Studi Etnobotani Minuman Bandrek (Tabbar) Khas Batak Toba

Authors

  • Findi Septiani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Anisali Panjaitan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Judika Agnesia Purba Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Yolanda Dealova Sihite Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Donna Ariesta Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ester Tania Monita Silalahi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Adel Dwi Nita Silalahi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Cicik Suriani Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jpkp.v1i2.7312

Keywords:

Tabbar, Bandrek Batak Toba, Etnobotani, Sistem Ekskresi, Obat Herbal

Abstract

Minuman tradisional Tabbar (bandrek khas Batak Toba) merupakan warisan budaya yang masih dikonsumsi secara turun-temurun dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, khususnya sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etnobotani Tabbar, proses peracikan tradisional, serta manfaat kesehatannya menurut pengalaman empiris masyarakat Batak Toba. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada peramu dan konsumen Tabbar, serta observasi langsung proses pembuatannya. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabbar diramu dari jahe merah (Zingiber officinale), lada (Piper ningrum), kayu manis (Cinnamomum burmannii), serai (Cymbopogon citratus), lengkuas (Alpinia galanga), cengkeh (Syzygium aromaticum), dan gula merah. Masyarakat meyakini minuman ini dapat melancarkan peredaran darah, memperbaiki metabolisme, membantu pengeluaran zat sisa melalui urin dan keringat, serta mengurangi keluhan pada saluran kemih. Analisis etnobotani menunjukkan adanya kandungan bioaktif seperti gingerol, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri yang berpotensi mendukung fungsi ginjal dan kesehatan tubuh. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Tabbar bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Batak Toba yang menyatukan aspek kesehatan, kearifan lokal, dan nilai sosial. Temuan ini membuka peluang penelitian farmakologis lanjutan serta pengembangan Tabbar sebagai produk herbal tradisional dalam kesehatan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahnafani, M. N., Nasiroh, N., Aulia, N., Lestari, N. L. M., Ngongo, M., & Hakim, A. R. (2024). Jahe (Zingiber officinale): tinjauan fitokimia, farmakologi, dan toksikologi. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(10), 1992-1998.

Andini, S., Yulianita, Y., & Febriani, E. N. K. (2023). Formulasi Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper ningrum L.) dengan Variasi Konsentrasi Tween 80 dan PEG 400. Majalah Farmasetika, 8(3), 250-266.

Handayani,S.(2021). Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.Bandung. Media Sains Indonesia.

Putranadi, K., Wahyuni, D. S., & Agustini, K. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Struktur Pernapasan Dan Ekskresi Manusia Untuk Kelas XI IPA DI SMA Negeri 2 Singaraja. Karmapati (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika), 10(3), 300-310.

Sari, E. T., Fadilla, N. A. F., Indriansyah, T. A. G., & Arini, L. D. D. (2025). Pengaruh Kesakitan pada Nefron Terhadap Terjadinya Penyakit Gagal Ginjal. Student Scientific Creativity Journal, 3(2), 01-14.

Simorangkir, A., Napitupulu, M. A., & Sinaga, T. (2020). Analisis kesulitan belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia. Jurnal Pelita Pendidikan, 8(1), 1-11.

Utama,S.Y.A.(2018) Keperawatan Medikal Bedah Sistem Respirasi. Yogyakarta. Deepublish

Downloads

Published

2025-10-21

How to Cite

Septiani, F., Panjaitan, A., Purba, J. A., Sihite, Y. D., Sinaga, D. A., Silalahi, E. T. M., … Suriani, C. (2025). Studi Etnobotani Minuman Bandrek (Tabbar) Khas Batak Toba. Jurnal Pendidikan Kurikulum Dan Pembelajaran, 1(2), 183–187. https://doi.org/10.57235/jpkp.v1i2.7312

Citation Check