Tradisi Maanta Kampia pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Paraiman

Authors

  • Silvia Juita Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Mutia Kahanna Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.7999

Keywords:

Tradisi, Maanta Kampia, Prosesi, Makna

Abstract

Artikel ini berjudul tradisi maanta kampia pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Keunikan tradisi ini terletak pada banyaknya simbol adat yang digunakan, namun pemahamannya masih bersifat turun-temurun dan belum dijelaskan secara sistematis, sehingga generasi muda cenderung kurang memahami nilai filosofis di balik tradisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi maanta kampia dan makna yang terkandung pada pelaksanaan tradisi maant maanta kampia Pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya makna simbolik bisa dilihat dari isi kampia yaitu siriah langkok melambangkan kesopanan dan penghormatan adat, cincin yang diikat kain kuning simbol ikatan janji komitmen, kemuliaan, kesakralan dalam adat, hantaran tando berupa makanan simbol kemanisan dalam hubungan dan keharmonisan antara kedua belah pihak keluarga, singgang ayam dimaknai pengorbanan, tanggung jawab dan kesiapan dalam membina rumah tangga, lapek sipuluiksimbol keterikatan dan kekompakkan, buah-buahan melambangkan kesuburan dan kesejahteraan, dan harapan keberkahan hidup.

References

Agustina, A., Gani, E., Luisti, A., & Elpalina, S. (2024). Revitalisasi Prosesi Adat Tradisi Masyarakat Nanggalo Melalui Program Nagari Budaya. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 34-42.

Amir, Y., & Hidayat, T. (2022). Keunikan Tradisi Pertunangan Masyarakat Padang Pariaman. Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 10(1).

Amsayani, D. (2019). Batimbang Tando dalam Perkawinan di Kanagarian Koto Tingga Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Journal unand, 2(1).

Geertz, C. (1992). Interpretasi Kebudayaan. Jakarta: Kanisius.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

P. Y., & Kadarisman, Y. (2024). Tradisi Bajapuik Pada Adat Perkawinan Masyarakat Pariaman Di Kelurahan Talang Mandi Kota Duri. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(12).

Patilima, H. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA CV.

Salma, et.al. (2018). Tradisi Pemberian Piti Balanjo Pada Perempuan Dalam Masa Pinangan Di Nagari Manggilang. Journal IAIN Kudus, 11(2).

Schilbrack, K. (2005). Religion, models of, and reality : Are Journal of the American Academy of Religion, 73(2).

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suryadi. (2014). Adat dan Tradisi Perkawinan Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau.

Winarni. (2021). Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Juita, S., & Kahanna, M. (2026). Tradisi Maanta Kampia pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Paraiman. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1), 38–51. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.7999

Issue

Section

Articles

Citation Check