Perubahan Tradisi Maanta Batiah pada Acara Tujuh Bulanan di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam

Authors

  • Juliana Ulfa Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Basyarul Aziz Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8006

Keywords:

Maanta Batiah, perubahan tradisi, modernisasi

Abstract

Penelitian yang berjudul Maanta Batiah merupakan salah satu rangkaian upacara tujuh bulanan yang dipraktikkan oleh masyarakat Nagari Padang Laweh sebagai ungkapan rasa syukur dan doa bagi keselamatan ibu hamil dan janin, khususnya pada kehamilan pertama. Selain sebagai ritual adat, tradisi ini juga berfungsi mempererat hubungan kekerabatan dan memperkuat solidaritas sosial. Namun, seiring perkembangan zaman, perubahan ekonomi, dan pengaruh modernisasi, Tradisi Maanta Batiah mengalami perubahan dalam bentuk, tata cara, makna, serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk perubahan tersebut serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, bundo kanduang, serta masyarakat setempat. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam Tradisi Maanta Batiah, seperti penyederhanaan hantaran, berkurangnya kelengkapan dan jumlah hantaran, menurunnya partisipasi masyarakat terutama generasi muda, serta pergeseran makna dari kolektif menjadi lebih simbolis dan praktis. Perubahan ini dipengaruhi oleh pola pikir, kondisi ekonomi, serta pengaruh modernisasi. Meski demikian, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Nagari Padang Laweh.

References

Amia, V., & Ridha, M. (2025). Tradisi Maanta Bulan Tujuh Saat Kehamilan Di Nagari Taeh Baruah Kec. Payakumbuh Tinjauan Hukum Islam. Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan, 6(4).

Cholistarisa, et.al. 2022. Tradisi Tingkeban (Syukuran Tujuh Bulanan Ibu Hamil) Pada Masyarakat Jawa Khususnya Berada Di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 5(2), 190-195.

Devi, S. (2015). Mitos Jenis Kelamin Bayi pada Ibu Hamil di Masyarakat Minangkabau. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 1(1), 317171.

Gillin, J. L., & Gillin, J. P. (2007:259). Cultural Sociology. New York: The Macmillan Company.

Hartiningrum, C. Y., SiT, S., Annisa Rahmidini, S. S. T., & Keb, M. (2019). Gambaran Kepercayaan Dan Tradisi Ibu Hamil Dalam Asuhan Kehamilan Di Wilayah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Bidkemas, 10(2), 80-98.

Hotimah, H., & Basir, G. (2025). ADAT “MAMAUIK URANG DUKUN” PADA TUJUH BULAN KEHAMILAN DI NAGARI SILAGO KECAMATAN IX KOTO KABUPATEN DHARMASRAYA PERSPEKTIF ‘URF. Jurnal Analisis Hukum dan Kebijakan, 6(4).

Irvandi, A. 2018. Pendapat masyarakat terhadap Tradisi Maanta Asam pada kehamilan tujuh bulan di Jorong Lareh Nan Panjang Kanagarian Batu Payuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Ditinjau. Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Manullang, A. R., Nababan, C. N., & Sinurat, J. Y. (2025). Tradisi TRADISI MAMBOSURI (TUJUH BULANAN) ADAT BATAK TOBA DI DESA BATU PUTIH, PELAWAN, JAMBI. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 21(2).

Meilani, S.,et.al. 2022. Tradisi Tujuh Bulanan Usia Kehamilan Dalam Perspektif Mazhab Syafi’i (Studi Kasus Di Kecamatan Hinai). Mediation: Journal of Law, 1-15.

Nurillahi, Adam Sakti. 2024. Perubahan Tradisi Maantan Juadah dalam Pesta Pernikahan di Desa Toboh Palabah Kota Pariaman. Skripsi. Jurusan Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Soekanto, S. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Zenobia, F. A. 2024. Upacara Menuak Pada Masa Kehamilan 7 Bulan Pada Masyarakat Melayu Sebrang Kota Jambi. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 3(1), 116-122.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Ulfa, J., & Aziz, B. (2026). Perubahan Tradisi Maanta Batiah pada Acara Tujuh Bulanan di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1), 52–64. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8006

Issue

Section

Articles

Citation Check