmi, M. N., Ilham, F., Trinanda, J., & Hafid, F. (2025). BARISTA: Digital materials for enhancing dance arts students' English presentation skills. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 332-345.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Erman, S. (1991). Laporan karya seni: Tari Bagurau. Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Hall, S. (1980). Encoding/decoding. Dalam S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, media, language (hlm. 128-138). Hutchinson.

Jauss, H. R. (1993). The aesthetics of reception. Dalam Aesthetics and the theory of criticism: Selected essays of Hans Robert Jauss (hlm. 353-356). University of Minnesota Press.

Mahardika, R. A. D., & Aji, G. G. (2023). Analisis resepsi generasi Z terhadap konten berbagi pada akun TikTok @Iben_Ma. The Commercium, 7(2), 162-168.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Murgiyanto, S. (2002). Kritik tari: Bekal dan kemampuan dasar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Putra, A. A. J., Erman, S., & Novalinda, S. (2022). Karya tari Stigma: Sebuah ekspresi tari tentang karakter dan tingkah laku korban-korban penyakit magis Sijundai. 1(2). Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Qolbidiasih, M. P. T. (2025). Analisis resepsi audiens terhadap live streaming TikTok produk Glad2Glow. The Commercium, 9(3), 488-502.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wahyuni, W., Yusfil, Y., & Suharti, S. (2018). Karakteristik gaya tari Minangkabau Tari Mulo Pado dan Tari Benten. Panggung, 28(2).

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Mutiah Putri Tresna Asih, Sri Meiweni Basra, Wahida Wahyun, & Ariefin Alham Jaya Putra. (2026). Resepsi Audiens TikTok terhadap Representasi Digital Tari Bagurau: Analisis Encoding-Decoding. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(2), 55–62. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i2.8840

Citation Check