Peran Bailake Dalam Adat Kematian di Adonara Desa Pepageka Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur
DOI:
https://doi.org/10.57235/jpkp.v2i2.9328Keywords:
Bailake;adat kematian; ritual adat; masyarakat Adonara; warisan budayaAbstract
Tradisi Bailake merupakan salah satu warisan budaya dalam adat kematian masyarakat Adonara yang masih dilaksanakan di Desa Pepageka, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur. Namun, pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap tahapan pelaksanaan dan peran Bailake dalam ritual adat masih terbatas, sementara keberlangsungan tradisi semakin bergantung pada tokoh-tokoh adat. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya penelitian untuk mendokumentasikan dan memahami keberadaan Bailake sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Adonara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual Bailake dan menganalisis peran Bailake dalam adat kematian masyarakat Adonara di Desa Pepageka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena penelitian berfokus pada pemahaman dan pendeskripsian praktik adat berdasarkan pengalaman serta informasi dari pelaku dan tokoh masyarakat. Informan ditentukan menggunakan teknik snowball sampling, dengan sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bailake meliputi tiga tahapan utama, yaitu Ohong Hebo (memandikan dan meminyaki jenazah secara simbolis), Towe Loge (pemberian pakaian adat), dan Borang (pemberian hewan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih). Bailake juga memiliki peran penting dalam Toki Tanah, memimpin upacara adat kematian, Lewak Tapo atau pembelahan kelapa sebagai simbol pembuka jalan bagi arwah, serta menyampaikan makna dan tuturan adat. Dengan demikian, Bailake tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana ritual, tetapi juga sebagai penjaga nilai budaya, spiritual, persaudaraan, dan solidaritas masyarakat. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperdalam dokumentasi makna simbolik, tuturan adat, serta strategi pewarisan tradisi Bailake kepada generasi muda melalui keterlibatan tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah setempat.
Downloads
References
Bastomi, S. (1984). Kebudayaan apresiasi pendidikan seni. FKIP Semarang.
Desire ED, M. Y., & Kedoh, L. N. (2019). Peran perempuan Adonara dalam budaya upacara perhelatan: Studi fenomenologi peran perempuan Adonara pada pernikahan dan kematian. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 68–79. https://doi.org/10.37715/calathu.v1i1.777
Felix, A., Kleden, M., & Indriyati. (2025). Analisis partisipasi masyarakat Lamaholot dalam menjunjung tinggi nilai ritual adat Lewak Tapo di Desa Keluwain Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur. JAP UNWIRA, 2(1), 177–192. https://doi.org/10.30822/jap.v2i1.3973
Hala Yemensi. (2021). Studi tentang tradisi Bailake dalam upacara adat kematian suku Adonara di Desa Kolilanang Adonara Kabupaten Flores Timur.
Isu, R. J., Sekoni, R. P., Malelak, D., & Fanggidae, Y. (2023). Makna upacara Bau Lolon pada masyarakat Desa Puhu Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika, 1(4), 1–12. https://doi.org/10.61132/arjuna.v1i4.41
Koentjaraningrat. (1992). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. PT Gramedia Pustaka Utama.
Mulyadi, A. (2018). Memaknai praktik tradisi ritual masyarakat Muslim Sumenep. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 1(2), 124–135. https://doi.org/10.14710/endogami.1.2.124-135
Nurrofika, N., & Murdiono, M. (2020). Tradisi Hanta Ua Pua sebagai upaya pelestarian budaya religi di Bima. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 10–18. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p10-18.2020
Ola, S. S. (2009). Makna dan nilai tuturan ritual Lewak Tapo pada kelompok etnik Lamaholot di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. Humaniora, 21(3). https://doi.org/10.22146/jh.974
Ratuloly. (2023). Makna sosial Lewak Tapo (studi pada masyarakat Lamaholot, Desa Lamabunga, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur).
Soekanto, S. (1993). Kamus sosiologi. PT Raja Grafindo Persada.
Sogen, V. F. D., & Keban, Y. B. (2024). Ritual Roba Witi sebagai manifestasi nilai Pancasila dalam budaya Lamaholot. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara, 2(3), 136–146. https://doi.org/10.38035/jpkn.v2i3.822
Talaen, D. A. (2021). Peranan Atoni Amaf dalam acara pemakaman orang mati di Nunkolo Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Towe, M. M., & Kelen, W. M. D. E. L. (2025). Kajian etnomatematika pada ritual adat kematian Nebo masyarakat Lewolere. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 1157–1167. https://doi.org/10.30605/pedagogy.v10i3.6936
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Sri Painam, Susilo Setyo Utomo, Esry Defriana Tosi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.








