Rekonstruksi Makna Cinta Dalam Tradisi Sufistik: Pendekatan Semantik Terhadap Teks dan Konteks
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i2.8861Keywords:
cinta sufistik, tasawuf, semantik, maḥabbah, epistemologi spiritual, ontologi,Abstract
Cinta (al-ḥubb) dalam tradisi tasawuf yang sering mengalami reduksi dalam pembacaan modern menjadi sekadar emosi atau simbol romantik. Padahal, dalam khazanah sufistik, cinta memiliki dimensi yang lebih luas, mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan etis. Oleh karena itu, diperlukan upaya rekonstruksi makna cinta yang tidak hanya bertumpu pada analisis leksikal, tetapi juga mempertimbangkan konteks historis dan kultural dari teks-teks sufistik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekonstruksi makna cinta dalam tradisi tasawuf melalui pendekatan semantik yang integratif antara teks dan konteks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semantik dan analisis teks (textual analysis). Sumber data utama berupa teks-teks klasik sufistik seperti Fuṣūṣ al-Ḥikam, Mathnawi, dan Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi istilah kunci yang berkaitan dengan konsep cinta, kemudian dianalisis relasi maknanya dalam konteks tekstual dan historis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cinta dalam tasawuf mengalami transformasi dari dimensi emosional menuju dimensi ontologis sebagai prinsip kosmik yang mendasari keberadaan. Selain itu, cinta juga berfungsi sebagai jalan spiritual yang terstruktur dalam maqāmāt dan aḥwāl, serta memiliki keterkaitan erat dengan konsep ma‘rifah dan fanā’. Analisis kontekstual mengungkap adanya perbedaan ekspresi cinta antara tradisi Arab yang cenderung normatif dan Persia yang lebih simbolik dan puitis. Rekonstruksi makna menunjukkan bahwa cinta dalam tasawuf dapat dipahami sebagai energi ontologis, epistemologi spiritual, dan etika transformatif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa cinta dalam tradisi sufistik bukan sekadar emosi, melainkan struktur makna yang kompleks dan multidimensional yang mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan etis secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan studi tasawuf melalui integrasi pendekatan semantik dan analisis kontekstual, serta membuka peluang bagi kajian lanjutan yang lebih interdisipliner dalam memahami konsep cinta dalam Islam.
Downloads
References
Al-Ghazali. (2010). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn (Rev. ed.). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Bulan, A. (2019). Pendekatan semantik Toshihiko Izutsu dalam studi Al-Qur’an. Jurnal
Studi Al-Qur’an, 15(2), 201–215.
Chittick, W. C. (1989). The Sufi path of knowledge: Ibn al-‘Arabi’s metaphysics of
imagination. State University of New York Press.
Chittick, W. C. (2005). The Sufi doctrine of Rumi. World Wisdom.
Ernst, C. W. (1997). The Shambhala guide to Sufism. Shambhala Publications.
Ernst, C. W. (2011). Sufism: An introduction to the mystical tradition of Islam. Shambhala
Publications.
Izutsu, T. (2002). Ethico-religious concepts in the Qur’an. McGill-Queen’s University
Press.
Knysh, A. (2017). Sufism: A new history of Islamic mysticism. Princeton University Press.
Lazulfa, M., & Munir, A. (2022). Analisis semantik konsep cinta dalam Al-Qur’an
perspektif Izutsu. Jurnal Riset Agama, 2(1), 89–102.
Lewisohn, L. (Ed.). (2014). The philosophy of ecstatic love: The Persian Sufi tradition.
I.B. Tauris.
Lubabul, A., et al. (2024). Love and spirituality in Islamic mysticism: Reinterpretation of
Al-Ghazali’s thought. Journal of Contemporary Islamic Thought, 8(1), 45–60.
Lumbard, J. E. B. (2007). From ḥubb to ‘ishq: The development of love in early Sufism.
Journal of Islamic Studies, 18(3), 345–368.
Nasr, S. H. (2007). The garden of truth: The vision and promise of Sufism, Islam’s
mystical tradition. HarperOne.
Ridgeon, L. (2020). Sufism: A critical introduction. Wiley-Blackwell.
Rustom, M. (2012). The triumph of mercy: Philosophy and scripture in Mulla Sadra.
State University of New York Press.
Schimmel, A. (1975). Mystical dimensions of Islam. University of North Carolina Press.
Suharto, S. (2022). The concept of love in Sufism: A semantic approach. Journal of
Islamic Philosophy, 10(2), 77–95.
Syahfitri, N., & Santalia, I. (2023). Konsep mahabbah dalam perspektif Al-Ghazali.
International Journal of Islamic Studies, 5(2), 120–135.
Kamil, Iskandar, 2014, Pedoman Perilaku Hakim Kode Etik Hakim dan Makalah Berkaitan, Jakarta: Mahkamah Agung RI
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Muh Al Fadhil Romadhan, Muhammad Amienulazis, Baso Pallawagau

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















