Papadak: Kearifan Lokal Dalam Pelestarian Sumber Daya Alam di Desa Serubeba
DOI:
https://doi.org/10.57235/jpkp.v2i2.9354Keywords:
Papadak, kearifan lokal, pelestarian lingkungan, sumber daya alam, hukum adatAbstract
Papadak merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Serubeba yang berfungsi mengatur pemanfaatan sumber daya alam, tetapi keberlangsungannya menghadapi tantangan berupa perubahan pola pikir masyarakat, berkurangnya keterlibatan generasi muda, dan keterbatasan pengawasan. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami praktik Papadak serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungannya sebagai upaya pelestarian sumber daya alam berbasis adat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik Papadak dalam mengatur pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberlangsungannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena berfokus pada pemahaman mendalam terhadap praktik adat dan kehidupan masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, dengan melibatkan tua adat, aparat desa, dan masyarakat yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Papadak masih diterapkan melalui musyawarah antara tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menentukan kawasan yang dilindungi, batasan pemanfaatan sumber daya alam, jangka waktu pelaksanaan, serta sanksi adat bagi pelanggar. Praktik ini berperan dalam mengendalikan penebangan pohon secara sembarangan dan mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Keberlangsungannya didukung oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat, peran tua adat, dukungan pemerintah desa, kesepakatan bersama, serta sanksi adat. Adapun faktor penghambatnya meliputi perubahan zaman dan pola pikir masyarakat, kurangnya pemahaman generasi muda, menurunnya keterlibatan mereka dalam kegiatan adat, serta keterbatasan pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Papadak merupakan mekanisme pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal yang keberlangsungannya memerlukan kerja sama lembaga adat, pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan Papadak pada wilayah dan jenis sumber daya alam yang berbeda guna memperluas pemahaman mengenai perannya dalam pelestarian lingkungan.
Downloads
References
Aldyan, A., Putri, K. A., Aldyan, R. A., & Alasttal, A. (2024). Local wisdom-based environmental management policy in Indonesia: Challenges and implementation. Journal of Law, Environmental and Justice, 2(3), 332–354. https://doi.org/10.62264/jlej.v2i3.100
Dwiputra, D. F. K., Maryani, E., & Heryanto, F. N. (2024). From tradition to future: Sundanese indigenous laws as the vanguard of environmental conservation and disaster mitigation. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(2), 134–145. https://doi.org/10.46456/jisdep.v5i2.559
Jayantiari, I. G. A. M. R., Arjawa, I. G. P. B. S., Rebeiro, L., & Paquita, J. A. (2024). Forming legal culture in customary forest management: Local wisdom approach of customary law communities. Udayana Journal of Law and Culture, 8(1), 67–82. https://doi.org/10.24843/UJLC.2024.v08.i01.p04
Loainak, E. Y. A., Neolaka, M. N. B. C., & Toda, H. (2023). Empowerment of Papadak local wisdom in supporting coastal and marine resources management in Nusak Termanu, Rote Ndao District. International Journal of Environmental, Sustainability and Social Science, 4(1), 224–239. https://doi.org/10.38142/ijesss.v4i1.497
Muthmainnah, Z., Suryanda, A., Komala, R., Aprilia, K., & Hidayat, R. (2020). Pengaruh penerapan “Papadak” terhadap pengetahuan dan partisipasi masyarakat pada upaya konservasi laut di Rote Tengah, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(1), 65–75. https://doi.org/10.15578/jksekp.v10i1.7933
Oktavia, P., Salim, W., & Perdanahardja, G. (2018). Reinventing Papadak/Hoholok as a traditional management system of marine resources in Rote Ndao, Indonesia. Ocean & Coastal Management, 161, 37–49. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2018.04.018
Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.
Permana, D. Y., Imamulhadi, I., Idris, & Mariana, M. (2025). Integrating indigenous wisdom in environmental protection: Exploring village authority within the framework of state responsibility in Indonesia. Jambura Law Review, 7(2), 359–389. https://doi.org/10.33756/jlr.v7i2.29582
Permana, S. (2025). The contribution of local wisdom of the Baduy community to nature conservation: An ethnographic study based on ecological and customary perspectives. Journal of Character and Environment, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.61511/jocae.v3i1.2025.1830
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Indah Michela, Flafius Selfianus Rato, Esry Defriana Tosi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.








