Tantangan Analisis Linguistik Forensik dalam Mengungkap Makna Bahasa pada Kasus Hukum
DOI:
https://doi.org/10.57235/jpkp.v2i2.9277Keywords:
Linguistik Forensik, Makna Bahasa, Semantik, Pragmatik, KonteksAbstract
Bahasa memiliki peran penting dalam proses hukum karena tuturan, dokumen, maupun komunikasi digital dapat menjadi data yang memerlukan penafsiran secara kebahasaan. Dalam konteks tersebut, linguistik forensik berperan dalam mengungkap makna, maksud, dan fungsi bahasa yang berkaitan dengan perkara hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan analisis linguistik forensik dalam mengungkap makna bahasa pada kasus hukum, khususnya dari aspek semantik, pragmatik, dan konteks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan memperhatikan bentuk bahasa, konteks penggunaan, makna, serta fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama, yaitu kompleksitas penentuan makna, perbedaan makna leksikal dan kontekstual, ketergantungan makna terhadap konteks, makna tersirat dan praanggapan, pengungkapan maksud melalui pendekatan pragmatik, karakteristik bahasa di media sosial, pembedaan opini, kritik, penghinaan, dan pencemaran nama baik, serta keterbatasan data kebahasaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penafsiran bahasa dalam perkara hukum tidak dapat hanya didasarkan pada bentuk atau arti kata, tetapi perlu mempertimbangkan konteks, maksud, fungsi tuturan, dan kelengkapan data. Oleh karena itu, analisis linguistik forensik perlu dilakukan secara sistematis dan hati-hati agar interpretasi kebahasaan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks akademik maupun proses hukum.
Downloads
References
BIBLIOGRAFI
Anjum, R. Y., & Anwar, B. (2023). Forensic linguistics: A forensic stylistic analysis of legalese of banking courts in Pakistan. Pakistan Social Sciences Review, 7(4), 330–342. https://doi.org/10.35484/pssr.2023(7-IV)31
Fitria, T. N. (2024). Forensic linguistics: Contribution of linguistics in legal context. PRASASTI: Journal of Linguistics, 9(1).
Glogar, O. (2023). The concept of legal language: What makes legal language ‘legal’? International Journal for the Semiotics of Law, 36, 1081–1107. https://doi.org/10.1007/s11196-023-10010-5
Goźdź-Roszkowski, S. (2021). Corpus linguistics in legal discourse. International Journal for the Semiotics of Law, 34, 1515–1540. https://doi.org/10.1007/s11196-021-09860-8
Hadi, W., Ginting, P. P., & Perangin-angin, R. B. B. (2024). Forensic linguistics analysis of speech has legal effect in social media in the region of North Sumatera. Proceedings of the International Conference on Innovative Education and Social Science. https://doi.org/10.4108/eai.24-10-2023.2342106
Pastika, I. W. (2021). Peran konteks dalam penentuan makna tersirat teks: Kasus tiga teks forensik Bahasa Indonesia. Stilistika: Journal of Indonesian Language and Literature. https://doi.org/10.24843/STIL.2021.v01.i01.p07
Susanthi, I. G. A. A. D. (2021). Analisis pencemaran nama baik dengan kajian linguistik forensik. IJFL (International Journal of Forensic Linguistic), 2(1), 1–3. https://doi.org/10.22225/ijfl.2.1.4067.1-3
Wright, D., & Picornell, I. (2024). Semiotic perspectives on forensic and legal linguistics: Unifying approaches in the language of the legal process and language in evidence. International Journal for the Semiotics of Law, 37, 293–304. https://doi.org/10.1007/s11196-023-10094-z
Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description?. Research in Nursing & Health, 23(4) .
Seddighi, H., Yousefzadeh, S. and López López, M. (2021). Qualitative content analysis as a research method to investigate hazards information in school textbooks. MethodsX, 8 .
Wright, D. and Picornell, I. (2024). Semiotic perspectives on forensic and legal linguistics: Unifying approaches in the language of the legal process and language in evidence. International Journal for the Semiotics of Law, 37(2).
Adelawati, A., & Arimi, S. (2025). Tindak Tutur Tidak Literal Pada Pelanggaran UU ITE Dalam Kasus Lina Mukherjee: Analisis Linguistik Forensik. Semantik, 14(1), 113-124.
Ananda, R., N., & Nirmawan. (2024). Analisis Bentuk Kejahatan Berbahasa Dalam Bersosial Media (Studi Linguistik Forensik). Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 9-17.
Ardianto, A. (2022). Konfigurasi Kontekstual Ujaran Kontroversial Tampang Boyolali: Analisis Linguistik Forensik Pada Pidato Prabowo Subiyanto. Jurnal Sinestesia, 12(2), 497-510.
Budiarti, D., & Faris, I. (2022). Analisis Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Terhadap Figur Publik oleh Warganet Instagram. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, 7(2), 138-148.
Damanik, R., S., Pradilla, M., Elviyani, M., Harahap, P., A., S, & Siregar, M., W. (2024). Linguistik Forensik: Penggunaan Bahasa di Media Sosial dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Vadel. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 49160–49167.
Emba, IU, Iswary, E., & Kamsinah, K. (2023). Implikasi Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Tik Tok: Kajian Linguistik Forensik. Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 196-206.
Fadhilah, N., & Arimi, S. (2024). Inkrah Ujaran Kebencian Atas Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh FA di X: Sebuah Kajian Pragmatik Forensik. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 15(2), 206-218.
Fatahuddin, F., Iswary, E., & Saleh, F. (2022). Tindak Tutur Asertif Pencemaran Nama Baik Di Sosial Media: Linguistik Forensik. Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 8-22.
Krisanjaya., & Widia, I. (2024). Struktur dan Peran Verba Tindakan Pada Perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik: Kajian Linguistik Forensik Di Media Sosial. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 175-183.
Sihombing, S., Simanjuntak, V., D., & Baheramsyah, Y. (2024). Analisis Dugaan Pencemaran Nama Baik Marissa Icha Oleh Medina Zein: Kajian Linguistik Forensik. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 4(1), 53–61.
Vidhiasi, D. M., Saifullah, A. R., & Bachari, A. D. (2023). Evaluasi Rekaman Video Pengakuan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi Universitas Riau: Sebuah Analisis Linguistik Forensik. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences, 13(2), 121-131.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Hoirina Pulungan, Regita Amelia, Shiwi Sulistyani, Tia Maharani, Wisman Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.








